DEPOK POS – Indonesia adalah suatu negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau yang dihuni oleh kurang lebih 255 juta penduduk, sebuah angka yang menjadikan indonesia negara diurutan keempat dalam hal negara dengan jumlah populasi terbesar didunia. Dan itu menjadikan indonesia sebagai negara yang kaya akan keragaman budaya. Dapat dilihat dengan banyaknya bahasa daerah, makanan khas daerah, dan kesenian adat yang berbeda-beda yang memiliki keunikan tersendiri.
Budaya adalah sebuah kebiasaan atau pola perilaku dan pengetahuan atau keterampilan yang diwariskan dengan cara turun temurun dan memiliki sekelompok masyarakat tertentu. Budaya biasanya berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Contoh dari beberapa kebudayaan indonesia yaitu seperti rumah adat, upacara adat, aksara, teater dan drama, tarian, lagu, musik, seni, serta masakan atau makanan.
Makanan khas daerah adalah suatu makanan yang biasa dikonsumsi atau dimakan di suatu daerah dan cocok dengan lidah masyarakat setempat. Cita rasa yang dimiliki biasanya berbeda antara suatu daerah dengan daerah yang lainnya (Halomuda, 2016). Setiap daerah, bahkan setiap kelompok masyarakat setempat memiliki cita rasa terhadap makanan sesuai dengan seleranya masing-masing dan sesuai dengan kondisi lingkungannya. Menurut Bentley, 2007:215 makanan memiliki banyak arti diantaranya yaitu bahwa persiapan, ritual, bau, kondisi sosial, perubahan iklim, dan dimana suatu makanan itu ditabur, dikumpulkan, disusun, serta dimakan merupakan bentuk ekspresi budaya dan identitas. Dapat dikatakan bahwa makanan khas suatu daerah diambil dari daerah itu sendiri dimana yang berarti bahwa suatu makanan tumbuh, diolah, serta dimakan didalam daerah itu sendiri.
Meruntut dari kata identitas yang berasal dari bahasa latin “idem” yang berarti ‘sama’. Dari arti etimologis ini, kita mendapat term ‘identical’, yang memiliki arti penting bahwa kita tidak hanya identik dengan diri sendiri (the same being from birth to death), namun kita juga identik dengan yang lain. Oleh karena itu secara umum kita memiliki identitas sebagai manusia, tetapi juga sebagai perempuan atau laki-laki, orang indonesia, ras berkulit coklat, dan lain sebagainya (Lawler. 2008: 3). Dari uraian tersebut memiliki arti bahwa masyarakat yang ada dalam sebuah lingkungan atau suatu daerah memiliki kesamaan baik dalam segi bahasa, pakaian, maupun selera makanan, dengan adanya kesamaan disuatu lingkungan kelompok masyarakat dapat menjadi ciri khas dari daerah tersebut itu sendiri.
Hubungan antara budaya dan komunikasi memiliki sifat timbal balik. Budaya tidak akan berkembang tanpa adanya komunikasi dan komunikasi pun takkan berkembang tanpa adanya budaya. Memiliki rasa kepekaan terhadap sebuah perbedaan budaya dan juga memiliki kesadaran bagaimana perbedaan tersebut, menjadi suatu faktor yang penting dalam komunikasi lintas budaya (Mulyana & Rakhmat [ed], 2010: 3-12). Karena tanpa adanya kepekaan dan kesadaran terhadap sebuah perbedaan budaya akan menimbulkan terjadinya kesalahpahaman yang akan berakhir dengan permusuhan. Maka dari itu saling menghargai dengan budaya masing-masing merupakan suatu sifat yang perlu dimiliki setiap orang.
Setiap daerah memiliki cita rasa makanan yang berbeda yang merupakan ciri khas daerah yang kuat dan keunikan wujudnya. Perbedaan dalam makanan khas setiap daerah juga menimbulkan sebuah komunikasi lintas budaya. Sebagai contoh dalam memahami perbedaan cita rasa, seperti masyarakat suku jawa yang cenderung menyukai masakan bercitarasa manis dengan suku sunda yang cenderung memilih makanan dengan citarasa gurih. Dengan adanya perbedaan citarasa tersebut kita dapat mengetahui ciri khas makanan yang terdapat dimasing-masing suku tersebut. Selain itu kita juga dapat mengetahui selera makanan masyarakat suku tersebut. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa makanan khas suatu daerah dapat menjadi identidas dari suatu daerah tersebut, dengan mengetahui makanan khas dari berbagai daerah maka akan terjalinnya suatu komunikasi lintas budaya yang lebih efektif dengan saling menghargai perbedaan dari suku satu dengan suku yang lainnya.
TARA PRAMUDITA LIANI
MAHASISWI UNIVERSITAS PAMULANG
FAKULTAS EKONOMI BISNIS
PRODI S1 AKUNTANSI





