DEPOK POS – Komunikasi sangatlah penting dalam hubungan apapun, baik secara romantis maupun dalam lingkungan sosial dan profesional seperti dunia kerja. Terkadang apa yang ingin kita sampaikan ke komunikan atau pihak yang menerima pesan kita tidak sesuai dengan apa yang ingin kita sampaikan ketika komunikan tersebut menyebarluaskan kepada banyak orang. Oleh karena itu komunikasi menjadi sangat penting dimanapun itu menghindari adanya kesalahpahaman bahkan menghindari adanya kebingungan hingga mencapai titik keributan akan informasi yang sebenarnya tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan.
Lalu, apa sebenarnya komunikasi tersebut? Menurut Gode, “Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki dua orang atau lebih”. Seperti kata pepatah, “Hal terpenting dalam komunikasi adalah mendengarkan apa yang tidak dikatakan.” – Peter Drucker.
Jika dihubungkan pengertian komunikasi dari Gode dengan pepatah dari Peter Drucker maka dapat disimpulkan bahwa terdapat komunikasi yang tidak dikatakan dan kita tidak mengamati hal tersebut sehingga ketika komunikan membagikan informasi tersebut langsung kepada banyak orang akan meninggalkan jejak pesan yang tertinggal walaupun perkataan tersebut sama persis dengan apa yang didengar. Contoh yang sering tidak diperhatikan adalah nada ketika berbicara dan kapan harus berhenti. Maka dari itu, di zaman sekarang detail ini hilang dikarenakan penyampaian komunikasi sekarang kebanyakan melalui email atau media sosial lainnya.
Komunikasi dapat melalui bahasa lisan (verbal) dan bahasa isyarat (non verbal). Perkembangan bahasa telah mengalami proses panjang yang dimulai dari manusia ada di dunia ini dan terus berkembang hingga saat ini. Bahasa isyarat mungkin ada lebih dahulu atau mungkin muncul secara bersamaan dengan bahasa lisan. Komunikasi memerlukan media mulai dari hal yang sederhana hingga zaman sekarang ini yang menggunakan media komunikasi elektronik seperti telepon genggam. Komunikasi bisa dilakukan jarak dekat maupun jarak jauh dan komunikasi bisa dilakukan kepada individu ataupun lebih luas lagi kepada banyak orang.
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, baik lisan maupun tulisan. Komunikasi ini paling banyak digunakan dalam hubungan antar manusia. Melalui kata-kata, kita dapat mengungkapkan perasaan, emosi, pikiran, ide atau hasil pemikiran dari apa yang kita ingin kita sampaikan, menafsirkan fakta, data dan informasi serta menjelaskannya, bertukar perasaan dan pikiran, melakukan perdebatan dan perkelahian. Dalam komunikasi verbal, bahasa memegang peranan penting. Komunikasi verbal mengandung makna denotatif atau makna sebenarnya dari suatu kata. Media yang paling sering digunakan adalah bahasa. Karena bahasa dapat menerjemahkan pikiran seseorang ke pikiran orang lain.
Menurut Katz (1994:4), “Komunikasi bisnis didefinisikan sebagai pertukaran ide, pesan dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersial. Komunikasi bisnis dapat didefinisikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis dalam rangka mencapai tujuan bisnis.” Komunikasi yang efektif biasanya akan memengaruhi produktivitas kerja serta perusahaan. Dalam konteks bisnis, komunikasi dilakukan melalui bentuk mendengarkan, membaca, menelepon, surat-menyurat, memberi perintah, negosiasi, presentasi, memberi pujian, menerima dan menanggapi keluhan, menerima laporan serta masih banyak bentuk lainnya.
Komunikasi bisnis efektif dalam sebuah bisnis biasanya akan melibatkan pemahaman penerima, tanggapan penerima, hubungan yang menguntungkan dan niat baik sebuah organisasi. Agar komunikan dapat mengerti apa makna pesan yang diberikan komunikator, maka komunikator harus membuat pesan yang jelas dan kalimatnya mudah diingat serta tidak mengurangi makna pesan jika pesannya disingkat karena pesan tersebut banyak dan panjang. Tanggapan penerima dapat bersifat positif, negatif dan netral yang disampaikan, melalui perkataan, tindakan atau keduanya. Itu semua tergantung berdasarkan situasi yang berlaku saat itu.
