Launching Dapur Sehat Anak Negeri Makan Gizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lanny Jaya

Launching Dapur Sehat Anak Negeri Makan Gizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lanny Jaya

Tiom 12 Maret 2026

KABARTODAY,LANNY JAYA | Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya melaksanakan launching Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui Dapur Sehat Anak Negeri yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan Garuda Bagimu Negeri. Kegiatan launching tersebut berlangsung di Dapur SPPG Tiom dan dihadiri oleh Bupati Kabupaten Lanny Jaya Aletenus Jigibalom, Wakil Bupati Lanny Jaya, Dandim Kabupaten Lanny Jaya, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan berbagai pihak terkait.

Dalam wawancaranya, Bupati menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program nasional yang merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Lanny Jaya menjadi salah satu daerah di Provinsi Papua Pegunungan yang lebih awal melaksanakan launching program MBG melalui dapur mandiri.

Menurut Bupati, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa dari enam dapur yang telah disiapkan di Kabupaten Lanny Jaya, empat dapur sudah siap beroperasi mulai hari ini dan akan disusul dapur lainnya.

Bupati juga mengajak pengelola dapur untuk memanfaatkan bahan pangan lokal. Ia menegaskan bahwa sekitar 70 persen bahan makanan sebaiknya berasal dari hasil bumi masyarakat Lanny Jaya seperti sayur-sayuran, umbi-umbian, dan keladi, sedangkan sisanya dapat didatangkan dari luar daerah. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi serta memberikan peluang pendapatan bagi masyarakat, khususnya mama-mama penjual hasil kebun.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Kabupaten Lanny Jaya Herince Fany Wenda menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya launching dapur MBG di daerah tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan launching dipusatkan di Dapur Tiom, namun lima dapur lainnya juga turut mengikuti pelaksanaan secara bersamaan.

Ia juga menyampaikan pesan Bupati agar seluruh relawan yang terlibat dalam pengelolaan dapur selalu menjaga keamanan pangan dan kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa penerima manfaat. Menurutnya, kehadiran dapur MBG di Kabupaten Lanny Jaya membuka banyak peluang kerja bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Dengan adanya dapur MBG, mama-mama tidak perlu lagi menunggu pembeli di pasar terlalu lama. Mereka bisa langsung membawa hasil kebunnya ke dapur untuk dibeli dan digunakan sebagai bahan makanan bagi anak-anak sekolah,” ujarnya.

Program ini juga diharapkan mampu membantu pencegahan stunting serta mendukung pemberdayaan UMKM masyarakat setempat.
Perwakilan Yayasan Bagimu Negeri, Rida Ratna Kogoya, turut menyampaikan bahwa pihak yayasan bersyukur karena enam dapur MBG di Kabupaten Lanny Jaya akhirnya dapat diresmikan dan mulai beroperasi. Ia menjelaskan bahwa selama kurang lebih tiga bulan pihak yayasan bersama mitra telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana, termasuk peralatan dapur.

Pada penyaluran perdana, dapur MBG telah memberikan makanan bergizi kepada sekitar 601 siswa dari beberapa sekolah di Tiom. Ke depan, jumlah penerima manfaat direncanakan akan terus bertambah hingga mencapai lebih dari 2.000 siswa.

Di akhir kegiatan, Kepala Dapur SPPG Tiom Nerri Salawala menyampaikan bahwa dapur tersebut dikelola oleh masyarakat asli daerah dengan melibatkan sekitar 49 relawan yang sebagian besar merupakan mama-mama setempat.

Ia menjelaskan bahwa bahan baku makanan yang digunakan akan memaksimalkan hasil produksi masyarakat Kabupaten Lanny Jaya. Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan dapur menjadi bukti bahwa program ini benar-benar hadir untuk anak-anak daerah.

“Kami berharap melalui dapur ini anak-anak dapat memperoleh makanan yang bergizi sehingga mereka bisa belajar dengan baik dan kelak menjadi pemimpin bagi daerah ini,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan program MBG tersebut, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya berharap upaya peningkatan gizi anak-anak sekolah dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal serta pembangunan daerah yang dimulai dari kampung.

(ISKHIA WAKERKWA)

Pos terkait