<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Oase Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/tag/oase/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/oase/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Aug 2024 08:33:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2025/10/cropped-IMG_20251026_055359-32x32.jpg</url>
	<title>Oase Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/oase/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bolehkah Berwudhu dengan Air Mineral?</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/bolehkah-berwudhu-dengan-air-mineral/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 08:33:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Wudhu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74263</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Dalam keseharian umat Islam, tata cara berwudhu merupakan ritual penting sebelum melaksanakan salat.&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/bolehkah-berwudhu-dengan-air-mineral/">Bolehkah Berwudhu dengan Air Mineral?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Dalam keseharian umat Islam, tata cara berwudhu merupakan ritual penting sebelum melaksanakan salat. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah air mineral dapat digunakan untuk berwudhu? Pertanyaan ini memunculkan diskusi mengenai kesucian air mineral dalam konteks keagamaan.</p>
<p>Air mineral sendiri merupakan air biasa yang telah melalui proses pembersihan bakteri. Sumber airnya dapat berasal dari air hujan, air sumur, air laut, atau air biasa lainnya. Proses pembersihan tersebut melibatkan teknologi seperti sinar ultraviolet atau sinar ozon. Meskipun dulunya sinar ultraviolet banyak digunakan, namun karena dampak bahayanya, kini sinar ozon dianggap sebagai alternatif yang lebih aman.</p>
<p>Dari sudut pandang agama Islam, air mineral dianggap sebagai air mutlak yang suci dan mampu mensucikan. Dalil yang mendukung kesucian air biasa yang berasal dari laut dan kemudian menjadi air sumur dapat ditemukan dalam Al-Qur’an, seperti surat Al-Furqan ayat 48 yang menyatakan, “Dan Kami turunkan dari langit air yang suci/bersih.”</p>
<p>Selain itu, surat Al-Anfaal ayat 11 juga menegaskan, “Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengannya.” Hadis juga memberikan petunjuk terkait kebolehan menggunakan air laut untuk berwudhu, sebagaimana jawaban Nabi Muhammad SAW ketika ditanya tentang hal tersebut lantas menjawab: “Laut itu airnya suci, bangkainya pun halal.“</p>
<p>Dengan dasar-dasar tersebut, umat Islam memiliki keleluasaan dalam menggunakan air mineral untuk berwudhu. Kesucian air mineral dan keselamatan teknologi yang digunakan dalam proses penyuciannya menjadikannya pilihan yang dapat dipertimbangkan. Hal ini mencerminkan evolusi metode pembersihan air sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan dalam ketaatan agama.</p>
<p><em>Referensi:</em><br />
<em>Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, “Bolehkah Air Aqua untuk Wudhu dan Bedak untuk Tayamum?” dalam Suara Muhammadiyah,</em></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/bolehkah-berwudhu-dengan-air-mineral/">Bolehkah Berwudhu dengan Air Mineral?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://rubrik.co.id/wp-content/uploads/2024/05/tata-cara-berwudhu-yang-benar-sebuah-panduan-untuk-pembersihan-spiritual-dalam-islam.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Panduan Lengkap Tata Cara Shalat Istikharah</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/panduan-lengkap-tata-cara-shalat-istikharah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 08:31:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat Istikharah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74260</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Shalat Istikharah adalah shalat sunah yang dilakukan untuk memohon petunjuk kepada Allah atau&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/panduan-lengkap-tata-cara-shalat-istikharah/">Panduan Lengkap Tata Cara Shalat Istikharah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Shalat Istikharah adalah shalat sunah yang dilakukan untuk memohon petunjuk kepada Allah atau dipilihkan antara beberapa pilihan yang paling baik untuk dilaksanakan. Shalat ini sangat penting untuk dilaksanakan karena manusia adalah makhluk yang lemah dan sangat butuh pertolongan Allah dalam setiap urusannya.</p>
