DEPOK POS – Saat ini semakin ketatnya persaingan usaha yang terjadi, banyak sekali yang membuka jenis bisnis yang sama disatu daerah dan menyebabkan para pengusaha saling menjatuhkan harga untuk dapat terus bertahan di pasarnya. Akibat dari persaingan ini banyak para pelaku usaha khususnya UMKM yang mengalami kebangkrutan dan akhirnya tutup usaha.
Dengan semakin banyaknya persaingan usaha yang terjadi kita sebagai pelaku bisnis harus dapat mencari ide-ide dan strategi pemasaran yang kreatif dan inovatif. Dengan adanya strategi yang kreatif dan inovatif maka peluang bisnis anda akan terbuka dan anda akan memunculkan ide yang kreatif pada bisnis anda yang tidak terpikirkan oleh para pesaing usaha anda. Dan salah satu strategi ini disebut dengan Blue Ocean Strategy. Strategi ini dapat memecahkan jalan anda agar anda tidak terperangkap di zona nyaman terus menerus.
Lalu apa itu Blue Ocean Strategy itu?
Blue Ocean Strategy diperkenalkan pertama kali oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne. Ini adalah skema pemasaran pasifis dan dianggap sebagai alat perencanaan startegi untuk menilai bisnis. Blue Ocean Strategy ini di analogikan sebagai Samudra Biru digunakan untuk membuka potensi pasar yang lebih luas dengan memunculkan permintaan baru. Strategi bisnis yang berani tampil berbeda dengan bisnis yang lain sehingga nyaris tidak memiliki competitor di bidangnya.
Strategi ini juga menekankan perusahaan untuk tidak memenangkan persaingan dengan cara melakukan head to head dengan persaingan. Dengan artian melepas kondisi bisnis anda yang tadinya berada di Read Ocean kedalam kondisi Strategi Blue Ocean.
Read Ocean adalah kondisi di mana adanya persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan pasar yang sama dengan kompetitor dan saling menjatuhkan. Sedangkan kalau dalam Blue Ocean itu nyaris tidak ada competitor karena dari awal bisnis tersebut dibangun dengan tampilan yang berbeda dari para pesaingnya. Menciptakan ruang pasar baru, menjalankan ide dan inovasi baru atau melakukan sesuatu yang belum dilakukan pesaing. Kita yang memulai dan bisa dikatakan sebagai pioneer.
Perbedaan Blue Ocean dan Red Ocean Strategy

Penerapan Blue Ocean Strategy
⦁ Fokus pada target pasar
Focus pada pasar, pikirkan dan ciptakan konsep bisnis yang belum terbayangkan oleh competitor anda. Focus berbicara mengenai titik-titik penting yang menjadi pusat perhatian. Perusahaan tidak dapat menyebarkan usahanya ke semua factor dalam arena bisnis. Profil strategis perusahaan harus bisa dengan jelas menunjukan di mana letak focus usahanya. Misalnya anda suka dengan lukisan dan memiliki bisnis kafe, maka anda bisa menghadirkan konsep unik, seperti terdapat koleksi lukisan dari berbagai daerah. Hal tersebut bisa menjadi daya Tarik tersendiri bagi para konsumen anda.
⦁ Divergensi atau bergerak menjauh
Yakni menjauh dari pemain-pemain lain. Hal ini bisa dilakukan sebagai suatu hasil dari mencari dan melihat alternatif dan bukan membanding-bandingkan diri dengan pesaing. Tujuannya jelas, yakni keluar dari “permainan” dan menciptakan “mainan” yang baru dengan menciptakan inovasi sehingga produk yang dihasilkan berbeda dan memiliki nilai yang lebih.
⦁ Motto yang memikat
Bukan hanya sekedar menghasilkan produk, proses mengkomukasikannya pun harus menjadi perhatian. Motto/slogan menjadi salah satu daya Tarik utama bagi konsumen. Motto yang baik tidak hanya mampu menyampaikan pesan secara jelas dan menarik, tetapi juga mengiklankan penawaran secara jujur. Karena jika tidak demikian perusahaan tersebut akan kehilangan kepercayaan dan minat dari konsumennya.
Untuk menghadapi persaingan dengan menerapkan strategi Blue Ocean Strategy, ada 4 kerangka kerja yang harus dilakukan pebisnis, yakni :
⦁ Eliminate (Menghapus)
Dalam bisnis akan selalu ada hal yang sebenarnya dianggap baik namum tidak berguna bagi masyarakat. Maka, sebaiknya hal-hal tidak bernilai dari produk harus dieliminasi atau dihapuskan agar produk mampu memaksimalkan fitur dan bagian yang tersedia.
⦁ Reduce (Mengurangi)
Maksud Mengurangi di sini adalah mengurangi unsur-unsur yang nilainya kurang namun tetap diperlukan. Jika kita ingin menghilangkan fitur yang tidak berguna secara menyeluruh, setidaknya pebisnis dapat mengurangi yang di bawah standar industry. Dengan begitu pengeluaran akan lebih hemat. Namun jika fitur tersebut tidak memberikan banyak kontribusi sekaligus nilai pada masyarakat, sebaikya hal tersebut dihilangkan. Sehingga, akan lebih terarah sekaligus menghasilkan keuntungan yang lebih baik.
⦁ Raise (Meningkatkan)
Jika pebisnis sudah mengurangi fitur yang kurang bermanfaat, Langkah selanjutnya adalah meningkatkan standar dan juga fitur yang memiliki keunggulan. Hal tersebut akan menjadi peluang ubtuk membuta sebuah pembeda dari produk pesaing.
⦁ Create (Menciptakan)
Tindakan yang harus dilakukan yaitu menciptakan hal-hal baru yang belum pernah ada dan dilakikan oleh industry baru. Hal tersebut akan menciptakan terobosan baru yang mampu memikat hati para konsumen. Anda harus menciptakan fitur yang terbukti mampu memberikan nilai dan manfaat lebih untuk konsumen. Karena, adanya hal tersebut akan membuat bisnis kita diterima oleh masyarakat luas.
Itulah hal-hal yang harus diperhatikan jika anda tertarik untuk memulai Blue Ocean Strategy pada bisnis anda. Dalam menciptakan pasar yang baru dan mendukung penerapan Blue Ocean Strategy memang tidak semudah yang kita bayangkan. Dibutuhkan kerja keras, analisis data yang banyak dan mungkin modal yang cukup besar. Namun hal ini akan sebanding jika strategi ini berhasil diterapkan, karena aka nada potensi layanan atau produk baru pada bisnis anda untuk menciptakan kebutuhan baru yang memiliki nilai kentungan tinggi.
Oleh Izzatul Nurul Hanna Mahasiswi STEI SEBI





