<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MUI Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/tag/mui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/mui/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Aug 2024 11:30:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2025/10/cropped-IMG_20251026_055359-32x32.jpg</url>
	<title>MUI Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/mui/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>MUI dan KPID Jakarta Gelar Seminar Literasi Penyiaran untuk Ormas Islam</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/mui-dan-kpid-jakarta-gelar-seminar-literasi-penyiaran-untuk-ormas-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2024 11:30:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74546</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211;  Ketua Bidang Infokom MUI DK Jakarta, Dr.M. Faiz Rafdi, M. Kom, membuka seminar&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/mui-dan-kpid-jakarta-gelar-seminar-literasi-penyiaran-untuk-ormas-islam/">MUI dan KPID Jakarta Gelar Seminar Literasi Penyiaran untuk Ormas Islam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211;  Ketua Bidang Infokom MUI DK Jakarta, Dr.M. Faiz Rafdi, M. Kom, membuka seminar ‘Literasi Penyiaran Aktivis Ormas Islam Jakarta, di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Selasa, (27/08/24). Seminar ini merupakan kerjasama Bidang Infokom MUI DK Jakarta dengan KPID Jakarta.</p>
<p>Dalam sambutannya, Faiz Rafdi mengatakan kegiatan ini penting di era digital saat ini.</p>
<p>“Ini harus didorong lagi. Sementara RUU Penyiaran lama sekali diusulkan tapi gak diketok. Ini ini masalah moral, revolusi mental yang berasal dari penyiaran gak disentuh-sentuh, ini penting,” sebagaimana disampaikan dalam sambutannya.</p>
<p>“Saya setuju bahwa konten-konten religi. Bicara halal masih konteksnya makanan dan pakaian. Konten-konten siaran itu perlu ada konsulasi. Tidak hanya semata mata mengejar rating. Apa jadinya umat islam Indonesia?” imbuhnya.</p>
<p>Sambutan Ketua KPID Jakarta yang disampaikan Komisioner KPID Jakarta, Arif Faturahman, M.Si mengatakan bahwa bagaimana KPID Jakarta menjamin dan memastikan masyarakat Jakarta mendapat informasi yang baik dan benar.</p>
<p>“Oleh karena itu, KPID Jakarta dalam hal pengawasan TV dan radio, harus juga dibaren gi oleh masyarakat, oleh ormas. Jadi pengawasan itu bukan hanya di KPID,” ucapnya.</p>
<p>Menurutnya kegiatan serupa kedepan bisa dilakukan. Sifat nya kolaborasi dan kerjasama. Baik antara KPID maupun TV dan radio di DKI Jakarta.</p>
<p>“Tugas kita, baik pemerintah, masyarakat, ormas bisa memastikan masyarakat mendapatkan tontonan yang baik, tidak hanya sekedar hiburan tapi juga edukasi, tambahnya.</p>
<p>Narasumber seminar, Sekertaris Umum MUI DK Jakarta, KH. Auza’I Mahfudz dalam pemaparannya mengatakan membawa orang menuju Allah itu dengan hikmah. Dengan hikmah itulah yang ditafsirkan dengan media media sekarang yang bisa digunakan.</p>
<p>“Kalau saya berbicara di satu majelis, berapa yang nonton? Paling banyak lima ribu orang. Ketika saya menyampaikan satu hadits. Yang nonton TVRI misalnya 30 juta, kalau sejuta yang amalin. Itu saya lagi ngopi dirumah. Pahala saya mengalir terus. Sederhana seperti itu. Buat konten, video-video yang ada unsur dakwah. Amal itu sangat luar biasa,” paparnya.</p>
<p>Menurutnya tidak harus dalam bentuk ceramah. Pesan kebaikan juga bisa. Ajarilah anak anak kalian dengan budaya mereka, bukan dengan budaya engkau. Karena anak anakmu diciptakan dimasa sekarang, bukan dimasa engkau. Semakin mudah berita diterima, maka semakin harus tinggi analisis kita, tambahnya.</p>