<p>Setinggi apapun ilmu yang dimiliki, manusia tidak akan mengetahui perkara yang gaib. Ia juga tidak mengetahui manakah kejadian yang baik dan buruk pada masa yang akan datang.</p>
<p>Seorang muslim sangat yakin dan tidak ada keraguan sedikitpun bahwa yang mengatur segala urusan adalah Allah Ta’ala. Dialah yang menakdirkan dan menentukan segala sesuatu sesuai yang Dia kehendaki pada hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (68) وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ (69) وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ – القصص : 68 – 70</p>
<p>“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Rabb (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan” [QS. al-Qashash: 68-70].</p>
<p>Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya agar senantiasa memohon pertolongan kepada-Nya agar diberikan petunjuk untuk memperoleh kebaikan bagi kehidupannya dan terhindar dari keburukan. Cara yang terbaik dalam memohon pertolongan kepada Allah SWT adalah melalui shalat, sebagaimana hal ini difirmankan Allah SWT di dalam al-Qur’an yang berbunyi:</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ – البقرة : 153</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” [QS. al-Baqarah: 153].</p>
<p>Untuk melaksanakan perintah Allah SWT di atas, seorang muslim haruslah mengikuti petunjuk Rasulullah SAW. Sebab, Beliaulah satu-satunya orang yang diutus Allah SWT untuk menjelaskan tata-cara yang benar dalam berkomunikasi antara hamba dengan Penciptanya. Sebaliknya, seorang muslim harus menjauhi tata-cara di luar petunjuk Rasulullah SAW, sebagaimana yang telah dilakukan oleh masyarakat jahiliyah sebelum datangnya Islam. Ketika akan melakukan suatu pekerjaan, mereka menentukan pilihan dengan azlam (undian). Setelah Islam datang, Allah SWT melarang cara-cara semacam ini, dan kemudian diganti dengan shalat istikharah.</p>
<h3>Dasar Hukum Shalat Istikharah</h3>
<p>Tuntunan shalat istikharah didasarkan pada hadits sahih yang bersumber dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah r.a. Dia berkata:</p>
<p>كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ</p>
<p>Rasulullah SAW mengajari kami shalat istikharah dalam setiap perkara atau urusan yang kami hadapi, sebagaimana Beliau mengajarkan kami suatu surat dari al-Qur’an. Beliau berkata: “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua rakaat yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah…”. [HR. al-Bukhari].</p>
<p>Berdasarkan hadits di atas, al-‘Allamah al-Qurthubi rahimahullah mengatakan bahwa “sebagian ulama menjelaskan: tidak sepantasnya bagi orang yang ingin menjalankan di antara urusan dunianya sampai ia meminta pada Allah pilihan dalam urusannya tersebut yaitu dengan melaksanakan shalat istikharah. Jadi, shalat istikharah adalah salah satu amalan yang biasa dilakukan oleh seorang muslim setiap akan melakukan suatu urusan.</p>
<p>Namun demikian, para ulama bersepakat bahwa shalat istikharah bukan termasuk amalan wajib (fardlu), melainkan dianjuran (mustahab/sunah). Hal ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW tersebut di atas yang berbunyi: “maka lakukanlah shalat dua rakaat yang bukan shalat wajib”. Selain itu, pendapat ini juga didasarkan pada jawaban Rasulullah SAW ketika seorang laki-laki bertanya tentang Islam. Beliau SAW menjawab: “shalat lima waktu sehari semalam”. Lalu ia tanyakan pada Nabi SAW:</p>
<p>هَلْ عَلَىَّ غَيْرُهَا قَالَ « لاَ ، إِلاَّ أَنْ تَطَّوَّعَ »</p>
<p>“Apakah aku memiliki kewajiban shalat lainnya?” Nabi SAW pun menjawab: “Tidak ada, kecuali jika engkau ingin menambah dengan shalat sunah” [HR. Bukhari dan Muslim].</p>
<h2>Tata-Cara Shalat Istikharah</h2>
<h3>Waktu Pelaksanaan</h3>
<p>Shalat istikharah dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam hari, asalkan bukan pada 3 waktu yang terlarang untuk melakukan shalat, yakni ketika matahari terbit atau sedang berada di tengah atau sedang terbenam [HR. Jama’ah kecuali Bukhari]. Akan tetapi, jika shalat istikharah tidak bisa diundur atau dibutuhkan saat itu juga, maka sebagian ulama berpandangan bahwa hal itu boleh dikerjakan saat itu juga walaupun pada waktu yang terlarang.</p>
