<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>buku Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/tag/buku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/buku/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Aug 2024 03:45:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2025/10/cropped-IMG_20251026_055359-32x32.jpg</url>
	<title>buku Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/buku/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Krisis Membaca: Mengapa Literasi di Indonesia Kian Merosot?</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/krisis-membaca-mengapa-literasi-di-indonesia-kian-merosot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 03:45:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74336</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Indonesia, negara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, menghadapi tantangan serius dalam&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/krisis-membaca-mengapa-literasi-di-indonesia-kian-merosot/">Krisis Membaca: Mengapa Literasi di Indonesia Kian Merosot?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Indonesia, negara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, menghadapi tantangan serius dalam hal literasi. Menurut UNESCO, menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan yakni hanya 0,001%. Hal ini berarti, dari 1.000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.</p>
<p>Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar. Nah sebab itu di kepala saya muncul pertanyaan, kenapa bisa negara kita berada di 10 negara dengan tingkat literasi terendah? Mengapa literasi di Indonesia kian merosot?</p>
<p>Tapi sebelum itu, mari kita satukan dulu pemahaman kita berkaitan dengan definisi literasi itu sendiri. Menurut UNESCO, Literasi ialah seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana keterampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya. Namun seiring perkembangannya definisi literasi begitu dinamis.</p>
<p>Mengapa literasi di Indonesia kian merosot? Alasan dari pertanyaan kenapa tingkat literasi Indonesia kian merosot banyak sekali, mulai dari faktor internal hingga eksternal.</p>
<h2>5 Faktor penyebab rendahnya tingkat literasi di Indonesia</h2>
<h3>Kebiasaan membaca tidak di mulai dari rumah/keluarga</h3>
<p>Peran keluarga dalam meningkatkan literasi sangat penting. Keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi anak-anak, sehingga sangat memengaruhi minat dan kebiasaan membaca mereka. Istilah &#8220;ibu adalah sekolah pertama&#8221; mengacu pada gagasan bahwa berapa banyak ibu di Indonesia yang mengajarkan anak mereka membaca? Ini adalah masalah dengan kebiasaan keluarga Indonesia yang tidak membiasakan anak-anak mereka untuk membaca sebagai hiburan.</p>
<h3>Peran teknologi</h3>
<p>Hari ini di Indonesia orang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan handphone yakni berada di angka 5,5 jam per hari berdasarkan survey App Annie. Dengan banyaknya informasi yang tersedia secara instan, beberapa orang mungkin merasa bahwa membaca buku bukanlah kegiatan yang penting lagi. Selain itu, Teknologi telah menghasilkan berbagai media digital, seperti media sosial, permainan video, termasuk platform streaming yang menarik minat masyarakat umum, khususnya generasi muda. Gangguan pada era digital ini sering kali mengurangi rentang perhatian dalam kegiatan membaca.</p>
<h3>Minimnya sarana membaca</h3>
<p>Sarana membaca yang memadai adalah prasyarat penting untuk meningkatkan literasi di masyarakat. Namun, di banyak daerah di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil. Sarana membaca seperti perpustakaan, lingkungan yang ramah membaca, kedai-kedai kopi yang menyediakan bahan bacaan hari ini belum banyak di Indonesia atau cenderung sedikit.</p>
<h3>Tingkat pendidikan yang masih rendah</h3>
<p>Tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak anak yang putus sekolah dan sarana pendidikan yang tidak mendukung pendidikan. Kualitas pendidikan dapat berbeda-beda di setiap daerah, dan dapat mempengaruhi tingkat literasi siswa. Karena walau bagaimana pun di sekolah kita akan lebih banyak dengan pengetahuan. Datanya di Indonesia rata&#8211;rata lama sekolah (RLS) penduduk Indonesia mencapai 8,69 tahun, 4 tahun lagi untuk sampai ke standar nasional.</p>
