Masalah Krusial Perbankan Ditengah Pandemi Covid 19

Oleh: A. Wahyuni, Universitas Ahmad Dahlan.

Wabah virus corona yang pertama kali muncul di Indonesia sejak awal 2020 lalu masih menjadi momok yang menakutkan sampai sekarang. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa penyebarannya yang sangat cepat sehingga banyak korban yang berjatuhan, yang bukan saja di kalangan lansia tetapi dewasa bahkan usia remaja.

Wabah tersebut banyak merubah tatanan kehidupan baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sebagainya. Dalam bidang ekonomi banyak sector yang sangat terdampak misalnya saja sector perbankan yakni sector yang menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan modal dan investasi bagi para pemilik dana. Dapat pula kita lihat pada pasal 1 UU No. 7 Tahun 1992 jo UU No 10 tahun 1998 tentang perbankan menjelaskan bahwa bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau dalam bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat..

Saat ini terjadi perkembangan yang sangat pesat pada lembaga perbankan yang menunjang pembangunan ekonomi Indonesia. Sistem-sistem perbankan yang dulunya hanya sistem konvensional kini semakin lengkap dengan adanya sistem perbankan islam atau perbankan syariah. Sebagaimana yang harus kita ketahui adalah terkait dengan perbedaan antara Bank konvensional dan bank syariah.Suatu hal dasar yang dapat membuat kita paham akan perbedaan keduanya.

Bank konvensional sendiri adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran secara umum berdasarkan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Negara, sedangkan dari bank syariah sendiri adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas bank umum syariah dan bank pembiayaan rakyar syariah .

Di zaman modern ini, semakin berkembang suatu lembaga ataupun kegiatan maka akan semakin maraknya suatu masalah atau pelanggaran yang akan terjadi apalagi di tengah pandemic sekarang. Hal ini dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang mementingkan kepentingan pribadi maupun dirinya sendiri.

Lantas, masalah-masalah krusial apa saja yang terjadi dalam perbankan Indonesia?

Perekonomian global

Dampak krisis keuangan terhadap perekonomian dapat dilihat pada sector perdagangan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta ketenagakerjaan. Dengan adanya beberapa dampak tersebut maka pemerintah mengeluarkan berbagai arahan yang dimaksudkan untuk memelihara momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menyelamatkan perekonomian Indonesia dari krisis keuangan global.

Kredit macet

Dari kacamata pribadi saya kredit macet ini disebabkan oleh factor internal maupun factor eksternal, yang mana ini menjadi sebuah tantangan dari pihak bank sendiri untuk bisa mengembangkan kinerja lebih agar tersebut ini tidak terjadi.

Pencucian uang

Banyak hal yang menyebabkan terjadinya pencucian uang ini salah satunya yakni kelemahan dalam peraturan keuangan atau perbankan serta keseriusan pihak perbankan atau pemerintah dari suatu Negara untuk memberantas praktek pencucian uang tersebut.

Dari kacamata saya pribadi masalah-masalah diatas mempunyai dampak yang sangat besar di berbagai bidang kehidupan, sehingga peran dari masyarakat, pihak bank, Ojk (otoritas jasa keuangan) maupun pemerintah sangat diperlukan untuk mengambil langkah dalam menangani hal tersebut dengan tujuan agar perekonomian di Indonesia tetap stabil.

Pos terkait