DEPOK POS – Dikutip dari media.neliti, minyak bumi merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sementara dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, permintaan masyarakat akan minyak terus meningkat. Apalagi tidak di imbangi dengan ketersediaan minyak yang ada. Ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi minyak saat ini menyebabkan kenaikan harga minyak yang berfluktuatif.
Kini harga minyak sangat melambung tinggi, Sehingga banyak orang yang merasa terbebani dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Karna dengan kondisi yang baru saja mereda pandemi COVID-19 ini banyak orang yang belum normal akan perekonomiannya, namun minyak menjadi kebutuhan penting bagi semua orang, Oleh karnanya dengan harga minyak yang menaik pedagang kaki lima pun menjualnya pun dengan harga yang cukup lumayan tinggi juga.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi harga minyak goreng akan mengalami kenaikan hingga tahun 2022. Faktor penyebab harga minyak goreng di Indonesia mengalami kenaikan adalah karena harga minyak kelapa sawit dunia atau crude palm oil (CPO) mengalami peningkatan dan saya telah mendatangi beberapa warung sembako di Pamulang dan sekitarnya terdapat harga minyak goreng yang sangat tinggi yaitu berada di angkat Rp 50.000.
Berikut Fakto Faktor penyebab kenaikan Harga Minyak
1. OPEC Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
memegang posisi penting sebagai kartel yang berperan mempengaruhi sisi suplai dalam perdagangan minyak dunia. Perubahan kapasitas produksi setiap negara, berikut konflik geopolitik yang kadang-kadang menerpa, menjadi faktor-faktor yang bermain dalam pembentukan tren harga minyak dunia.
2. Situasi Negara-Negara Produsen Minyak
62% persediaan minyak Dunia ada di Timur Tengah dan berpusat di lima negara: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, dan Kuwait. Perbaikan kondisi politik dan keamanan di Timur Tengah memiliki kemampuan besar untuk meningkatkan suplai minyak dan mendorong harga minyak turun; sedangkan meningkatnya ketegangan bisa membuat pasar kuatir suplai berkurang sehingga mendorong harga minyak naik.
3. Perusahaan Minyak
Dalam perdagangan yang sudah terglobalisasi, maka perdagangan suatu komoditas tidak hanya bergantung pada komoditas itu, melainkan juga perusahaan yang berperan dalam produksi dan distribusinya. Salah satu langkah perusahaan minyak yang jelas berpengaruh pada harga minyak dunia adalah yang terkait dengan simpanan (inventory) dan pemboran (oil drilling).
4. Permintaan Minyak Global
Sebagai salah satu jenis komoditas yang diperdagangkan di tingkat internasional, harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh kuat-lemahnya permintaan (demand). Misalnya dalam penjualan kendaraan bermotor. Setelah industrialisasi terjadi dan ketika pertumbuhan ekonomi bagus, penjualan kendaraan bermotor tentunya akan terus meningkat. Padahal penggunaan kendaraan bermotor saat ini sebagian besar masih membutuhkan bahan bakar minyak. Jika hal ini terjadi, maka tentunya harga minyak dunia akan naik bersama dengan peningkatan permintaan.
5. Perkembangan Teknologi dan Penemuan Baru
Penemuan-penemuan baru terkait eksplorasi minyak, seperti pengembangan metode fracking untuk mendapatkan minyak Shale akan cenderung menurunkan harga minyak. Demikianlah penjelasan singkat harga minya naik. Semoga bermanfaat.
Itulah Beberapa Faktor penyebab Kenaikan Harga Minyak yang kian melambung.
Oleh Nazela Pertiwi
Mahasiswi STEI SEBI