<p>“Kalau kebaikan tidak hadir, kemungkaran yang akan hadir. Kalau pesan nabi tidak hadir, pesan setan yang akan hadir. Kalau kita ngga mau memaksa diri kita untuk membuat konten atau kita yang bicara, peran untuk dakwah islam. Maka orang-orang yang melakukan kemungkaran yang akan masuk,” pesannya.</p>
<p>Masuklah ke media sosial dengan kebaikan-kebaikan secara masif atau kemungkaran yang sudah hadir memenangkan dari pada kebaikan, pungkasnya.</p>
<p>Seminar ini menghadirkan narasumber, Sekertaris Umum MUI DK Jakarta, KH. Auza’I Mahfudz, Ketua KPID Jakarta, Puji Hartoyo, SE.MM, Ketua Komisi Infokom MUI DK Jakarta, Raihan Febriansyah, M.Kom dan Produser Program Religi TVRI, Rita Hendri Okmawati. Dengan peserta dari ormas dan mahasiswa se-Jakarta.</p>
<p>Melalui Seminar Penyiaran Aktivis Ormas Islam Jakarta ini diharapkan masyarakat memahami cara berinteraksi dengan media secara bijak dan benar. Dengan indikator, kritis terhadap pesan media, paham tentang isu liputan media, menyadari media bisa mempengaruhi gaya hidup, sikap dan nilai.</p>
<p>Mengembangkan sensitivitas terhadap isi media, memahami persoalan pemilikan, finansial, dan regulasi industri media. Memperhitungkan peran media dalam pengambilan keputusan serta mampu mempengaruhi media.*</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/mui-dan-kpid-jakarta-gelar-seminar-literasi-penyiaran-untuk-ormas-islam/">MUI dan KPID Jakarta Gelar Seminar Literasi Penyiaran untuk Ormas Islam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.jurnas.com/images/posts/1/2024/2024-08-28/1101501daa4acc46a46360826e742a92_1.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Viral Video Dugem di Depan Masjid, MUI Angkat Bicara</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/viral-video-dugem-di-depan-masjid-mui-angkat-bicara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 01:29:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74190</guid>

					<description><![CDATA[<p>Video yang menampilkan aksi joget dugem yang dilakukan muda-mudi depan Masjid Agung Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, viral di media sosial</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/viral-video-dugem-di-depan-masjid-mui-angkat-bicara/">Viral Video Dugem di Depan Masjid, MUI Angkat Bicara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Video yang menampilkan aksi joget dugem yang dilakukan muda-mudi depan Masjid Agung Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Sekretaris MUI Sulsel Prof Muammar Bakry mengungkapkan, pihaknya harus mengklarifikasi sebelum mengambil kesimpulan dari video tersebut.</p>
<p>“Kita harus melakukan klarifikasi dan tabayyun agar respon yang kita berikan dapat objektif serta produktif bagi umat dan agama,” ucapnya saat dikonfirmasi di Kantor MUI Sulsel Jl Masjid Raya No 1 Makassar seperti dilansir dari laman MUI Sulsel.</p>
<p>Muamar mengungkapkan, setelah dikonfirmasi, kegiatan itu adalah rangkaian kegiatan Agusutusan yang biasa dilakukan dalam bentuk pawai. Kegiatan utama adalah di lapangan yang memang berdekatan dengan Masjid Agung Kota Sengkang. Dia menjelaskan, kemeriahan Agustusan yang biasa terjadi di berbagai tempat dengan iringan musik dan lagu.</p>
<p>Menurut Muamar, mereka adalah peserta Lampion. Dia menjelaskan, dari start dan sepanjang jalan hingga jelang finish mereka sudah berjoget. &#8220;Mungkin karena sudah keasyikan dengan dentuman musik dan tambah semangat saat finish, merekapun tambah ngegas jogetnya, mereka larut dan tak sadar bahwa mereka berada di area Masjid Agung. Jadi sebenarnya bukan panitia yang membuat acara khusus depan atau halaman masjid. Hanya kebetulan lapangan utama berdekatan dengan masjid,&#8221;ujar Muamar.</p>
