Long Distance Marriage atau yang biasa disingkat LDM merupakan pernikahan yang dijalani oleh pasangan jarak jauh yang dikarenakan suatu alasan, salah satunya seperti pekerjaan yang mengharuskan pasangan mengalami LDM, baik itu di kota lain atau negara lain. Di setiap pernikahan, pasangan suami istri tentu mempunyai harapan agar pernikahannya menjadi keluarga yang sakinah. Keluarga sakinah sendiri memiliki pengertian yang berarti keluarga yang utuh, damai, sejahtera dan tentram. Sangat penting bagi suami maupun istri untuk perlu memiliki pemahaman dasar tentang islam, demi membentuk keluarga sakinah dalam sebuah perkawinan.
Dalam studi juga ditemukan bahwa dampak yang muncul akibat dari hubungan pernikahan jarak jauh (Long Distance Marriage) diantaranya yakni melemahnya hubungan antara pasangan, merasa kesepian dan munculnya kecurigaan terhadap satu sama lain. Permasalahan komunikasi juga menjadi masalah bagi pasangan long distance marriage.
Penyesuaian pernikahan dapat dicapai jika pasangan dapat secara terbuka menjalin komunikasi yang baik, saling memahami, saling terbuka dan bekerja sama mencari solusi atas berbagai situasi dan kondisi dalam kehidupan berumah tangga.
Long Distance Marriage atau yang biasa disingkat LDM merupakan pernikahan yang dijalani oleh pasangan jarak jauh yang dikarenakan suatu alasan, salah satunya seperti pekerjaan yang mengharuskan pasangan mengalami LDM, baik itu di kota lain atau negara lain. Tidak mudah untuk pasangan suami istri menjalankan pernikahan jarak jauh. Dalam menjalankan hubungan jarak jauh pasti akan menghadapi banyak kendala mulai dari emosi, energi hingga ekonomi.
Di setiap pernikahan, pasangan suami istri tentu mempunyai harapan agar pernikahannya menjadi keluarga yang sakinah. Keluarga sakinah sendiri memiliki pengertian yang berarti keluarga yang utuh, damai, sejahtera dan tentram. Dalam Undang-Undang RI Nomor 1 tahun 1974 bahwa pengertian dan tujuan perkawinan terdapat dalam satu pasal, yaitu bab 1 pasal 1 menetapkan bahwa “perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk rumah tangga, keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Jadi jelas salah satu tujuan pernikahan adalah membentuk keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah. Studi menunjukkan bahwa keluarga sakinah tidak hanya memiliki dan tidak hanya ikatan biologis, tetapi juga tempat terjadinya mengajar dan mendidik anak-anaknya.
Sangat penting bagi suami maupun istri untuk perlu memiliki pemahaman dasar tentang islam, demi membentuk keluarga sakinah dalam sebuah perkawinan. Walaupun pada dasarnya, salah satu hal yang menyatukan hubungan pasangan adalah intensitas pertemuan serta komunikasi yang efektif.
Pasangan yang menikah dalam keadaan tidak terisolasi satu sama lain dianggap sebagai pernikahan yang ideal karena bertempat tinggal di rumah yang sama. Sedangkan pasangan yang melakukan pernikahan jarak jauh (Long Distance Marriage) akan ada perbedaan jarak fisik dan tempat tinggal, karena hubungan jarak jauh inilah yang menyebabkan krisis dalam kedekatan mereka, hal ini dikarenakan keintiman yang dijaga hanya melalui komunikasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman karena adanya perbedaan persepsi.
Dalam studi juga ditemukan bahwa dampak yang muncul akibat dari hubungan pernikahan jarak jauh (Long Distance Marriage) diantaranya yakni melemahnya hubungan antara pasangan, merasa kesepian dan munculnya kecurigaan terhadap satu sama lain. Permasalahan komunikasi ini juga menjadi masalah bagi pasangan long distance marriage.
