Keseruan Outbound Jelang Paskah Oleh PHBG Sektor Lahairoi Jemaat GPM Bethesda Ambon

Keseruan Outbound Jelang Paskah Oleh PHBG Sektor Lahairoi Jemaat GPM Bethesda Ambon
Kelompok Merah saat dilepas start oleh Ketua Bakopel Sektor Lahairoi Diaken Nova Samusamu (atas) dan saat kembali di titik finish (bawah)

Kabartoday, AMBON – Jelang perayaan hari Paskah yang jatuh pada Minggu, 5 Maret 2026 mendatang, banyak organisasi gereja menggelar berbagai kegiatan.

Demikian pula oleh Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (PHBG) Sektor Lahairoi, Jemaat GPM Bethesda Klasis Pulau Ambon yang menggelar outbound, Sabtu (21/3/2026).

Kegiatan outbound ini diikuti sekitar 50 peserta dari Angkatan Muda GPM dan anak-anak Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) Sektor Lahairoi.

Para peserta dibagi dalam empat kelompok sesuai dengan warna baju yang digunakan. Kelompok 1 Hitam, kelompok 2 Merah, Kelompok 3 Biru dan Kelompok 4 Hijau.

Keseruan empat Kelompok Merah, Hitam, Hijau dan Biru saat menyusuri rute outbound

Adapun rute yang disiapkan panitia adalah mengelilingi wilayah pelayanan Sektor Lahairoi yang diperkirakan 1,5 kilometer. Di sepanjang rute ini panitia mengadakan 5 pos yaitu Pos Start dan Finish serta empat pos tantangan.

Kegiatan outbound ini mendapat antusias baik dari para peserta serta jemaat di Sektor Lahairoi. Di sepanjang rute, terlihat jemaat menanti kedatangan para peserta yang melintas di sekitar rumah mereka.

Kegiatan outbound ini dimulai pukul 14.00 WIT yang diawali dengan doa oleh penatua bapak John Rahantoknam dilanjutkan  dengan melepas start kelompok 1 Hitam. Kemudian berturut-turut kelompok 2 Merah, Kelompok 3 Biru dan Kelompok 4 Hijau dilepas dengan selisih waktu sekitar 5 Menit. Di sepanjang jalan, para peserta menyanyikan lagu-lagu sekolah Minggu maupun lagu rohani lainnya.

Selepas start, para peserta bergerak menuju pos tantangan pertama. Di sepanjang rute, panitia telah menyiapkan kode tanda anak panah dan tanda silang (X).

Selain itu juga panitia membuat berbagai rintangan dengan jebakan palang pohon kayu dimana peserta harus menunduk dan terkadang merayap melewati jebakan tersebut untuk melanjutkan perjalanan.

Di pos tantangan pertama, peserta mendapat beberapa pertanyaan kuis Alkitab yang harus dijawab dengan benar untuk mendapatkan nilai.

Di pos ini, peserta juga diberi tantangan puzzle menyusun kata-kata sesuai dengan ayat Alkitab. Bila peserta menjawab benar, mereka boleh melanjutkan perjalanan.

Ketika hendak lepas dari pos 1 ini, peserta harus merayap melewati rintangan rangkak yang telah disiapkan panitia.

Para peserta outbound harus melewati tantangan fisik merayap di pos 1 dan pos 2 yang disiapkan panitia.

Di pos tantangan kedua, peserta diwajibkan jalan jongkok menuju titik pos. Seperti pos pertama, para peserta juga mendapat kuis Alkitab yang harus dijawab untuk mendapatkan nilai.

Adapun tantangan fisik di pos ini yaitu peserta harus merayap melewati rintangan yang tanahnya sudah disiram air sehingga kelihatan tanah menjadi becek.

Ketika peserta melewati rintangan ini, maka pakaian yang digunakan akan kotor dengan tanah becek yang lengket di pakaian mereka. Walaupun begitu, seluruh peserta melewati rintangan ini dengan penuh sukacita.

Dari pos tantangan kedua, para peserta menuju pos ketiga. Saat jarak 20 meter mendekati pos, peserta kembali harus jalan jongkok.

Di pos ketiga, kelompok peserta juga mendapat pertanyaan kuis Alkitab. Sementara tantangan fisiknya yaitu kelompok peserta harus menggiring bola plastik kecil dengan enam utas tali rafia yang ditautkan.