<p>Pandangan yang demikian itu didasarkan pada kebutuhan pelaksanaan shalat istikharah yang perlu dilakukan secepatnya. Dengan demikian, jadilah ia shalat sunah yang disyariatkan karena adanya sebab, sementara sudah dimaklumi bahwa waktu-waktu terlarang shalat ini tidak berlaku pada shalat-shalat sunah yang mempunyai sebab, seperti tahiyatul masjid, shalat sunah wudhu, dan semacamnya. Pandangan ini merupakan mazhab Imam asy-Syafi’i dan sebuah riwayat dari Imam Ahmad, serta pendapat yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiah [Lihat, Majmu’ al-Fatawa: 23/210-215].</p>
<p>Jadi, pelaksanaan shalat istikharah tidak terikat dengan waktu tertentu, tetapi ia dilakukan ketika seseorang telah berniat atau bertekad melakukan suatu pekerjaan tertentu. Hal ini didasarkan pada penggunaan kata هَمَّ dalam sabda Rasulullah SAW di atas yang memiliki arti berniat, juga pada isi doa istikharah yang menunjukkan telah adanya niat seseorang dalam mengerjakan sesuatu. Oleh karena itu, jika seseorang masih belum berniat untuk mengerjakan sesuatu atau masih ada beberapa pilihan yang akan dikerjakan, hendaklah ia terlebih dahulu berniat atau menentukan pilihannya, lalu lakukanlah istikharah.</p>
<p>Pekerjaan yang dimaksud berkaitan dengan perkara-perkara yang mubah, bukan yang wajib dilaksanakan, atau haram dilakukan. Dalam hal ini, al-Hafiz Ibnu Hajar berkata dalam “al-Fath” (11/220); “Ibnu Abi Hamzah berkata: amalan yang wajib dan yang sunah tidak perlu melakukan istikharah dalam melakukannya, sebagaimana yang haram dan makruh tidak perlu melakukan istikharah dalam meninggalkannya. Maka urusan yang butuh istikharah hanya terbatas pada perkara yang mubah dan dalam urusan yang sunah jika di depannya ada dua amalan sunah yang hanya bisa dikerjakan salah satunya, mana yang dia kerjakan lebih dahulu dan yang dia mencukupkan diri dengannya. Maka janganlah sekali-kali kamu meremehkan suatu urusan, akan tetapi hendaknya kamu beristikharah kepada Allah dalam urusan yang kecil dan yang besar, yang mulia atau yang rendah, dan pada semua amalan yang disyariatkan istikharah padanya. Karena terkadang ada amalan yang dianggap remeh akan tetapi lahir darinya perkara yang mulia”.</p>
<h3>Kaifiat Shalat Istikharah</h3>
<p>Sebagaimana dijelaskan di dalam hadits riwayat al-Bukhari di atas, shalat istikharah dilakukan sebanyak 2 rakaat. Adapun tata-caranya hendaklah dilakukan sebagaimana tata-cara shalat yang lain, baik yang meliputi bacaan maupun gerakan shalat. Sebagian ulama menganjurkan ketika rakaat pertama dan setelah membaca al-Fatihah hendaklah seseorang membaca surat al-Kafirun, dan di rakaat kedua membaca surat al-Ikhlas. Namun pendapat semacam ini tidak ada landasannya, sehingga ia tidak bisa dijadikan pegangan. Oleh karenanya, dalam shalat istikharah, seseorang boleh memilih surat apa saja dalam al-Qur’an. As-Sayyid Sabiq dalam “Fiqhus-Sunnah” mengatakan bahwa tidak ada ketentuan yang kuat tentang surat atau ayat apa yang harus secara khusus dibaca pada 2 rakaat istikharah itu. Selain itu juga tidak ada anjuran untuk mengulang-ulang ayat tertentu dalam suatu rakaat.</p>
<p>Perbedaan shalat istikharah dengan shalat pada umumnya hanyalah pada bacaan doa setelah selesai shalat. Teks doa istikharah terdiri dari dua macam, yaitu pertama, berbunyi:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ*) خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ*) شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى</p>
<p>“Allahumma inni astakhii-ruka bi ‘ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amra*) khairan lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amra*) syarrun lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii, fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lial khaira haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih”</p>
<p>“Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini *) baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagiku dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini *) buruk untukku, agamaku dan jalan hidupkku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan di mana pun kebaikan itu berada, dan ridhailah aku dengan kebaikan</p>