Komunikasi merupakan kunci utama untuk pasangan yang menjalani Long Distance Marriage (LDM) untuk membangun keluarga sakinah yang harmonis walaupun mereka harus hidup berbeda kota tempat tinggal (berjauhan). Dalam proses komunikasi tidak selalu berjalan lancar dengan baik. Namun, ada kendala yang menimbulkan kesalahpahaman atau masalah. Ada beberapa pola komunikasi yang harus diterapkan agar komunikasi antar pasangan berjalan lancar dengan baik, diantaranya :
- Inisiatif untuk memulai komunikasi terlebih dahulu
- Kesan dan pesan yang dibangun saat memulai komunikasi seperti menanyakan kabar hingga masalah lainnya
- Waktu untuk berkomunikasi disesuaikan dengan masing-masing pasangan, dikarekan pasangan LDM memiliki waktu luang yang cukup berbeda
- Tujuan dalam berkomunikasi, setelah memberikan kesan pesan dengan menanyakan kabar hingga masalah lainnya mulai dengan mengungkapkan perasaan kerinduan terhadap pasangan agar tetap terjaga hubungan antar pasangan
Setelah menerapkan pola komunikasi tersebut, akan muncul perasaan lega karena telah mengunkapkan perasaan satu sama lain dan saling bertukar pikiran. Dengan berkomunikasi dapat memecahkan beban permasalahan dalam Long Distance Marriage (LDM)
Pasangan yang sudah menikah tentu merindukan pemenuhan dalam kehidupan pernikahan yang mereka jalani. Ketika pasangan mampu memelihara hubungan pernikahan berarti suami istri telah mencapai keberhasilan dalam kehidupan berumah tangganya. Sukses dalam situasi ini berdampak kuat pada kepuasan hidup pernikahan. Kepuasan pasangan suami istri terhadap pernikahannya tergambar dari saling kontak pasangannya, yang memungkinkan terjalinnya komunikasi yang baik dalam segala bidang yang berhubungan dengan keluarga, yang dapat menyelesaikan masalah. Konflik yang muncul dengan membangun kejujuran, saling pengertian, dan kemauan untuk berbagi peran dalam keluarga tanpa mengesampingkannya nilai agama.
Masalah pernikahan jarak jauh tidak dapat diselesaikan jika kedua belah pihak menolak untuk beradaptasi dengan semua masalah dan perubahan yang muncul. Namun, kondisi pernikahan jarak jauh ini dapat dikelola dengan baik jika salah satu pasangan mampu melakukan perubahan dalam kehidupan pernikahannya.
Penyesuaian pernikahan dapat dicapai jika pasangan dapat secara terbuka menjalin komunikasi yang baik, saling memahami, saling terbuka dan bekerja sama mencari solusi atas berbagai situasi dan kondisi dalam kehidupan berumah tangga. Penyesuaian diri dengan pasangan memiliki hubungan yang erat dengan kebahagiaan karena membentuk situasi keluarga ada di tangan keduanya, interaksi antara keduanya yang paling menentukan bahagia atau tidaknya keluarga tersebut.
Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mewujudkan keluarga sakinah bagi pasangan LDM, yaitu :
- Menentukan kriteria calon pasangan dengan tepat, agar terbentuknya keluarga yang sakinah. Kriteria diantaranya yaitu beragama islam, shaleh maupun shalehah, berasal dari keluarga yang baik-baik, beradab, sopan santun dan bertutur kata baik. Dengan memilih calon pasangan yang tepat, makan akan memberikan ketentraman hati.
- Saling memahami antar pasangan, seorang pasangan suami istri harus tahu latar belakang pasangannya masing-masing. Sebab pengetahuan latar belakang terhadap pribadi masing-masing yaitu sebagai dasar untuk menjalin komunikasi.
- Saling menerima, pasangan suami istri harus saling menerima satu sama lain. Saling menerima kelebihan dan kekurangan pasangan masing-masing.
- Saling menghargai satu sama lain. Pasangan suami istri harus saling menghargai dalam perkataan dan perasaan pasangan masing-masing. Menghargai pendapat, keinginan dan juga menghargai keluarga pasangannya. Saling menghargai merupakan jembatan menuju terikatnya perasaan pasangan suami istri.
- Saling percaya, tentu dalam berumah tangga pasangan suami istri harus saling percaya terhadap pasangannya masing-masing. Hal ini tentu sangat penting bagi pasangan yang menjalani hubungan pernikahan jarak jauh. Suami ataupun istri harus menumbuhkan rasa saling percaya kepada pasangannya, agar hubungan jarak jauh bisa berjalan dengan lancar.
- Pasangan suami istri harus saling menjalankan kewajibannya, suami berkewajiban mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Lalu Istri berkewajiban taat terhadap sang suami, membimbing anak dan juga menjaga kehormatannya. Walaupun memang terpisah oleh jarak tetapi kewajiban sebagai suami dan istri harus tetap terlaksana.
Farah Aulia Maharani, Nurhatifah Febriyanti, Hani Fahara
Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka






