Kabartoday, AMBON – Dua siswa yang sedang mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun 2025 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku diduga saling adu jotos alias baku pukul.
Dua siswa SPN Polda Maluku yang beradu bogem mentah ini berinisial AT dan MAH. Kedua calon bintara Polri ini terlibat perkelahian pada Senin (9/12/2025) sore di kompleks SPN Polda Maluku Desa Passo, Kecamatan Baguala Kota Ambon.
Dua siswa ini, sedang mengikuti pendidikan bersama 69 siswa lainnya untuk nantinya dapat menjadi insan pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Akibat duel sesama calon bintara Polri ini, siswa MAH mengalami patah tulang hidung. Saat ini MAH sementara menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Maluku di kawasan Pandan Kasturi, Ambon.
Belum diketahui apa penyebab sehingga dua siswa yang nantinya menyandang pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) saling adu kekuatan fisik.
Peristiwa perkelahian ini menandakan masih minimnya jiwa korsa dalam diri dua siswa SPN Polda Maluku ini.
Jiwa korsa adalah semangat kebersamaan, kesatuan, dan solidaritas yang mendalam dalam suatu kelompok atau organisasi (korps), ditandai dengan rasa kekeluargaan, saling membantu, melindungi, serta kebanggaan menjadi bagian dari korps tersebut, tanpa menjadi fanatisme buta.
Perkelahian ini juga mempertontonkan mental kepribadian kedua siswa ini belum layak untuk menjadi seorang polisi.
Padahal, mereka sudah empat bulan lebih menjalani pendidikan dan latihan di SPN Polda Maluku yang dipimpin Kombes Romy Agusriansyah selaku Kepala SPN.
Dua siswa ini merupakan bagian dari 71 siswa yang lulus seleksi penerimaan Bintara Polda Maluku tahun 2025. Pembukaan pendidikan pada 30 Juli 2025 lalu oleh Kapolda Maluku saat itu Inspektur Jenderal Polisi Edy S Tambunan. Setelah menjalani pendidikan hampir 7 bulan, mereka akan dilantik menjadi bintara Polri dengan pangkat Bripda pada 24 Februari 2026 nanti.
Terkait permasalahan ini, Kepala SPN Polda Maluku Kombes Pol Romy Agusriansyah belum memberi keterangan saat dikonfirmasi media ini.
Saat wartawan media ini mendatangi Kantor SPN Polda Maluku dan langsung melapor ke bagian Urusan Administrasi dan Ketatausahaan (Urmintu) dengan tujuan konfirmasi, namun belum berhasil menemui Kombes Romy Agusriansyah.
Saat itu, wartawan media ini sempat menemui AKBP Hendra Haurissa sebagai Kepala Korps Siswa (Kakorsis) SPN Polda Maluku namun Hendra enggan memberi komentar.
Demikian pula Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi juga bungkam. Saat wartawan media ini menyambangi Kantor Bid Humas Polda Maluku di lantai IV Mapolda Maluku, juga enggan berkomentar. Lewat salah satu stafnya, Kombes Rositah malah meminta wartawan media ini untuk langsung saja ke Kepala SPN Polda Maluku. Padahal Kabid Humas merupakan jabatan sebagai corong informasi Polda Maluku.
Informasi yang dihimpun media ini, hingga berita ini dipublish, siswa SPN Polda Maluku MAH masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Maluku dan akan segera menjalani operasi karena patah tulang hidung. (IMRAN)






