KABARTODAY,WAMENA | Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menggelar rapat koordinasi dan evaluasi penanganan pasca konflik sosial perang suku yang melibatkan masyarakat Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lanny Jaya, dan Kabupaten Yahukimo, bertempat di Ruang Rapat Wio Lantai II Kantor Bupati Jayawijaya, Jumat (22/5/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., dan dihadiri oleh unsur Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Forkopimda, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, serta berbagai stakeholder terkait.
Adapun para undangan yang hadir di antaranya Gubernur Papua Pegunungan, Ketua MRP Papua Pegunungan, Ketua DPRP Papua Pegunungan, Ketua DPRK Kabupaten Jayawijaya, Bupati Lanny Jaya, Bupati Yahukimo, Dandim 1702 Jayawijaya, Kapolres Jayawijaya, Kapolres Lanny Jaya, Kapolres Yahukimo, Kepala Kejaksaan Negeri Wamena, Ketua Pengadilan Wamena, unsur Kesbangpol, Satpol PP dan BPBD, tokoh gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga pimpinan organisasi keagamaan dan lembaga kemasyarakatan di Papua Pegunungan.
Dalam wawancaranya kepada media, Bupati Jayawijaya Atenius Murip menyampaikan bahwa pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat telah melakukan evaluasi terhadap penanganan pasca konflik yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Terima kasih kepada rekan-rekan media dan seluruh masyarakat Jayawijaya serta Papua Pegunungan. Kami menyampaikan hasil evaluasi penanganan pasca konflik sosial di Kabupaten Jayawijaya,” ujar Atenius Murip.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah bersama tokoh adat dan masyarakat telah menyerukan penghentian perang dan hingga saat ini kondisi keamanan sudah kembali kondusif.
Selain itu, Satgas pencarian korban hanyut yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, dan tim SAR telah menyelesaikan proses pencarian selama 14 hari dengan total 26 korban berhasil ditemukan.
Pemerintah juga membentuk satgas penanganan pasca konflik untuk melakukan pendataan korban, rehabilitasi, serta penanganan pengungsi bersama pemerintah provinsi dan kabupaten terkait. Bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak pun terus disalurkan.
Sementara itu, mobilisasi massa di wilayah Yahukimo dan sekitarnya telah dihentikan. Namun beberapa proses adat masih terus dilakukan sebagai bagian dari penyelesaian budaya masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap seluruh masyarakat tetap menjaga keamanan, persatuan, dan kedamaian demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Papua Pegunungan.
Pemkab Jayawijaya Gelar Rapat Evaluasi Penanganan Pasca Konflik Sosial





