Warga Toraja Sektor I Ambon Gelar Perayaan Natal

Warga Toraja Sektor I Ambon Gelar Perayaan Natal
Pembakaran Lilin Natal pada acara perayaan Natal PMTI Sektor I Pulau Ambon, di Gedung Catholic Center Kota Ambon, Rabu (3/12/2025)

Kabartoday, AMBON – Paguyuban Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Sektor I Pulau Ambon menggelar perayaan Natal bersama, Rabu (3/12/2025).

Acara perayaan Natal ini dipusatkan di Gedung Catholic Center St. Yohanes Paulus II, jalan Dr. Malaihollo, Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Tema Natal “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga“.

Perayaan Natal ini dihadiri sekitar 500 warga Toraja PMTI Sektor I Pulau Ambon yang meliputi wilayah Kecamatan Nusaniwe serta sebagian wilayah Kecamatan Sirimau.

Turut hadir pada perayaan Natal ini antara lain Ketua PMTI Provinsi Maluku Agus Lomo, Ketua PMTI Pulau Ambon Ruben Ruru, Ketua PMTI sektor I Pulau Ambon Julius Pasiakan, anggota DPRD Kota Ambon Nathan Palonda serta sejumlah tokoh masyarakat Toraja lainnya.

Acara perayaan Natal ini diawali dengan nyanyian lagu Toraja berjudul “Marendeng Marampa” yang dinyanyikan bersama. Lagu ini melukiskan tanah Tana Toraja yang indah, aman, dan tenteram, sekaligus menjadi pengingat bagi perantau untuk tidak pernah melupakan tanah kelahiran, bekerja keras, dan tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan hidup.

Lagu Marendeng Marampa ini juga menggambarkan falsafah hidup orang Toraja yang semangat bekerja keras (Maparri’ Massusa) serta keindahan alamnya, dengan sawah dan ladang sebagai simbol mata pencaharian utama.

Ratusan warga Toraja PMTI Sektor I Pulau Ambon merayakan Natal bersama, Rabu (3/12/2025) di Gedung Catholic Center Kota Ambon.

Kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua panitia pelaksana Natal Thomson P Sule. Dalam laporan singkatnya, Thomson katakan terselenggaranya acara Natal ini berkat dukungan seluruh warga Toraja serta kerja keras seluruh anggota panitia mulai dari kegiatan penggalangan dana hingga pada puncak acara di Gedung Catholic Center.

Dengan terbuka, Thomson ungkapkan anggaran perayaan Natal ini mencapai 35 juta rupiah. Anggaran ini didapat dari penggalangan dana Panitia serta dukungan masyarakat Toraja dan donatur.

Ia juga beberkan untuk PMTI Sektor I mencapai 241 KK dengan jumlah jiwa sekitar seribu orang.

Bersatu

Setelah laporan ketua panitia, acara berlanjut pada penyampaian sambutan yang diawali oleh Ketua PMTI Sektor I Pulau Ambon Julius Pasiakan.

Dalam sambutannya, Julius mengajak semua warga Toraja untuk bersatu baik di organisasi PMTI maupun dalam kehidupan bersama di Kota Ambon.

“Kita warga Toraja juga harus berpartisipasi aktif ambil bagian dalam pembangunan di Kota Ambon sebagai wilayah tempat tinggal kita saat ini,” tukas Julius.

Hal senada juga disampaikan Ruben Ruru selaku Ketua PMTI Pulau Ambon yang meminta semua warga Toraja untuk membangun kebersamaan bersama keluarga di tanah rantau.

“Kita harus saling peduli antara satu dengan yang lain di tanah rantau,” pinta Ruben.

Pada masa adventus untuk umat Kristiani menanti kelahiran Sang Juru Selamat Yesus Kristus hingga pada perayaan Natal, Ruben menghimbau kepada seluruh keluarga PMTI agar selalu menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif.

