DEPOK POS – Seperti banyak yang sudah kita ketahui di berbagai media, kenakalan remaja saat ini sudah melebihi batas normalnya dan banyak lagi terlibat dalam kejahatan lain yang melanggar norma sosial dan aturan hukum. Jadi salah satu kenakalan remaja yang biasa dilakukan atau banyak terjadi itu adalah tawuran antar pelajar. Biasa nya tawuran ini masih sering terjadi di kota besar maupun di desa.
Tawuran itu sendiri mengandung pengertian perkelahian massal atau perkelahian yang dilakukan secara beramai-ramai. Tawuran ini kerap terjadi antar pelajar dalam kelompok sekolah.Pelajar ini juga biasanya melakukan aksi tawuran selepas jam bubaran sekolah, pokoknya pas area sekolah udah sepi barulah terjadi nya tawuran antar pelajar tersebut.
Secara garis besar, penyebab tawuran terbagi menjadi penyebab dari dalam dan dari luar. Faktor dari dalam nya yang pertama yaitu ada krisis identitas, yang di mana jika tidak mampu menemukan atau menginternalisasi nilai-nilai positif ke dalam dirinya, serta tidak dapat mengidentifikasi dengan figur yang ideal, maka akan berakibat buruk, yakni munculnya penyimpangan-penyimpangan perilaku tersebut. Lalu yang kedua itu mimiliki control diri yang lemah, Kontrol diri merujuk pada ketidakstabilan emosi dan kurang peka terhadap lingkungan sosialnya. Selanjutnya yaitu karena tidak mampu menyesuaikan diri. Pelajar yang melakukan tawuran biasanya tidak mampu melakukan penyesuaian dengan lingkungan yang kompleks, seperti keanekaragaman pandangan, ekonomi, budaya dan berbagai perubahan di berbagai kehidupan lainnya yang semakin lama semakin bermacam-macam. Faktor dari luar nya yaitu ada pengawasan orang tua yang kurang, tekanan dari teman sebaya atau bahkan dari lingkungan sekitar nya, dan bahkan komunitas atau pergaulan nya.
Berikut alternatif cara mengatasi tawuran :
1. Pihak pemerintah melalui Dinas Pendidikan menetapkan berbagai kebijakan yang dapat mengakomodasi penangan secara komprehensif.
2. Pihak sekolah melalui guru BK dibantu elemen sekolah lainnya bekerjasama dengan orang tua.
3. Pihak orang tua, diharapkan dapat memberikan perhatian dan motivasi yang cukup kepada remaja.
Retno Fadila Pratiwi
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka





