Peran Penting Orang Tua Dalam Perkembangan Kemampuan Komunikasi Pada Anak

DEPOK POS – Anak merupakan individu yang memiliki keunikan dengan kemampuan dalam hal linguistik yang luar biasa. Bagi orang tua, kehadiran seorang anak merupakan bagian dari anugerah yang diberikan Tuhan sekaligus harapan hidup. Orang tua merupakan tokoh imitasi dari kehidupan serta menjadi pendidik utama dalam tumbuh kembang anak. Oleh karena itu orang tua dituntut untuk memiliki wawasan yang luas serta ilmu pengetahuan tentang parenting yang baik guna memenuhi kebutuhan anak, seperti pemenuhan gizi, pakaian yang layak, tempat tinggal yang nyaman, pendidikan terbaik serta memberikan suasana keluarga yang sehat dan harmonis.

Berdasarkanpandangan ilmu komunikasi, komunikasi merupakan proses pertukaran berbagai informasi dan pesan antara dua atau lebih melalui lisan, tulisan, ekspresi wajah dan gerak tubuh dalam kedudukan yang sama atau setara. Ibu merupakan tokoh penting dan utama dalam proses belajar bertutur kata atau berbicara dengan lisan maupun tulisan, mengembangkan kemapuan dalam berbahasa, pola pikiran dan perilaku, dan membangun kepribadian pada anak menjadi invidu yang kreatif dan mandiri. Anak akan lebih mudah meniru apa yang diucapkan dan dilakukan orang tua dan anggota keluarga yang ada disekitarnya. Oleh karena itu, pentingnya kontrol diri pada setiap kata yang diucapkan serta perilaku dalam mendidik si anak. Karena orang tua adalah cerminan dari pendidikan karakter yang ditanamkan mereka kepada anaknya. Ketika orang tua berkomunikasi dengan anak, sangat penting untuk mendudukkan mereka selayak orang dewasa. Anak membutuhkan informasi dari orang tua dan sebaliknya, orang tuapun juga membutuhkan informasi dari mereka walaupun banyak pengecualian.

Anak memperoleh kemampuan dalam berkomunikasi dengan cepat melalui suara, sentuhan, gambaran, lisan dan perilaku yang berada disekitarnya. Sudah sepatutnya kesadaran penting nya peran orang tua untuk mendampingi dalam hal pendidikan anak menjadi sebuah prioritas. Namun, masih banyak orang tua tidak menyadari bahkan tidak peduli bahwa betapa pentingnya berkomunikasi dengan anak saat berada di rumah. Orang tua lebih mementingkan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan sering kali menyesampingkan bagaimana keadaan mental, tumbuh-kembang, serta prestasi anak-anaknya di sekolah. Sudah sewajarnya orang tua memahami dengan baik atas sifat-sifat dan kepribadian baik dan buruk si anak, serta dapat mengetahui dan mengerti apa saja yang anak sukai dan apa saja yang mereka tidak sukai. Oleh karena itu, penting sekali untuk memastikan para orang tua mempunyai sikap yang tepat dalam membangun kemampuan komunikasi pada anak.

Jika orang tua yang dapat menerima dan berkomunikasi dengan tepat sebagaimana adanya, maka si anak akan cenderung mampu dalam tumbuh, berkembang, membuat perubahan yang bersifat membangun, berani dalam berokomunikasi dengan orang lain, belajar memecahkan masalah, serta secara psikologis si anak akan semakin sehat, semakin produktif, semakin cepat tanggap, kreatif dan mampu mengaktualisasikan potensi yang dimiliki dengan baik. Kurangnya interaksi dan komunikasi antara orang tua dengan anak secara tepat dan baik dapat menimbulkan dampak negatif seperti kerenggangan atau konflik dalam keluarga serta mempengaruhi perkembangan emosi dan perilaku menyimpang pada anak. Seperti yang dapat kita ketahui, ketika seorang anak jarang diajak berinteraksi, seperti bermain bersama atau sekedar mengobrol tentang keseharian si anak oleh orang tuanya maka anak akan cenderung merasa kosong, tidak percaya diri, merasa kesepian, tidak peka terhadap perasaan orang lain dan lingkungan sekitar, dan menurunnya tingkat kecerdasan dan kretivitas pada anak . Hal ini dapat menyebabkan perubahan tindak perilaku pada anak dikemudian waktu, contohnya anak bisa saja menjadi tidak peduli atau cuek terhadap orang tuanya kelak dan orang sekitarnya.