<p>Kata Muammar yang juga sebagai Rektor UIM, Sengkang terkenal dengan Kota Santri. Dia mengatakan, kota tersebut memiliki kesan dari luar, jika ada yang menyebut dirinya dengan orang Sengkang, pasti identik dengan anak pangaji (pengaji) dan religius. Sengkang juga dikenal sebagai pusat pendidikan agama Islam di Sulawesi Selatan dengan ulama yang berkaliber dan melahirkan banyak ulama di Sulawesi bahkan Indonesia.</p>
<p>Dia pun menyayangkan jika pemandangan itu terjadi dekat pusat keislaman yakni Masjid Agung Kota Sengkang. Muammar mengungkapkan, jangankan Sengkang, di Makkah saja ada Abu Jahal, sebagaimana juga yang viral di Arab sudah ada diskotik dan lain-lain. Tempat yang baik tidak mutlak penduduknya semua alim beragama. Ada Abu Bakar pasti juga ada Abu Jahal. Bahkan di tempat yang paling mulia, maka penggodanya juga dari tingkatan elitnya.</p>
<p>Muammar berharap, dakwah Islam di mana pun apalagi di pusat keislaman yang tersohor, terus memainkan peran dakwahnya dan yang paling utama adalah pemerintah agar membina masyarakat menjadi masyarakat berakhlak dan berkarakter dengan nilai-nilai agama dan budaya ketimuran.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/viral-video-dugem-di-depan-masjid-mui-angkat-bicara/">Viral Video Dugem di Depan Masjid, MUI Angkat Bicara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/dugem-di-jalan-depan_240824074854-671.png" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Polemik Larangan Jilbab Paskibraka, MUI: Tak Pancasilais!</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/polemik-larangan-jilbab-paskibraka-mui-tak-pancasilais/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Aug 2024 09:41:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Larangan Jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Paskibraka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73609</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Kabar soal larangan penggunaan jilbab dalam tubuh Paskibraka yang bertugas di IKN menjadi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/polemik-larangan-jilbab-paskibraka-mui-tak-pancasilais/">Polemik Larangan Jilbab Paskibraka, MUI: Tak Pancasilais!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Kabar soal larangan penggunaan jilbab dalam tubuh Paskibraka yang bertugas di IKN menjadi sorotan di netizen. Belum ada konfirmasi dari Istana maupaun BPIP terkait dengan kabar tersebut. Tapi isu ini telah menuai komentar tajam dari warganet.</p>
<p>&#8220;Ini tdk pancasilais. Bagaimanpun Sila Ketuhanan Yg Maha Esa menjamin hak melaksanakan ajaran agama. Cabut arahan larangan berjilbab bagi paskibraka, atau pulang aja adik2 yg berjilbab jika dipaksa harus membuka jilbabnya,&#8221; tulis Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis lewat kicauan di Twitter.</p>
<p>Sementara akun mantan petinggi KPK, Novel Baswedan, menilai masalah ini adalah persoalan serius dan memalukan. Apalagi, Indonesia menjunjung tinggi nilai toleransi. &#8220;Ini persoalan serius dan memalukan, dinegara yang menjunjung tinggi toleransi terjadi hal spt ini. Mesti ditelusuri dan dipersoalkan agar hal spt ini tidak terjadi lagi.&#8221;</p>
<p>Dugaan pelarangan penggunaan jilbab bagi petugas Paskibraka Muslimah tahun ini mencuat. Hal itu dinilai janggal karena sejak lama, pasukan Paskibraka Muslimah sudah boleh berjilbab.</p>
<p>Hal ini disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Pusat, Irwan Indra. Ia mendapat kesempatan menjadi pasukan Paskibraka pada 2001 sebagai perwakilan dari Sumatra Utara. &#8220;Saat itu sudah dibolehkan berjilbab di daerah. Di nasional sudah sejak 2002. Dulu zaman Orde Baru memang tak boleh,&#8221; ujarnya dilansir Republika, Rabu (14/8/2024)</p>