Hubungan yang menguntungkan bagi sebuah bisnis harus dimulai dari kohesi positif, pribadi dan profesional antara komunikator dan komunikan. Komunikator dan komunikan pasti akan mendapatkan keuntungan dari jalinan hubungan baik tersebut. Sebagai contoh, jika komunikator melakukan komunikasi kepada komunikan untuk tetap tersenyum saat melayani konsumen maka penerima pesan tersebut akan menerima masukan dari konsumen atas kepuasan konsumen ketika konsumen tersebut merasa terbantu.
Niat baik sebuah organisasi sangatlah penting. Ketika sebuah perusahaan mempunyai niat baik dari pelanggannya maka akan menciptakan kepercayaan dan dalam banyak kasus akan membuat bisnis terus berjalan. Komunikator memiliki tanggung jawab untuk berusaha meningkatkan reputasi perusahaan melalui komunikasi yang positif. Seperti contoh, ketika ada pembeli yang datang dan tidak menemukan barang yang dicari di toko serba ada yang sering kita dengar seperti Alfamart dan Indomaret lalu menanyakan barang tersebut kepada kita yang posisinya sebagai karyawan sudah seharusnya melayani pembeli tersebut dengan komunikasi yang positif bahkan jika pembeli tersebut terus bertanya supaya pembeli mau belanja lagi di toko serba ada kita.
Apa yang membuat kohesi komunikasi verbal dalam komunikasi bisnis? Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita melakukan komunikasi kepada banyak orang khususnya dalam dunia bisnis. Komunikasi yang sering kita digunakan tentu komunikasi verbal. Contoh yang membuat bahwa suatu komunikasi verbal memiliki kohesi dalam komunikasi verbal yaitu mendengar, membaca, menelepon serta presentasi dan memberi apresiasi. Ketika ada perusahaan menelepon ke perusahaan kita dan ingin melakukan investasi ke saham perusahaan kita tapi perusahaan tersebut ingin tahu lebih jelas tentang saham apa yang dijalankan maka dilakukan rapat pertemuan, dalam rapat pertemuan tersebut perusahaan yang ingin melakukan investasi ke saham perusahaan kita pasti akan membaca dan mendengarkan apa yang kita angkat dalam presentasi lalu memberikan tepuk tangan atas hasil presentasi kita yang memuaskan.
Surat-menyurat sekarang ini sudah banyak lewat e-mail contohnya adalah tawaran wi-fi lalu kita menerima tawaran tersebut yang dimana perusahaan wi-fi tersebut menerima laporan kita ingin memakai wi-fi mereka dan setelah dipasang ternyata mengalami kendala yang kita tidak ketahui, maka proses komunikasi tersebut adalah menerima dan menanggapi keluhan dengan datang ke rumah untuk mencari dan memperbaiki kendala tersebut.
Terakhir adalah negosiasi dengan contoh bisnis dagang di toko pakaian. Tentunya penjual dan pembeli akan melakukan negosiasi agar sama-sama saling menguntungkan. Pakaian yang dijual penjual akan dibeli dan tentunya mendapatkan uang dari pembeli serta pembeli akan mendapatkan pakaian dengan harga yang menurut tawaran pembeli tersebut senilai dengan harga pakaiannya.
Kesimpulannya adalah dalam kehidupan sehari-hari tentu kita melakukan komunikasi kepada banyak orang khususnya dalam dunia bisnis. Komunikasi yang paling sering digunakan dalam dunia bisnis tentunya adalah komunikasi verbal. Contoh yang membuat bahwa suatu komunikasi verbal memiliki kohesi dalam komunikasi bisnis yaitu mendengar, membaca, menelepon serta presentasi dan memberi apresiasi. Komunikasi bisnis efektif dalam sebuah bisnis biasanya akan melibatkan pemahaman komunikan, tanggapan komunikan, hubungan yang menguntungkan dan niat baik sebuah organisasi. Agar komunikan dapat mengerti apa makna pesan yang diberikan komunikator, maka komunikator harus membuat pesan yang jelas dan kalimatnya mudah diingat serta tidak mengurangi makna pesan jika isi pesan ingin disingkat karena pesan tersebut banyak dan panjang. Tanggapan penerima dapat bersifat positif, negatif dan netral yang disampaikan, melalui perkataan, tindakan atau keduanya. Itu semua tergantung berdasarkan situasi yang berlaku saat itu.
Rio Van Moor Sihombing
Mahasiswa Universitas Pamulang.






