Era daring, Waspada Penggunaan Layar Terlalu Lama

Oleh: Maulidya Sekar Aulia, Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Sepanjang tahun 2020 ini, dunia kesehatan disibukan dengan penyakit baru yang disebut COVID-19. Penyakit ini disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan di China pada Desember 2019(1). Sejak awal ditemukannya COVID-19 terdapat 218 negara di dunia terkena dampak dari penyakit ini dan kemungkinan dapat terus berlanjut(2). Transmisi penyakit melalui droplet orang ke orang ini mengakibatkan penyebaran kasus yang sangat cepat sehingga dibentuknya kebijakan-kebijakan baru di hampir seluruh Negara(3). Kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia sejak Maret 2020 antara lain adanya perubahan aktivitas masyarakat di berbagai bidang seperti pekerjaan dan pendidikan yang mengharuskan masyarakat untuk tetap di rumah.

Adanya sistem daring seperti Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang mengharuskan masyarakat untuk berhadapan dengan layar gadget seperti laptop, komputer, dan handphone. Selain itu, rasa bosan selama di rumah juga menjadi penyebab masyarakat menatap layar terlalu lama. Hasil penelitian Neza Stiglic dan Russel M Viner yang melihat hubungan efek dari waktu penggunaan layar dengan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak dan remaja membuktikan bahwa waktu penggunaan layar yang terlalu lama berbahaya bagi kesehatan anak dan remaja seperti penumpukan lemak dalam tubuh (adipositas), pola makan tidak sehat, gejala depresi, dan juga kualitas hidup(4).

Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2018, Indonesia masuk ke dalam lima negara dengan jumlah penduduk yang mengalami gangguan penglihatan terbanyak yaitu Cina, India, Pakistan, Indonesia, dan Amerika Serikat. Penyebab dari gangguan penglihatan tersebut antara lain gangguan refraksi, katarak, Age Related Macular Degeneration (AMD), glaukoma, kekeruhan kornea, retinopati diabetik, trachoma dan lainnya(5). Adanya anjuran untuk tetap di rumah selama pandemi COVID-19, meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mata dikarenakan adanya peningkatan penggunaan gadget. Peningkatan penggunaan gadget ini menyebabkan mata melihat layar terlalu lama sehingga timbul “Computer Video Syndrome” dengan gejala mata lelah, tegang, kering, buram dan mata merah(6). Selain gejala-gejala yang berkaitan dengan mata, syndrom ini juga menyebabkan sakit kepala, nyeri leher dan nyeri bahu. Computer video syndrome disebabkan karena beberapa hal. Pertama, ketika menatap layar mata terus bergerak dan memfokuskan mata dalam waktu yang lama sehingga otot mata bekerja lebih keras. Kedua, huruf pada layar komputer tidak setajam pada media cetak yang menyebabkan membutuhkan fokus yang lebih. Ketiga, sinar cahaya dari gadget yang mengganggu mata. Keempat, frekuensi berkedip yang sedikit sehingga mata menjadi kering(7).

Walaupun penyakit ini bukan suatu penyakit yang serius dan bersifat sementara, alangkah baiknya jika kita dapat mencegah atau menanggulangi syndrom tersebut. Berikut adalah cara dalam menjaga kesehatan mata Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berdasarkan anjuran Kemenkes RI.

1. Batasi waktu penggunaan gawai/komputer yaitu maksimal 2 jam dan apabila menggunakan lebih dari 2 jam secara terus menerus maka terapkan rumus 20-20-20. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi ketegangan pada mata akibat menatap layar terlalu lama(8).
2. Posisikan layar tepat di tengah pandangan anda dengan jarak minimal 30-50 cm dari mata.
3. Apabila Anda menggunakan kacamata minus, maka tetap gunakan kacamata saat menatap layar untuk mengindari melihat layar terlalu dekat.
4. Untuk anak-anak, lakukan istirahat “Green Time” yaitu melakukan kegiatan di luar rumah dengan melihat yang hijau-hijau seperti daun, rerumputan, pepohonan dan melakukan aktifitas fisik(9).

Selain anjuran dari Kemenkes tersebut, dr. Andi Marsa Nadhira seorang spesialis mata dalam artikel Kementerian Kominfo juga memberikan beberapa tips, diantaranya dengan sering mengedipkan mata untuk menjaga agar mata tidak kering dengan rumus 20-20-20 yaitu setiap 20 menit menatap layar, maka istirahatkan mata selama 20 detik dan lihatlah benda-benda yang berjarak 20 kaki atau sekitar 60 cm. Sesuaikan pengaturan layar yaitu tingkat keterangan, kontras serta ukuran huruf sesuai dengan kenyamanan Anda. Relaksasikan mata dengan menggosok-gosok kedua tangan hingga hangat kemudian letakkan tangan di atas kelopak mata yang terpejam atau dengan memijat kedua pelipis mata. Perhatikan posisi duduk dan susun meja kerja atau belajar Anda, hal tersebut dilakukan agar mengurangi gerakan menunduk dan menengadah secara berulang yang dapat mengakibatkan sakit pada leher Anda. Terakhir, sesuaikan cahaya lingkungan sekitar agar tidak terlalu gelap ataupun terang untuk mengurangi refleksi dari cahaya matahari/lampu(7).