<p>Irwan juga menjalankan tugas sebagai pembina Paskibraka sejak 2016. Saat itu, pembinaan Paskibraka masih di bawah Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Sejak 2022, pembinaannya di bawah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).</p>
<p>&#8220;Saya sejak 2016 jadi pembina Paskibra nasional di Cibubur jadi tahu betul kebiasaan-kebiasaannya,&#8221; ujar Irwan. Ia menuturkan, sejak 2016, mereka sudah mulai memikirkan betul soal penghargaan terhadap keyakinan masing-masing anggota Paskibraka.</p>
<p>&#8220;Kita sudah mulai melakukan penjagaan terhadap adik-adik dari hal-hal yang bertentangan dengan keyakinan mereka. Dulu ada tradisi mandi kembang dan balik celana dalam, itu konyol dan kita ubah,&#8221; ia menuturkan.</p>
<p>Soal pakaian untuk Paskibraka Muslimah yang hendak menjaga aurat juga dipertimbangkan. Misalnya, rok yang dipanjangkan dan penggunaan legging. &#8220;Bahkan pada 2021, pembawa baki Bendera Pusaka pakai jilbab. Makanya kita heran.&#8221;</p>
<p>Sebab itu, ia dan rekan-rekannya di PPI terkejut saat pada 13 Agustus lalu tak ada satupun Paskibraka putri yang berjilbab. &#8220;Kita kaget, koq ada yang berubah karena selama ini fine-fine saja soal keyakinan yang pake atau lepas jilbab,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dari situ kemudian muncul kerisauan di para senior di PPI daerah-daerah. Setelah ditelusuri, ternyata dari 38 provinsi ada 18 yang mengirimkan Muslimah berjilbab untuk jadi petugas Paskibraka pusat. &#8220;Kita cek ke semua PPI ke provinsi. Apakah benar tidak pakai jilbab? Mereka ramai bersuara, 18 provinsi pakai jilbab. Ada adik-adik kita yang sudah sejak SD sudah pakai jilbab,&#8221; kata Irwan.</p>
<p>Ia meyakini, lepasnya jilbab sebagian patugas Paskibraka karena faktor tekanan. &#8220;Nggak mungkin mereka sukarela, pasti ada tekanan,&#8221; kata dia.</p>
<p>Ia memaparkan, bentuk tekanannya bisa berupa ancaman dicadangkan atau tak dijadikan pasukan utama. &#8220;Malu dengan provinsi kalau sudah sampai di IKN tapi jadi cadangan, tak bawa baki,&#8221; ujarnya. Ia mengatakan sudah menanyakan ke pihak BPIP dan para pembina dari TNI-Polri soal hal ini namun belum mendapat kejelasan.</p>
<p>Atas polemik petugas yang melepas jilbab itu, PPI di sejumlah provinsi bergolak. &#8220;Teman-teman provinsi bereaksi, Aceh minta ke Kesbangpol untuk dipulangkan. Mereka tidak ridho, gadis Aceh yang berjilbab kok tiba-tiba tak berjilbab,&#8221; kata Irwan. &#8220;PPI di Palu di Sulawesi Tengah juga sudah protes.&#8221;</p>
<p>Pihak PPI juga berencana menyurati Presiden Joko Widodo terkait polemik ini. &#8220;Kalau saya yakin ini bukan perintah presiden, ini BPIP-nya karena dari dulu sudah semangat dan getol,&#8221; ujar Irwan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/polemik-larangan-jilbab-paskibraka-mui-tak-pancasilais/">Polemik Larangan Jilbab Paskibraka, MUI: Tak Pancasilais!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/0x0/webp/photo/p2/130/2024/08/14/2B993266-E957-4601-95F5-62DC94BE72B3-2602438884.jpeg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>MUI Ajak Umat Islam Indonesia Shalat Ghaib untuk Ismail Haniyeh</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/mui-ajak-umat-islam-indonesia-shalat-ghaib-untuk-ismail-haniyeh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Jul 2024 13:06:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Ismail Haniyeh]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73047</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Sudarnoto Abdul Hakim menyebut Haniyeh sebagai pahlawan bangsa Palestina dan pembela kemanusiaan</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/mui-ajak-umat-islam-indonesia-shalat-ghaib-untuk-ismail-haniyeh/">MUI Ajak Umat Islam Indonesia Shalat Ghaib untuk Ismail Haniyeh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan pernyataan duka cita atas syahidnya pemimpin biro politik Hamas, Ismail Haniyeh.  Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Sudarnoto Abdul Hakim menyebut Haniyeh sebagai pahlawan bangsa Palestina dan pembela kemanusiaan</p>
