Sosialisasi Program MBG di Distrik Poga Berlangsung Kondusif, Mayoritas Masyarakat Mendukung

Sosialisasi Program MBG di Distrik Poga Berlangsung Kondusif, Mayoritas Masyarakat Mendukung

KABARTODAY,POGA | Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di Distrik Poga, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, berlangsung aman dan kondusif dengan dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, intelektual, anggota DPR, pemerintah distrik, guru-guru, serta masyarakat penerima manfaat.

‎Ketua Yayasan Garuda Bagimu Negeri, Ratna Rida Kogoya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Distrik Poga, Muara, dan Poganeri yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, program MBG yang merupakan program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat ini telah berjalan di Kabupaten Lanny Jaya dengan enam dapur aktif dan mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat,pada Senen (25/5/2026).

‎“Walaupun program ini masih dalam tahap awal, manfaat ekonominya sudah mulai dirasakan masyarakat, khususnya mama-mama Papua yang menjual hasil kebun dan bahan makanan kepada dapur MBG,” ujar Ratna Rida Kogoya.

‎Ia juga berharap ke depan anak-anak muda Papua Pegunungan dapat membangun dan mengelola dapur MBG secara mandiri sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Dalam keterangannya, Ratna Rida Kogoya menjelaskan bahwa Kepala Distrik, para intelektual, guru-guru, serta sekitar 80 persen masyarakat di wilayah Poga dan Muara menerima dan mendukung pelaksanaan Program MBG di Dapur Poga.

‎Meski demikian, masih terdapat sebagian kecil kelompok masyarakat yang belum menerima program tersebut karena terpengaruh informasi mengenai dugaan keracunan makanan yang beredar di media sosial dan terjadi di luar Papua. Namun pihak penyelenggara menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak pernah terjadi di wilayah Poga dan Muara.

‎Selain itu, pihak yayasan memastikan seluruh proses pengolahan makanan di Dapur Poga dilakukan 100 persen oleh anak-anak asli Poga dan Muara tanpa melibatkan tenaga masak dari luar Papua.

Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Lanny Jaya, Herince Fanni Wenda, mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi bersama tokoh masyarakat, anggota DPR, intelektual, serta masyarakat penerima manfaat agar program MBG dapat dipahami secara baik oleh seluruh masyarakat.

‎Ia menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya diperuntukkan bagi anak sekolah, tetapi juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

‎“Program ini bukan hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan membantu perputaran ekonomi masyarakat lokal,” ungkapnya.

Kepala SPPG Dimba Poga, Perius Mimin, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan saat ini merupakan sosialisasi keempat di wilayah tersebut.

‎Ia optimis masyarakat Kabupaten Lanny Jaya akan menerima program MBG dengan baik karena manfaatnya sangat besar bagi anak-anak dan masyarakat. Menurutnya, sosialisasi berikutnya akan lebih difokuskan pada penguatan komitmen dan dukungan masyarakat terhadap program tersebut.

‎“Kami percaya masyarakat akan menerima program MBG ini karena manfaatnya sangat baik bagi anak-anak dan masyarakat,” katanya.

Kepala Distrik Poga, Wemius Jikwa, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah turun langsung ke Distrik Poga pada 25 Mei 2026 untuk melakukan pembahasan bersama masyarakat dan orang tua murid terkait pelaksanaan Program MBG.

‎Dalam pertemuan tersebut, menurutnya terdapat berbagai pandangan dari masyarakat. Sebagian mendukung program MBG, sementara sebagian lainnya masih meminta adanya pembahasan lanjutan sebelum program dijalankan secara penuh.

‎Pemerintah daerah menegaskan bahwa dialog dan komunikasi akan terus dilakukan bersama tokoh masyarakat, intelektual, tokoh gereja, dan masyarakat Distrik Poga demi mencapai kesepahaman bersama untuk masa depan anak-anak.

‎Perwakilan intelektual Distrik Poga, Muara, dan Poganeri, Ronald Yikwa, juga menyampaikan dukungannya terhadap Program MBG.

‎Ia mengatakan program yang telah berjalan selama tiga minggu tersebut sudah memberikan manfaat nyata bagi anak-anak di wilayah tersebut dan pada prinsipnya pemerintah distrik mendukung penuh agar program tetap berjalan.

‎“Masyarakat Poga dan Muara pada dasarnya sudah setuju dengan program ini karena sangat membantu anak-anak. Jika ada beberapa pihak yang belum menerima, kami akan berdiskusi dan mencari solusi bersama agar program ini tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

‎Anggota DPRD Kabupaten Lanny Jaya, Peranus Kogoya, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa program MBG tetap berjalan untuk melayani siswa yang diizinkan orang tuanya menerima makanan bergizi.

‎Ia mengajak masyarakat untuk memahami dengan baik program yang dibuat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, karena anggaran negara telah diarahkan untuk mendukung peningkatan gizi anak-anak Indonesia.

‎Sementara itu, Otopius Yikwa menyampaikan bahwa para intelektual, tokoh gereja, tokoh pemuda, dan masyarakat yang hadir dalam pertemuan di SMP Negeri Poga telah berdiskusi bersama mengenai pelaksanaan program MBG.

‎Ia menyebutkan bahwa memang terdapat perbedaan pendapat di tengah masyarakat, namun seluruh pihak akan terus melakukan diskusi dan mencari solusi bersama demi keberlangsungan program yang bermanfaat bagi anak-anak di wilayah perbatasan tersebut.

‎Program MBG Membantu Siswa Lebih Fokus Belajar

‎Poga, Lanny Jaya — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Poga, Sylvester Lai, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas hadirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Poga, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan.

‎Dalam keterangannya, Sylvester Lai mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya, serta pengurus SPPG Dapur Poga yang telah menghadirkan program MBG bagi para siswa.

‎“Kami sebagai guru sangat senang dengan hadirnya MBG atau Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 1 Poga,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan bahwa sebelum program MBG berjalan, pihak sekolah sering menemukan siswa yang mengeluh lapar saat proses belajar mengajar berlangsung. Menurutnya, banyak siswa datang ke sekolah tanpa sarapan yang cukup sehingga belum memasuki jam pulang sekolah, para siswa sudah meminta izin untuk pulang lebih awal.

‎“Kami belajar mulai pukul 08.00 sampai 12.00, tetapi sekitar pukul 11.00 banyak siswa sudah meminta pulang karena lapar,” jelasnya.

‎Sebagai tenaga pendidik, pihak sekolah kemudian melakukan identifikasi terhadap permasalahan tersebut dan menemukan bahwa sebagian besar siswa tidak mendapatkan sarapan yang cukup sebelum berangkat ke sekolah.

‎Namun setelah Program MBG berjalan kurang lebih tiga minggu di SMP Negeri 1 Poga, kondisi tersebut mulai berubah. Sylvester Lai menyebut para siswa kini lebih semangat mengikuti pembelajaran dan tidak lagi mengeluhkan rasa lapar selama berada di sekolah.

‎“Anak-anak sekarang sudah tidak ada lagi keluhan soal lapar atau kendala lainnya saat belajar. Kami sebagai guru sangat senang dan anak-anak juga sangat senang,” katanya.

‎Ia juga menyampaikan bahwa apabila masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program, maka hal tersebut dapat dibahas dan didiskusikan bersama guna mencari solusi terbaik demi keberlangsungan pendidikan anak-anak di Distrik Poga.

Pos terkait