Pada saat ini sudah cukup banyak kasus kriminal yang melibatkan anak-anak dan remaja. Salah satu faktor penyebab fenomena ini adalah komunikasi antara orang tua dan anak yang tidak efektif. Menurut Dian Nirmala, seorang Psikolog Anak dan Pendidikan, berdasarkan riset di DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa kebanyakan orang tua tidak sesuai dengan harapan anak. Banyak orang tua di Indonesia yang berkendala saat berkomunikasi. Mereka lebih cenderung melakukan banyak basa-basi dan mengabaikan isu permasalahannya. Banyak orang tua yang mengeluhkan bahwa anak mereka tidak mau mendengar dan patuh terhadap perkataan mereka. Sebaliknya para anak-anak dan remaja merasa orang tua mereka tidak dapat diajak bicara dengan baik dan tidak mau mengerti keinginan mereka. Untuk meminimalisir fenomena ini maka sebagai orang tua harus mengambil inisiatif dalam membangun pola komunikasi yang baik dengan anak. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dijaga guna membangun komunikasi yang baik dengan anak, yaitu:

⦁ Meluangkan waktu untuk berbicara dengan anak, dapat dimulai dari menanyakan kegiatan anak selama seharian. Hal ini dapat memicu sifat terbuka anak kepada orang tua.

⦁ Mempertahankan kontak mata dengan anak saat mengobrol dan Mengajukan pertanyaan yang dirasa mereka sanggup mengerti. Ketika melakukan tindakan ini, orang tuamenujukan rasa kepedulian dan ketertarikan terhadap cerita si anak. Serta anak merasa diperhatikan dengan baik saat bercerita kepada orang tua mereka.

⦁ Berkata dengan lembut dan tenang. Hal ini berguna untuk menjaga dan memerhatikan perasaan anak. Ketika orang tua menjelaskan, menasehati atau menanggapi cerita anak dengan perkataan yang baik, lembut dan tenang, anak akan cenderung mendengarkan perkataan mereka dengan baik.

⦁ Mengajak anak untuk melakukan kegiatan positif bersama. Pentingnya kesadaran akan quality time bersama keluarga di luar rumah atau menikmati liburan bersama. Selain itu tak sekadar liburan, tentunya harus ada aktivitas menarik untuk membangun bonding antara orang tua dan anak. Seperti mengajak anak bermain permainan sederhana bersama.

⦁ Tidak membanding-bandingkan masa kecil anda dengan anak. Contohnya seperti membandingkan masalah kehidupan masa kecil anda dengan anak, karena zaman mengalami perubahan dan pastinya tidak akan sama lagi. Hal ini merupakan tindakan yang paling tidak disukai oleh anak. Cobalah untuk memahami situasi kondisidari segi sudut pandang anak pada saat bercerita.

⦁ Menghargai pendapat dan keputusan anak. Pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai antara anak dan orang tua. Sebagai orang tua, tentu saja mereka menginginkan dalam proses kehidupan anaknya mendapatkan yang terbaik. Namun, tak jarang orang tua yang memaksakan kehendak mereka dengan dalih demi kepentingan masa depan buah hati mereka. Alih-alih melindungi, anak justru merasa terkekang dan tidak dapat menentukan pilihan mereka serta merasamalas untuk bercerita kembali kepada orang tua. Hal inidapat menimbulkan kerenggangan hubungan antara anak dan orang tua. Jika tidak dengan cepat ditindak lanjuti dapat membawa dampak negatif yang lebih besar lagi.

Dari ulasan diatas dapat kita lihat bahwa betapa pentingnya peran orang tua sebagai pendidik pertama dalam perkembangan komunikasi yang terjalin antara anak dan orang tua. Komunikasi yang efektif akan menghasilkan keuntungan-keuntungan lain dalam perkembangan. Salah satu keuntungannya yaitu orang tua tidak akan sulit untuk mengawasi anak, karena anak cenderung terbuka dan jujur kepada orang tuanya. Komunikasi yang tepat dan efektif akan membangun perilaku dan sikap anak menjadi lebih terkendali.

Syaharani Amira Budiani
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Pos terkait