“Jalani perayaan Natal lahirnya Raja Damai dengan penuh damai. Hindari pesta miras serta jauhi Narkoba,” harap Ruben.

Liturgi Natal

Usai sambutan, dilanjutkan dengan liturgi Natal sebagai puncak acara. Pemandu acara liturgi Natal adalah nona Viesta Sampe.

Ibadah Natal diawali dengan Tablo Natal oleh lima orang anak dalam bahasa Toraja.

Dilanjutkan dengan lagu Malam Kudus dalam bahasa Toraja dengan judul “Makarorrong bongi maidan” yang dinyanyikan bersama.

Kemudian pembakaran lilin Natal oleh lima orang yaitu ketua panitia Thomson P Sule, Ketua PMTI Sektor I Pulau Ambon Julius Pasiakan, Ketua PMTI Pulau Ambon Ruben Ruru, Ketua PMTI Provinsi Maluku Agus Lomo dan pendeta Imeilina Kassa Ulorlo yang nantinya membawakan khotbah Natal hingga penutupan ibadah Natal.

Acara dilanjutkan dengan Renungan Natal dengan inti “Dalam hening Natal, kita menemukan harapan”. Renungan dibawakan dua pemuda dan pemudi Toraja yang disampaikan bergantian dalam bahasa Toraja dan terjemahan dalam bahasa Indonesia.

Dalam ibadah Natal, bacaan Alkitab diambil dari Injil Matius 1 ayat 21 hingga 25 yang mengisahkan “Kelahiran Yesus Kristus”.

Selanjutnya Pendeta Imeilina Kassa membawakan khotbah Natal tentang kehidupan berbasis keluarga sesuai dengan bacaan Alkitab serta tema Natal.

Liturgi Natal makin semarak dengan persembahan pujian dari Toraja Generation anak-anak Toraja. Uniknya mereka menyanyikan pujian dengan iringan alat musik ukulele yang mereka mainkan sendiri.

Tarian Pa’Gellu

Setelah liturgi Natal berakhir, masyarakat Toraja yang hadir di acara ini disuguhi tarian khas Toraja yaitu Pa’Gellu yang dibawakan lima gadis cantik Toraja.

Tarian Pa’Gellu dibawakan lima gadis manis berdarah Toraja.

Saat sedang menari dengan gerakan tangan melambai-lambai, berjalan jinjit dan putaran badan yang lemah gemulai, tiba-tiba beberapa tokoh masyarakat Toraja langsung memberikan saweran. Mereka menempelkan lembaran uang 100 ribu rupiah dan 50 ribu rupiah pada sebatang lidi. Kemudian lidi tersebut disangkutkan pada bagian rambut para penari. Karena banyaknya saweran, terlihat rambut lima penari ini penuh dengan tancapan lidi yang membentuk mahkota berlembaran uang.

Untuk diketahui, tarian Pa’gellu adalah tarian sukacita dan syukur masyarakat Toraja yang diciptakan untuk merayakan kemenangan perang, namun kini berkembang menjadi ekspresi kebahagiaan dalam berbagai upacara adat.

Tarian ini melambangkan kegembiraan, rasa syukur, kebersamaan, serta harmonisasi nilai seni, spiritual, dan budaya, dengan gerakan lemah gemulai yang menggambarkan ekspresi sukacita yang mendalam.

Tarian Pa’Gellu sering ditampilkan untuk menyambut tamu terhormat atau memeriahkan acara-acara penting lainnya.

Perayaan Natal bersama PMTI Sektor I Pulau Ambon ditutup dengan makan bersama dimana Panitia Natal mengajak masyarakat Toraja bergembira dengan suguhan prasmanan dimana ada juga jenis makanan khusus khas Toraja sehingga makin mengingatkan serta menambah kerinduan masyarakat Toraja di tanah rantau akan kampung halaman Tana Toraja tercinta. (Manuel)

Pos terkait