Keseruan para peserta outbound saat berada di pos 3 dan melewati tantangan kerjasama tim dengan menggiring bola gunakan tali rafia.

Sebanyak enam orang dari kelompok harus menggiring bola yang diletakkan di tautan tali rafia dan tidak boleh menyentuh bola tersebut dengan tangan. Dengan jarak sekitar 10 meter, bola tersebut harus didudukan di mulut botol yang telah disiapkan.

Komandan pos 3 bung Edy Luturmas katakan tantangan ini untuk melihat sejauh mana kekompakan dan kerjasama tim dalam upaya mencapai tujuan yang ditargetkan.

Dari pos ketiga, peserta menuju pos tantangan terakhir yaitu pos empat. Di pos ini, kelompok peserta kembali dihujani penjaga pos dengan pertanyaan kuis Alkitab.

Sementara tantangan fisik yang diberikan yaitu dengan memberi dua gelas air mineral untuk diminum oleh seluruh anggota kelompok. Dua gelas air mineral ini harus dapat dirasakan semua anggota kelompok. Demikian pula dengan diberikan dua permen yang harus dibagi rata kepada semua anggota kelompok.

Usai menyelesaikan tantangan pos empat, peserta bergerak menuju pos finish yang merupakan tempat awal start. Di pos finish, ketua kelompok melaporkan kelengkapan  jumlah peserta serta laporan tantangan mencatat jumlah tanda panah maupun tanda silang di sepanjang rute.

Sebagai tantangan penutup, para peserta diwajibkan bergoyang ria sesuai irama lagu yang diputar panitia. Tampak peserta dengan gembira bergoyang ria melupakan kelelahan mereka.

Terhadap kegiatan ini, Ketua PHBG Sektor Lahairoi Zeth Kustely ungkapkan tujuan utama outbound jelang Paskah adalah untuk memperkuat kebersamaan, membangun karakter (kepemimpinan, kerja sama, kepercayaan diri) kehidupan bergereja melalui kegiatan luar ruangan yang seru, serta merenungkan makna Paskah melalui interaksi alam dan tim.

Zeth Kustely, Ketua PHBG Sektor Lahairoi, Jemaat GPM Bethesda Klasis Pulau Ambon.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana penyegaran mental (refreshing) sekaligus meningkatkan ketahanan fisik,” ujarnya.

Kustely jelaskan detail tujuan outbound jelang Paskah antara lain pertama, meningkatkan kebersamaan dan kerja sama tim.

“Kegiatan kelompok membantu membangun kekompakan, solidaritas, dan komunikasi yang lebih baik di antara peserta,” tukasnya.

Tujuan kedua yaitu membangun karakter dan kepercayaan diri para peserta dimana melalui permainan menantang, peserta belajar keberanian, kemandirian dan kemampuan memecahkan masalah (problem solving).

Tujuan ketiga, berupa penyegaran mental (Refreshing) dimana panitia mengajak peserta untuk sejenak keluar dari rutinitas peserta yang kebanyakan masih berstatus pelajar dan beraktivitas di alam terbuka.

“Dengan sejenak berinteraksi di alam terbuka, kita harapkan dapat menghilangkan kejenuhan, stres, serta meningkatkan kebugaran jasmani,” bebernya.

Tujuan keempat yaitu Refleksi dan Makna Paskah dengan menyisipkan nilai-nilai spiritual, seperti kasih, pengorbanan, dan persaudaraan, untuk merenungkan makna Paskah dengan cara yang menyenangkan.

Dan tujuan terakhir yaitu mengajak para peserta untuk meningkatkan kepedulian lingkungan.

“Kegiatan di alam terbuka kiranya dapat memupuk kesadaran untuk mencintai dan menjaga lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Adapun aspek penilaian dari dewan juri terhadap peserta yaitu dari aspek Karakter atau mental, kerjasama tim, intelektual (pengetahuan Alkitab) serta pengamatan tanda panah dan tanda silang di sepanjang rute.

Hasil lomba outbound ini adalah juara I kelompok Hitam, Juara II kelompok Merah, Juara III Kelompok Hijau dan Juara IV Kelompok Biru.

Bagi para peserta, bukan soal siapa yang juara tapi mereka gembira bisa berinteraksi di alam terbuka dalam kebersamaan sebagai saudara seiman. (ELLA)

Pos terkait