KABARTODAY,LANNY JAYA, PAPUA PEGUNUNGAN | Enam dapur Mandiri program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini resmi beroperasi di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Program ini tak hanya menyasar pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Keterwakilan VIC Yayasan Bagimu Negeri, Rida Ratna Kogoya, mengatakan seluruh operasional dapur sepenuhnya dikelola oleh Putra-putri daerah tanpa keterlibatan tenaga dari luar wilayah.
“Semua pekerja adalah anak-anak Lanny Jaya, mulai dari memasak, distribusi, hingga kebersihan. Ini bukan hanya program makan bergizi, tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Rida dalam wawancara, Rabu (18/3/2026).
Program MBG merupakan Program Primadona nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendorong kesejahteraan Masyarakat.
Dibangun dari Dana mitra Dapur dan anak lokal Lanny Jaya guna memenuhi syarat sesuai standar BGN.
Berbeda dari persepsi umum, pembangunan enam dapur tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Rida menegaskan bahwa fasilitas dapur dibangun melalui dana pribadi yayasan bersama mitra lokal yang telah melalui proses verifikasi.
Setiap mitra bertanggung jawab atas pembangunan dapur, pengadaan peralatan, hingga operasional awal. Sementara itu, yayasan berperan sebagai penghubung utama dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Yayasan yang berkontrak dengan BGN pusat. Mitra bekerja bersama dengan kami, bukan langsung dengan pemerintah Pusat ,” jelasnya.
Serap Hasil Bumi dan Tenaga Kerja Lokal
Selain menyerap tenaga kerja, program ini juga membuka akses pasar bagi hasil pertanian masyarakat. Bahan pangan seperti sayur, bumbu, dan kebutuhan dapur lainnya dipasok langsung oleh warga setempat, khususnya mama-mama di Lanny Jaya.
Langkah ini dinilai mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dampak Nyata bagi Siswa
Manfaat program mulai dirasakan oleh para pelajar, salah satunya di SMTK Baptis Tiom. Sebelumnya, banyak siswa kesulitan mendapatkan makan siang. Kini, mereka menerima makanan bergizi secara rutin dari dapur MBG.
Menu yang disediakan meliputi makanan utama seperti nasi dan lauk-pauk, serta paket tambahan berupa buah, susu, roti, dan telur untuk beberapa hari ke depan.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka makan dengan lahap, dan ini sangat membantu,” kata Rida.
Standar Higienis dan Kontrol 24 Jam
Untuk menjaga kualitas makanan, pengelolaan dapur dilakukan dengan standar kebersihan ketat. Seluruh proses memasak hingga pengemasan menggunakan perlengkapan higienis seperti penutup kepala hernet, masker, dan sarung tangan.
Yayasan juga menerapkan sistem kontrol operasional selama 24 jam guna memastikan kualitas dan distribusi berjalan optimal.
Harapan untuk Daerah Tertinggal
Kehadiran program ini menjadi langkah penting bagi Lanny Jaya, yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Rida berharap seluruh pihak, mulai dari masyarakat, sekolah, hingga gereja, dapat mendukung keberlanjutan program ini dengan menjaga kolaborasi dan kepercayaan bersama.
“Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi kesempatan bagi kita semua untuk maju bersama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di daerah.Terlebih Khusus di Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Indonesia Paling Timur.(Iskhia Wakerkwa)