<p>“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Allahumagh firlahu warhamhu wa afihi wa’fu anhu. Dr Ismail Haniyeh telah gugur sebagai syahid dibunuh oleh Israel menyusul para syuhada sebelumnya. Insya Allah almarhum ditempatkan di sisi Allah di sorga Naim-Nya. Amin,” demikian pernyataan Sudarnoto yang diterima DepokPos.</p>
<p>Ia tak lupa mengajak dan menyerukan kepada masyarakat muslim khususnya untuk melaksanakan sholat ghoib dan berdoa untuk kejayaan dan kemerdekan Palestina.</p>
<p>Menurutnya, almarhum adalah seorang tokoh dan pemimpin bukan saja bagi Hamas, tapi bagi warga dan bangsa Palestina secara keseluruhan. “Tidak berlebihan untuk saya sampaikan dia adalah pejuang dan pembela kemanusiaan, kedaulatan yang telah berhasil membuka tabir dan membongkar kebusukan dan kejahatan Israel yang telah melakukan okupasi besar-besaran dan genosida yang paling bengis dan mengerikan di Palestina,” ujarnya.</p>
<p>Melalui kepemimpinannya di Hamas, kata Sudarnoto, perjuangan melawan Israel telah mendorong munculnya gelombang aliansi global di kalangan negara-negara dunia dan masyarakat secara lebih massif membela Palestina sejak Oktober 2023 hingga hari ini. “Perjuangan gigihnya, bersama dengan tokoh dan pejuang Hamas lainnya dan kekuatan perlawanan terhadap Israel, juga telah berhasil menggerakkan kekuatan global untuk membawa kejahatan Israel ke ICJ yang hingga hari ini hasilnya terus digerakkan hingga PBB memberikan keputusan akhir yang secara efektif menetapkan Israel bersalah karena terbukti melakukan okupasi dan genosida.”</p>
<p>Ia menekankan, apa yang terjadi di Palestina bukan saja konflik Hamas dan Israel, akan tetapi problem global karena secara nyata Israel telah melakukan pelanggaran hukum internasional. “Karena itu, semua elemen Masyarakat dunia dan juga negara-negara yang saat ini secara de facto telah memberikan dukungan bagi kedaulatan Palestina harus terus mendesak untuk kehancuran Israel.”</p>
<p>Menurutnya, pembunuhan Haniyeh menunjukkan bahwa Israel yang tidak akan pernah mendengar seruan gencatan senjata, bahkan berniat menghancurkan sama sekali Palestina. “Maka pendekatan militer sudah seharusnya dipertimbangkan. Jangan biarkan pembunuhan sistemik Israel terhadap siapapun dilakukan.”</p>
<p>Ia menekankan Negara-negara OKI perlu melakukan pertemuan darurat pascapembunuhan Ismail Haniyeh dan menetapkan langkah-langkah militer yang lebih terukur agar secara efektif bisa menghentikan pembunuhan dan pemusnahan yang dilakukan Israel. “Semua negara yang secara de facto juga sudah memberikan dukungan terhadap kedaulatan Palestina, penting untuk melakukan langkah-langkah memberikan dukungan untuk pendekatan militer ini.”</p>
<p>Ia tak lupa mengajak dan menyerukan kepada masyarakat muslim khususnya untuk melaksanakan sholat ghoib dan berdoa untuk kejayaan dan kemerdekan Palestina.Ismail Haniyeh wafat dibunuh saat mengunjungi Iran pada Rabu (31/7/2024). Iran sejauh ini masih menyelidiki pembunuhan tersebut.</p>
<p>Syahidnya kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran menimbulkan gelombang kejut di dunia Islam. Sejumlah ulama Indonesia juga mengecam pembunuhan tersebut.</p>
<p>Ketua MUI Bidang Dakwah, KH Cholil Nafis menyatakan, pembunuhan Haniyeh sangat berpotensi memicu eskalasi konflik. Terlebih ada faktor pelanggaran kedaulatan Iran dalam insiden tersebut.</p>