Mengkonsumsi buah dan sayur juga dapat menjaga kesehatan mata dengan kandungan-kandungan baik didalamnya. Berikut adalah buah dan sayur yang dapat menjaga kesehatan mata berdasarkan informasi dari Direktorat Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, antara lain:

1. Wortel, memiliki kandungan beta karoten, vitamin B6 dan C, kalsium, kalium dan fosfor yang kemudian di ubah tubuh menjadi vitamin A.
2. Brokoli, mengandung nutrisi zeaxathin dan lutein untuk melindungi mata dari sinar ultraviolet dan mengurangi risiko terkena katarak.
3. Bayam, sama seperti brokoli, bayam juga mengandung banyak zeaxathin dan lutein. Selain itu juga mengandung vitamin B6, C, dan K, zat besi, sulfur, fosfor, klorofil
4. Tomat, mengandung nutrisi-nutrrisi yang penting untuk menjaga kesehatan mata seperti vitamin A, C dan lycopene.
5. Alpukat, mengandung paling banyak lutein jika dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Lutein itu sendiri berfungsi untuk mencegah degenerasi mata kataak dan macular.
6. Pisang dan mangga, mengandung vitamin A yang bagus untuk menjaga kesehatan mata.
7. Ubi jalar, mengandung vitamin A dan C. Kebutuhan harian akan vitamin A dapat terpenuhi dengan mengkonsumsi satu mangkuk ubi jalar(10).

Kesehatan merupakan hal yang sangat berharga, maka dari itu menjaga kesehatan mata kita juga penting karena penglihatan merupakan hal yang sangat berperan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Jangan sampai karantina yang merupakan langkah pencegahan COVID-19 justru menimbulkan penyakit lain bagi yang menjalankannya. Maka dari itu, yuk lakukan tips-tips di atas agar mata kita selalu sehat.

REFERENSI
1. Pertanyaan dan Jawaban terkait Coronavirus [Internet]. [cited 2020 Oct 19]. Available from: https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public
2. WHO Coronavirus Disease (COVID-19) Dashboard | WHO Coronavirus Disease (COVID-19) Dashboard [Internet]. [cited 2020 Oct 19]. Available from: https://covid19.who.int/table
3. WHO. Transmisi SARS-CoV-2: implikasi terhadap kewaspadaan pencegahan [Internet]. 2020 Jul [cited 2020 Nov 24]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/transmisi-sars-cov-2—implikasi-untuk-terhadap-kewaspadaan-pencegahan-infeksi—pernyataan-keilmuan.pdf?sfvrsn=1534d7df_4
4. Stiglic N, Viner RM. Effects of screentime on the health and well-being of children and adolescents: A systematic review of reviews. BMJ Open [Internet]. 2019 Jan 1 [cited 2020 Nov 14];9(1). Available from: /pmc/articles/PMC6326346/?report=abstract
5. Ismandari F. Infodatin Situasi Gangguan Penglihatan. Kementrian Kesehat RI Pus Data dan Inf [Internet]. 2018; Available from: https://pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-Gangguan-penglihatan-2018.pdf
6. Is all this online learning straining your eyes? – Playtimes [Internet]. [cited 2020 Nov 2]. Available from: https://www.playtimes.com.hk/virtual-learning-and-vision/
7. Purmadi AA. Menjaga Kesehatan Mata Dalam Menjalani Aktivitas Pelatihan Daring – Pusdiklat Kementerian Kominfo [Internet]. Pusdiklat Kementerian Kominfo. 2020 [cited 2020 Nov 2]. Available from: https://pusdiklat.kominfo.go.id/2020/07/31/2382/menjaga-kesehatan-mata-dalam-menjalani-aktivitas-pelatihan-daring/
8. Menjaga Kesehatan Mata di Era Daring – Direktorat P2PTM [Internet]. P2PTM Kemenkes RI. 2020 [cited 2020 Nov 2]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/gangguan-indera/menjaga-kesehatan-mata-di-era-daring
9. Bagaimana menjaga kesehatan mata Anak pada saat pandemi Covid-19? [Internet]. Direktorat P2PTM Kemenkes RI. 2020 [cited 2020 Nov 2]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/gangguan-indera/bagaimana-menjaga-kesehatan-mata-anak-pada-saat-pandemi-covid-19
10. Omeoo. Buah dan Sayur Pelindung Mata, Ini Daftarnya – Direktorat P2PTM [Internet]. P2PTM Kemenkes RI. 2017 [cited 2020 Nov 2]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/buah-dan-sayur-pelindung-mata-ini-daftarnya

Pos terkait