G20 artinya Group of Twenty adalah forum kerja sama multilateral dari 19 negara utama dan Uni Eropa. G20 sendiri disebut merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen produk Domestik Bruto (PDB) dunia.KTT G20 merupakan pertemuan yang dilakukan setiap tahun oleh para anggota G20 dilakukan secara bergilir sesuai jadwal yang telah disepakati,dan Indonesia sudah menjadi tuan rumah KTT G20 tahun 2022 dan KTT G20 selanjutnya akan diselengaran di India.
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselengarakan di Bali pada tanggal 14-16 November 2022 dimana para pemimpin dunia yang masuk dalam G20 yaitu ada Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, China, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Perancis, Turki, dan Uni Eropa.Dan dalam KKT G20,Peran Komunikasi Lintas budaya Sangatlah diperlukan dalam pertemuan ini dimana Indonesia berkesempatan memperkenalkan budaya,bahasa dan lain-lain.
Definisi kominakasi komersial antar budaya adalah komunikasi yang digunakan baik secara verbal dan non-verbal dalam dunia bisnis dan mempertimbangkan faktor budaya lokal,regional dan nasional.Komunikasi antar budaya sangat penting dalam pertemuan KTT G20 kali ini untuk menciptakan harmoni komersial antar negara.Komunikasi lintas budaya menjadi sangat berguana saat kita berkominkasi dengan lawan bicara dari daerah atau negara lain.Dengan adanya pertemuan KTT G20 ini,Indinesia berpeluang besar untuk mempromosikan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia untuk memikat para turis untuk berkunjung ke indonesia dan menarik para pebisnis untuk berivestasi di Indoneia.Ini merupakan komunikasi lintas budaya agar Indonesia lebih dikenal.
KTT G20 banyak memberikan manfaat bagi Indonesia,Diprediksi kontribusinya Mencapai US$ 533 juta atau sekitar Rp7,4 Triliun pada produk domestik bruto (PDB) termasuk juga peningkatan konsumsi domestik hingga Rp1,7 Triliun. KTT G20 juga berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Bali hingga 8,1 persen pada kuartal ketiga tahun 2022.Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Bapak Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa KTT G20 ini merupakan peningkatan yang sangat besar dibandingkan dengan kuartas sebelumnya sebesar 3,05 persen.
Sekretaris Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Bapak Moegiarso,menjelaskan Presidensi G20 Indonesia secara langsung telah membawa dampak positif pada perekonomian nasional dan dunia.Usaha utamanya adalah bidang transportasi ,akomodasi,sera industri makanan dan minuman.Pada bidang trasnporasi,prtumbuhan tercatat sebesar 25,8 persen sedangkan sektor akomodasi dan makanan minuman tumbuh sekitar 17,8 persen (yoy)pada kuartal III Tahun 2022.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia patut bersyukur lantaran di tengah gelapnya kondisi ekonomi global, ekonomi domestik mampu tumbuh 5,72% (year-on-year/yoy) pada kuartal III/2022 bahkan menjadi yang terbaik di antara negara G20.Hal tersebut disampaikan Bahlil pada sambutannya dalam The Introduction to G20 Bali Compendium & The Launch of Sustainable Investment Guidelines, di InterContinental Bali Resort, Jimbaran, Bali, “Kita bersyukur ekonomi Indonesia di kuartal III/2022 itu tumbuh 5,72%, salah satu terbaik di negara-negara G20,” kata Bahlil.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan indikatopertumbuhan ekonomi makro Indonesia yang masih yang terbaik dibandingkan negara anggota G20. Pertama, dari realisasi investasi yang dikukur secara tahunan (yoy), pada pencatatan sejak Kuartal I hingga kuartal III realisasi investasi mencapai Rp892,4 triliun atau tumbuh 35,3% secara yoy pada periode Januari – September.Sedangkan untuk realisasi ekspor,mengatakan Indonesia berhasil surplus selama 29 bulan berturut-turut. Hingga akhir 2022, pemerintah memproyeksikan ekspor Indonesia bisa menyentuh USD292 miliar.
Itulah kegunaan perlunya komunikasi lintas budaya dalam KTT G20,yang sangat berguna bagi Indonesia,karena berhasil memperkenalkan budaya dan keanekaragaman demi memajukan perekonomian di Indonesiadan.Dan Indonesia bisa mewujudkan cita-cita kita bahwa Indonesia menjadi negara maju seperti negara-negara lainnya,seperti yang katakan oleh Bapak Presiden kita Joko Widodo bahwa Indonesia harus “OPTIMIS INDONESIA MAJU”,agar Indonesia tidak lagi menjadi negara yang tertinggal secara ekonomi,pengetahuan dan lain-lain.
Natalis Sabatini Nababan, Universitas Pamulang