<p>“Ini sangat rawan memicu perang dunia ketiga. Karena ini kehormatannya Iran, koq bisa bobol,” kata dia dalam acara Forum Ukhuwah Islamiyah yang digelar MUI di Jakarta, Rabu (31/7/2024). Kebetulan, acara itu juga membahas fatwa pemboikotan produk-produk terafiliasi Israel terkait genosida yang dilakukan di Jalur Gaza.</p>
<p>Hal serupa disampaikan Ketua PBNU Ahmad Fahrurruzi Burhan dalam acara yang sama. Menurutnya, pembunuhan Haniyeh adalah perkembangan yang mengkhawatirkan. “Ini penghinaan luar biasa, bagaimana tokoh perjuangan Palestina dibunuh di Iran,” kata Gus Fahrur, sapaan akrabnya.</p>
<p>Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh juga menekankan bahwa pembunuhan Haniyeh adalah contoh kebrutalan Israel. Menurutnya, Haniyeh adalah pahlawan dan pejuang Palestina. “Mari kita kirimkan ummul Quran al Fatihah untuk al syahidun Ismail Haniyeh,” ujarnya.</p>
<p>Haniyeh diketahui merupakan pemimpin politik yang kerap melakukan diplomasi di berbagai negara. Belum lama ini, Ismail Haniyeh terlibat dalam pembicaraan di Doha. Bahkan Haniyeh sempat bertemu dengan mantan wakil presiden RI Jusuf Kalla.</p>
<p>“Saudara Ismail Haniyeh, kepala biro politik gerakan Hamas, dan sejumlah pemimpin gerakan tersebut, menerima Dr Jusuf Kalla, ketua Dewan Masjid di Indonesia dan mantan Wakil Presiden Indonesia, di ibu kota Qatar, Doha,” demikian bunyi pernyataan yang dilansir Hamas dan diperoleh Republika pada Sabtu (13/7/2024).</p>
<p>Menurut pernyataan itu, dalam pertemuan JK menyampaikan belasungkawa atas syahidnya sejumlah putra, cucu, juga saudara perempuan Ismail Haniyeh. Pada April, serangan udara Israel di Gaza menewaskan tiga putra dan empat cucu Haniyeh.</p>
<p>Dalam pernyataan teranyar Rabu (31/7/2024), Jusuf Kalla mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Ismail Haniyeh. Menurut JK, Ismail merupakan seorang pejuang.</p>
<p>“Innalillahi, wa inna ilahi rojiun, atas wafatnya Ismail Haniyeh hari ini (31/7/2024). Haniyeh adalah seorang pejuang Palestina dari Gaza yang memiliki kepemimpinan kuat di kalangan Palestina,” kata Jusuf Kalla kepada Republika, Rabu (31/7/2024).</p>
<p>“Kita semua mengharapkan cita-cita, dan perjuangan Ismail Haniyeh untuk kedamaian di Palestina bisa tetap tercapai,” kata Jusuf Kalla.</p>
<p>Menurutnya, meskipun situasi peperangan di Jalur Gaza tetap mengeras, kedukaan atas wafatnya Ismail Haniyeh segera lekas. “Kita semua berdoa, semoga arwah Ismail Haniyeh diterima di sisi Allah Subhana Wata’ala, dan cita-cita Ismail Haniyeh untuk perdamaian dan kemerdekaan Palestina tetap bisa tercapai dan diraih,” ujar Jusuf Kalla.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/mui-ajak-umat-islam-indonesia-shalat-ghaib-untuk-ismail-haniyeh/">MUI Ajak Umat Islam Indonesia Shalat Ghaib untuk Ismail Haniyeh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i.guim.co.uk/img/media/a4d4832227d8132ac1b03f39e46e6496911b7fdd/0_354_5679_3408/master/5679.jpg?width=465&#038;dpr=1&#038;s=none" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Wacana Korban Judi Online Terima Bansos, MUI Lebak Minta Dikaji ulang</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/wacana-korban-judi-online-terima-bansos-mui-lebak-minta-dikaji-ulang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 06:48:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bansos]]></category>
		<category><![CDATA[Judi Online]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=69948</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memberikan bansos kepada korban judi online tentu dinilai tidak memberikan solusi yang baik dan tepat</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/wacana-korban-judi-online-terima-bansos-mui-lebak-minta-dikaji-ulang/">Wacana Korban Judi Online Terima Bansos, MUI Lebak Minta Dikaji ulang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Memberikan bansos kepada korban judi online tentu dinilai tidak memberikan solusi yang baik dan tepat</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>BANTEN</strong></a> &#8211; Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak meminta dikaji ulang secara mendalam korban judi online menerima bantuan sosial (bansos), karena hingga kini menimbulkan polemik di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kita berharap pemerintah terlebih dulu melakukan kajian ulang bagi korban judi online untuk menerima bansos,&#8221; kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Ahmad Hudori di Rangkasbitung, Lebak, Selasa.</p>
<p>Selama ini, katanya maraknya judi online di masyarakat itu menjadikan pertanyaan, apakah mereka benar &#8211; benar korban judi online atau sengaja berjudi online.</p>
<p>Sebab, mereka para korban judi online itu usianya beragam mulai kanak-kanak, dewasa hingga orang tua.</p>
<p>Begitu juga korban judi online berbagai profesi mulai pengangguran, ibu rumah tangga, buruh bangunan, ASN,Polri, TNI dan lainnya.</p>
<p>Para korban judi online tersebut tentu tidak semua menimbulkan kemiskinan dan patut menerima bansos.</p>
<p>Sebaiknya, kata dia, korban judi online itu perlu ada pengkajian secara menyeluruh dan komprehensif baik dari sudut sosial, agama, budaya dan nilai etika di masyarakat.</p>
<p>Saat ini, pemerintah akan memberikan bansos kepada korban judi online tentu dinilai tidak memberikan solusi yang baik dan tepat.</p>
<p>Bagaimana jika korban judi online mendapatkan bansos berupa bantuan langsung tunai (BLT) dipastikan akan digunakan kembali judi online.</p>
<p>Oleh karena itu, MUI Lebak menyarankan untuk korban judi online bagi usia kanak-kanak dan dewasa dilakukan pembinaan khusus, termasuk orang tua.</p>
<p>&#8220;Kami bukan tidak setuju korban judi online menerima bansos,namun perlu dikaji ulang secara khusus dan mendalam agar mereka ke depannya tidak menjadi korban judi online lagi,&#8221; katanya menjelaskan.</p>
<p>Menurut dia, judi online banyak diminati masyarakat karena tidak secara langsung mendapatkan pengawasan aparat keamanan.</p>
<p>Mereka, katanya begitu leluasa untuk memainkan judi online di handphone android miliknya dengan permainan game atau slot.</p>
<p>Bahkan, lebih berbahaya, kata dia, judi online itu sudah kecanduan.</p>
<p>Awalnya, mereka judi online itu memasang Rp5 ribu hingga Rp20 ribu, tetapi semakin lama bisa mengakibatkan kekalahan cukup besar hingga kendaraan dan rumah dijual.</p>
<p>Selain itu juga melakukan tindakan kejahatan dan kriminal serta menimbulkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).</p>
<p>Para judi online itu kebanyakan membawa kemudaratan dan kesengsaraan terhadap pelaku maupun keluarga dibandingkan manfaatnya.</p>
<p>MUI Lebak mengharamkan semua jenis perjudian karena dampaknya merugikan diri sendiri dan keluarga.</p>
<p>Dengan demikian, pihaknya mendesak aparat keamanan agar menutup perjudian online karena hingga saat ini masih banyak aplikasi perjudian online.</p>
<p>&#8220;Kami minta aparat keamanan menangkap para bandar judi online karena membahayakan bagi masyarakat Indonesia,&#8221; katanya menjelaskan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/wacana-korban-judi-online-terima-bansos-mui-lebak-minta-dikaji-ulang/">Wacana Korban Judi Online Terima Bansos, MUI Lebak Minta Dikaji ulang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://politikaonline.co/content/media/article/2024-06-15/wow-pemerintah-wacanakan-beri-bansos-untuk-korban-judi-online-politika-online-jzYUSXhXih.png" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
