Mengapa Perusahaan Perlu Jalankan Pengendalian Internal?

Oleh: Afriani Yunita, mahasiswa STEI SEBI.

Selain fokus perusahaan dalam menentukan kebijakan manajemen, untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan perlu ditunjang dengan suatu system pengendalian internal juga. Nyatanya tanpa pengendalian internal yang sempurna dan terstruktur, perkembangan organisasi berisiko kehilangan arah sehinggal tidak berjalan efektif dan efesien.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) jilid V Pengendalian adalah proses,cara, perbuatan mengendalikan, pengekangan. Sedangkan internal berate dalam atau dikalangan sendiri. Arti dari pengendalian internal perusahaan ialah suatu proses dalam mengendallikan perusahaan, baik itu dari sumberdaya manusia maupun system manajemen yang digunakan perusahaan.

Menurut Sistem pengendalian internal yang ada dalam organisasi bukanlah dimaksudkan untuk meniadakan semua kemungkinan terjadinya kesalahan atau penyelewengan, namun auditor internal atau inspektorat diadakan untuk meminimalkan terjadinya kesalahan dan penyelewengan dalam batas-batas biaya yang layak, yaitu dengan memperhatikan biaya yang dikorbankan dengan hasil yang mungkin dicapai. Walaupun kesalahan dan penyelewengan terjadi dengan pengendalian internal yang baik akan dapat di atasi dengan cepat dan tepat.

Perusahaan dalam menilai sejauh mana efektivitas dan pengawasan terhadap ketidaksesuaian dalam mencari peluang perbaikan perusahaan. maka perusahaan menerapkan system pengendalian internal yaitu system manajemen yang ada di perusahaan. Pengendalian internal yang dimaksud ialah system internal audit, atau pengawasan pada system organisasi atau perusahaan. Hal itu tidak akan berjalan dengan baik jika tidaka ada komitmen dari masing-masing manajemen.

Sistem Pengendalian internal yang efektiv dalam perusahaan menjadi unsur penting dalam mengelola perusahaan agar dapat membantu manajemen perusahaan dalam menigkatkan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku demi menjamin tersedianya laporan keuangan dan laporan manajemen yang baik dan benar serta lengkap, tepat waktu dan memenuhi efesiensi serta evektivitas dari kegiatan usaha perusahaan.

Tujuan Sistem Pengendalian internal , dengan adanya system pengendalian internal diharapkan semua yang telah ditetapkan agar dapat dilaksanakan dengan baik.

Menjaga kekayaan organisasi

Kekayaan fisik suatu perusahaan dapat dicuri atau disalahgunakan bahkan dapat hancur karena kecelakaan kecuali jika kekayaan tersebut dilindungi dengan pengendalian yang memadai. Begitu pula dengan kekayaan yang ada pada perusahaan yang tidak berwujud seperti piutang dagang akan rawna jika dokumen penting dan catatan tidak dijaga.

Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi

Untuk memenuhi keperluan manajemen dalam mendapatkan innformasi mengenai keuangan yang diteliti dan andal untuk menjalankan kegiatan usaha perusahaan. Berdasarkan informasi akuntansi yang digunakan manajemen dalam mengambil keputusan penting. Pengendalian internal dirancang untuk memberikan jaminan proses pengolahan data akuntansi akan menghasilkan informasi keungan yang teliti dan andal.

Mendorong efesiensi

Pengendalian internal ditujukan untuk mencegah duplikasi usaha yang tidak perlu atau pemborosan dalam segala kegiatan bisnis perushaan dan untuk mencegah penggunaan sumberdaya perusahaan yang tidak efesien

Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen

Untuk mencapai tujuan perusahaan, manajemen menetapkan kebijakan dan prosedur. Pengendalian internal ini ditujukan untuk memberikan jaminan yang memadai agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh karywan.

Salah satu pelanggaran yang ada pada pengendalian internal ialah kecurangan yang dibuat oleh karyawan (employee fraud) ini merupakan kesengajaan yang dilakukana oleh karyawan guna untuk menipu perusahaan demi keuntungan pribadi. Penipuan ini meliputi pencurian kecil-kecilan, seperti lebih catat beban perjalan dinas dengan sengaja, sehingga penggelapan uang miliaran rupiah melalui skema penipuan yang rumit.

Unsur-unsur pengendalian internal menurut para ahli yang perlu dirancang dan diterapkan oleh manajemen perusahaan:

  • Lingkungan pengendalian
  • Penilaian risiko
  • Prosedur pengendalian
  • Pengawasan
  • Informasi dan komunikasi

Lima komponen diatas diibaratkan sebagai payung pelindung perusahaan dari ancaman terhadap pengendalian.Penilaian risiko, prosedur pengendalian, dann pengawasan merupakan bahan yang menjaga paying dari kebocoran. Informasi dan komunikasi menghubungkan payung dengan manajemen.

Peran penting system pengendalian internal

  • Membantu manajemen dalam mengendalikan dan memastikan keberhasil kegiataan perusahaan.
  • Menciptakan pengawasan yang melekat dalam menutupi kelemahan dan keterbatasan karyawan serta mengurangi
  • kemungkinan terjadinya kesalahan dan kecurangan.
  • Membantu auditor dalam menentukan ukuran sampel dan pendekatan audit yang akan diterapkan.

Bagi manajemen dan auditor internal system pengendalian sudah mendapat pengakuan yang meluas dengan beberapa alasan

Semakin besarnya lingkup dan ukuran perusahaan maka banyak hal yang dapat mengakibatkan manajemen tidak dapat melakukan pengendalian secara langsung atau secra pribadi terhadap jalanya perusahaan

System pengecekan dan review yang sudah melekat pada system pengendalian internal dapat dikatakan baik system tersebut mampu melindungi dari kelemahan manusia dan mengurangi kekeliruan serta penyimpangan yang akan terjadi nantinya.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat saya simpulkan bahwasanya sistempengendalian internal terhadap perusahaan sangat penting agar perusahaan tetap efektif dan efesien maka dari itu harus melibatkan pimpinan . komitmen menjadi yang paling utama dalam berjalan nya system ini. Karena hal itu dapat mempengaruhi cara antar karyawan dalam berinteraksi satu dengan yang lain dan kepatuhan terhadap prosedur-prosedur yang di miliki perusahaan. []

Pos terkait