6 Tips Mengelola Keuangan Keluarga dengan Benar

DEPOK POS – Mengelola keuangan keluarga dengan baik merupakan suatu kunci dari kesuksesan keluarga. Dalam mengelola keuangan keluarga itu lebih rumit jika dibandingkan dengan mengelola keuangan secara pribadi karena tentunya dalam mengelola keuangan keluarga melibatkan banyak orang seperti suami, istri, anak-anak dan lain sebagainya.

Jika dalam pengelolaan keuangan keluarga ini berjalan dengan tepat dan benar, maka beruntunglah anggota keluarga yang menerapkan pengelolaan keuangan. Namun jika salah dalam mengelola keuangan, maka siap-siaplah mengalami masalah dalam keuangan bahkan sebelum habis bulan.

Dalam Kehidupan berkeluarga tidak pernah lepas dari yang namanya masalah finansial atau keuangan. Karena itulah, dalam mengatur dan mengelola keuangan setiap keluarga bukanlah perkara yang bisa dibilang dibilang mudah. Perlu cara mengatur atau mengelola keuangan keluarga yang benar agar seluruh kebutuhan keluarga bisa terpenuhi.

Apa risiko yang akan terjadi nantinya apabila kita salah dalam mengatur atau mengelola keuangan keluarga? Pasti Dampaknya bisa sangat buruk bagi keluarga. Dalam mengelola keuangan keluarga bisa saja diterapkan dengan mengganggu keharmonisan keluarga. Lalu bagaimana cara kita mengelola keuangan keluarga dengan baik dan benar?

Berikut ini adalah beberapa cara-cara yang bisa kita lakukan dalam mengelola keuangan keluarga secara efektif.

1. Buat daftar pengeluaran prioritas bulanan

Daftar ini bisa membantu kita dalam mengelola keuangan keluarga secara efektif. Dengan adanya daftar prioritas bulanan ini, alokasi dan pengeluaran dana keluarga akan menjadi lebih tertata dengan baik. Pengeluaran keluarga yang masuk dalam daftar prioritas antara lain seperti biaya makan sehari-hari, belanja kebutuhan dapur, tagihan air, tagihan listrik, biaya transport kerja, biaya pendidikan anak apabila sudah memasuki usia sekolah, hingga cicilan rumah atau keluarga.

Selain membantu dalam mengelola keuangan keluarga, Daftar seperti ini akan menjadi pengingat bahwa kebutuhan prioritas harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum kemudian bisa dialokasikan untuk kebutuhan tersier dan sekunder.

2. Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Ketika kita sudah bekeluarga atau berumah tangga, sudah pasti ada yang namanya kebutuhan-kebutuhan yang wajib dipenuhi. Contohnya kebutuhan untuk keperluan dalam sehari-hari seperti makan sampai alokasi pendidikan jika kita sudah memiliki anak. Namun, pada praktiknya, keuangan keluarga tidak hanya digunakan dalam kebutuhan yang bersifat wajib saja namun juga digunakan untuk belanja yang berdasar dari keinginan semata saja.

Celakanya, terkadang kita malah mengalokasikan dana keluarga lebih banyak bukan pada kebutuhan tetapi keinginan. Padahal, banyak dari keinginan kita yang sebenarnya belum terlalu perlu-perlu amat. Contohnya seperti membeli gadget terbaru, fasyen terkini, liburan, hingga barang-barang lainnya yang bersifat tersier dan sekunder. Semuanya, bisa memakan dana yang tidak sedikit tentunya.

Meski begitu, semua hal tersebut bukannya dilarang untuk dipenuhi. Artinya, kita boleh mengalokasikan dana untuk hal-hal tersebut setelah kebutuhan primer dalam keluarga terpenuhi. Apa saja kebutuhan primer dalam keluarga? Yang pertama jelas kebutuhan untuk hidup sehari-hari seperti makan, pendidikan anak, transportasi ataupun cicilan rumah.

3. Siapkan dana darurat

Cara mengelola keuangan keluarga berikutnya adalah mempersiapkan dana darurat. Dalam menjalani kehidupan berkeluarga, tidak semuanya bisa berjalan dengan mulus sesuai yang direncanakan. Banyak hal yang tiba-tiba saja terjadi di luar dari rencana. Contoh yang sering terjadi adalah musibah seperti PHK, kecelakaan, hingga krisis ekonomi yang berskala besar. Apabila salah satu dari ketiga hal tersebut terjadi, maka sumber penghasilan keluarga tentunya bisa terganggu. Saat itulah manfaat dari memiliki anggaran dana darurat bisa dirasakan.

4. Hitung seluruh pendapatan

Untuk mengelola keuangan keluarga yang efektif, yang perlu kita lakukan adalah dengan menghitung seluruh pendapatan yang masuk selama sebulan. Pendapatan di sini bukan hanya dari penghasilan gaji bulanan, tapi juga termasuk dalam insentif yang kita dapat bila menerima upah lembur hingga keuntungan bila kita berinvestasi.

Ini sangat penting dilakukan agar kita bisa membagi alokasi penghasilan yang kita miliki ke dalam kebutuhan yang harus kita penuhi. Ingat, yang pertama harus dipenuhi adalah kebutuhan yang bersifat primer. Dengan menghitung seluruh pendapatan yang ada dan mengatur keuangan keluarga akan menjadi lebih mudah.

5. Jaga rasio hutang

Untuk mengelola keuangan keluarga, yang paling baik sebenarnya adalah dengan menghindari hutang. Karena, tagihan dan kewajiban dalam membayar hutang bisa menjadi beban yang membuat keuangan keluarga terganggu. Namun, ada sejumlah faktor yang mau tidak mau membuat kita berhutang.

Bila kita terpaksa berhutang, pastikan hanya boleh dipergunakan untuk hal-hal yang merupakan kebutuhan pokok atau primer namun tidak dapat dipenuhi dalam waktu dekat. Seperti, cicilan rumah. Di luar itu, sebaiknya di hindari untuk berhutang.

Selain itu, yang wajib kita lakukan untuk mengelola atau mengatur keuangan yang baik adalah dengan menjaga rasio utang kita, Sebisa mungkin, pastikan kewajiban kita membayar tagihan hutang tidak melebihi dari 30 persen penghasilan yang kita miliki. Lebih dari itu, keuangan keluarga kita akan terganggu.

6. Alokasikan untuk tabungan, asuransi, dan investasi

Selain mengalokasikan penghasilan untuk dana cadangan atau darurat, kita juga perlu mengalokasikan penghasilan untuk keperluan di luar kebutuhan rutin. Antara lain pengeluaran untuk tabungan, investasi dan asuransi. Ketiganya termasuk dalam cara mengatur keuangan yang baik dan memiliki manfaat yang tidak sedikit.

Muhammad Khoirul Ihza Mahendra
STEI SEBI

Pos terkait