<h3>Langkah nyata pemerintah</h3>
<p>Dalam hal peningkatan literasi di Indonesia, tindakan pemerintah ini merupakan langkah penting. Berbagai pihak sering mengkritik pemerintah karena tidak melakukan apa- apa secara nyata untuk meningkatkan literasi di Indonesia. Meskipun sudah ada upaya dan himbauan untuk meningkatkan literasi, belum ada tindakan yang nyata. Ini menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat literasi di Indonesia.</p>
<p>Nah, itulah beberapa faktor yang memengaruhi tingkat literasi Indonesia rendah. Semoga bermanfaat, ya!</p>
<p>Oleh: Athiyah Robbani Alfatin</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/krisis-membaca-mengapa-literasi-di-indonesia-kian-merosot/">Krisis Membaca: Mengapa Literasi di Indonesia Kian Merosot?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://asset.kompas.com/crops/1vGc0W92xkaUtGTEzuEqfAxJCiM=/0x0:5212x3475/1200x800/data/photo/2023/06/24/649659f626593.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Memilih Buku dan Informasi yang Tepat untuk Dibaca</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/memilih-buku-dan-informasi-yang-tepat-untuk-dibaca/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 May 2016 05:01:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=6132</guid>

					<description><![CDATA[<p>Buku merupakan gudangnya ilmu, hampir semua orang di dunia ini pasti banyak mendapatkan ilmu dari&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/memilih-buku-dan-informasi-yang-tepat-untuk-dibaca/">Memilih Buku dan Informasi yang Tepat untuk Dibaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Buku merupakan gudangnya ilmu, hampir semua orang di dunia ini pasti banyak mendapatkan ilmu dari buku-buku yang dibacanya. Buku merupakan jendela dunia yang dapat menambah wawasan serta meningkatkan pengetahuan kita.</p>
<p>Membaca buku sama dengan kita menyelami dunia, dapat melihat dunia dengan berbagai ilmu dan wawasan pengetahuan. Banyak manfaat yang dapat kita rasakan setelah membaca buku diantaranya membantu pengembangan daya pikir, menjernihkan cara berpikir, meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan kemampuan untuk memproses ilmu pengetahuan.</p>
<p>Sama halnya dengan memilih barang, dalam memilih buku pun kita harus selektif bukan? Apakah buku itu sesuai dengan apa yang kita butuhkan? Atau Anda pernah kecewa dalam membeli buku yang tidak tepat untuk Anda?</p>
<p>Pertanyaannya, bagaimana memilih buku yang tepat untuk kita baca?</p>
<p>Yang pertama, memilih buku yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya, ketika Anda butuh buku yang menunjang perkuliahan atau pekerjaan, pilihlah buku dengan judul, sinopsis, dan daftar isi yang sesuai, dan tepat untuk profesi atau jurusan Anda.</p>
<p>Yang kedua, mengelompokkan buku. Pengelompokkan buku ini bergantung pada minat, pengalaman seseorang dan pengetahuan sebelumnya.</p>
<p>Yang ketiga, membuat tujuan membaca. Sebelum membeli buku, Anda buat tujuan membaca buku agar tidak salah pilih dan buku yang Anda baca tepat.</p>
<p>Menurut Niko Grataridarga, M.Hum pustakawan dan dosen di Universitas Indonesia mengatakan sebelum memilih buku baiknya memilih informasi yang diinginkan dan informasi apa yang harus dicari. Selain itu Niko menambahkan dalam memilih buku yang tepat, sebelumnya harus mengidentifikasi informasi apa yang kita butuhkan.</p>
<p>Jika kita tahu informasi apa yang kita butuhkan maka kita tahu buku mana yang harus kita baca. Dalam mencari informasi pun haruslah selektif dan dari sumber yang terpercaya. Jika kita salah dalam memilih buku maka kita akan salah dalam mendapatkan informasi.</p>
<p>Sama dengan yang dialami oleh penulis sebagai penikmat buku, sering megalami kebingungan buku dan informasi apa yang harus dibaca. Dengan adanya internet biasanya penulis sering mengidentifikasi terlebih dahulu buku apa dan informasi apa yang akan dibaca. Mudah bukan dalam memilih buku yang tepat?</p>
<p><strong>Syamsul Najib Khoirullah</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/memilih-buku-dan-informasi-yang-tepat-untuk-dibaca/">Memilih Buku dan Informasi yang Tepat untuk Dibaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
