Kontribusi Generasi Millenial Terhadap Pengelolaan Zakat Di Indonesia

DEPOK POS – Melihat sistem pengelolaan zakat di Indonesia dilakukan secara sukarelawan atau dengan kata lain voluntary sistem, yang artinya wewenang pengelolaan zakat berada ditangan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat sipil.

Sejauh ini pengelolaan zakat belum mencapai kata maksimal, banyaknya bermunculan lembaga zakat swasta yang mengakibatkan pengelolaan zakat tidak efektif dan menjadi tumpang tindih anatara satu lembaga dengan lembaga lainnya. Lalu bagaimana peranan kita sebagai seorang muslim generasi zakat?

Bacaan Lainnya

Perlu kita ingat, pemuda atau biasa disebut generasi millenial adalah agent of change yang mana membawa peradaban indonesia menjadi lebih baik lagi. Generasi millenial tumbuh besar dalam setiap aspek, satu tindakan saja yang dilakukan dapat mempengaruhi berbagai keadaan.

Dengan pesatnya pertumbuhan teknologi, dengan cepat pula generasi millenial dapat menguasainya. millenial bisa menjadi penyampai informasi yang baik, generasi millenial dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi pentingnya zakat, adanya ide yang anti mainstream menjadikan perilaku pada golongan mereka sebagi peluang.

Generasi millenial mempunyai kreatifitas yang tinggi dan mempunyai ruang yang sangat luas untuk berkarya, belajar, dan menambah wawasan mengenai pengelolaan zakat. Generasi millenial ini sangat bisa diajak bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam mempromosikan zakat terhadap masyarakat luas, agar masyarakat memiliki kesadaran besar terhadap zakat.

Mulai sekarang ini, kita sebagai generasi millenial jangan hanya menjadi pengikut saja, menjadi donaturnya saja, tapi kita sebagai generasi penerus bangsa dan agama harus menjadi penggerak perubahan dan pelopor zakat.

Meilani Fajriyati Azizah
STEI SEBI

Pos terkait