<p>Adapun teks doa istikharah yang kedua sama dengan di atas, hanya ada beberapa kalimat yang berbeda, yaitu: kalimat [دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى] diganti dengan [عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ]. Dengan demikian, teks lengkapnya adalah sebagai berikut:</p>
<p>اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ*) خَيْرٌ لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ *)شَرٌّ لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى</p>
<p>“Allahumma inni astakhii-ruka bi ‘ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amra*) khairan lii fii ‘aajili amrii wa aajilih faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amra *) syarrun lii fii ‘aajili amrii wa aajilih, fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lial khaira haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih.</p>
<p>“Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini *) baik untukku di waktu dekat atau di masa nanti, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagiku dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini *) buruk untukku, di waktu dekat atau di masa nanti, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan di mana pun kebaikan itu berada dan ridhailah aku dengan kebaikan”.</p>
<p>*) Sebutkan urusan yang sedang dihadapi</p>
<p>Kedua teks doa tersebut bersumber dari hadits Jabir r.a. yang diriwayatkan oleh sl-Bukhari dalam kitab Shahihnya yang berbunyi:</p>
<p>كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي قَالَ وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ</p>
<p>“Rasulullah SAW mengajari kami istikharah dalam setiap urusan yang kami hadapi sebagaimana Beliau mengajarkan kami suatu surat dari al-Qur’an. Beliau SAW bersabda: ‘Jika seorang dari kalian menghadapi masalah maka ruku’lah (shalat) dua rakaat yang bukan shalat wajib kemudian berdoalah: Allahumma inniy astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal ‘azhim, fainnaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amra khairul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aaqibati amriy” atau- ‘Aajili amriy wa aajilihi -faqdurhu liy wa yassirhu liy tsumma baarik liy fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amru syarrul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aqibati amriy” atau- fiy ‘aajili amriy wa aajilihi- fashrifhu ‘anniy washrifniy ‘anhu waqdurliyl khaira haitsu kaana tsumm ar dhiniy”.</p>
<p>“Ya Allah, aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon karunia-Mu yang Agung. Karena Engkau Maha Mampu sedang aku tidak mampu, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini -atau Beliau bersabda; di waktu dekat atau di masa nanti- maka takdirkanlah buatku dan mudahkanlah, kemudian berikanlah berkah padanya. Namun sebaliknya ya Allah, bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini -atau Beliau bersabda; di waktu dekat atau di masa nanti- maka jauhkanlah urusan dariku dan jauhkanlah aku darinya. Dan tetapkanlah buatku urusan yang baik saja di mana pun adanya, kemudian jadikanlah aku ridha dengan ketetapan-Mu itu’. Beliau bersabda: ‘Dan hendaklah seseorang sebutkan urusan yang sedang diminta pilihannya itu’. [HR. al-Bukhari, No. 1162].</p>
<p><strong>Keterangan:</strong></p>
<p>Cara menyebutkan urusan misalnya: Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amra (Ya Allah, jika engkau mengetahui bahwa urusan ini) misalnya saja perjalananku ke Surabaya atau pernikahanku dengan si Fulanah atau usahaku membuka warung atau yang lainnya.</p>
<p>Doa shalat istikharah yang lebih tepat dibaca setelah shalat, dan bukan di dalam shalat, sebagaimana disebutkan di dalam hadits di atas. Syaikh Musthafa al- ‘Adawi hafizhahullah mengatakan: “aku tidak mengetahui dalil yang sahih yang menyatakan bahwa doa istikharah dibaca ketika sujud atau setelah tasyahud (sebelum salam), kecuali landasannya adalah dalil yang sifatnya umum yang menyatakan bahwa ketika sujud dan tasyahud akhir adalah tempat terbaik untuk berdoa. Akan tetapi, hadits ini sudah cukup sebagai dalil tegas bahwa doa istikharah adalah setelah shalat.</p>
<p>Seseorang setelah melakukan shalat istikharah, hendaknya dia memilih untuk mengerjakan apa yang hendak dilakukan dari urusan yang ingin dikerjakan. Jika urusan itu merupakan kebaikan, maka insya Allah dia akan dimudahkan oleh Allah SWT, dan jika itu merupakan kejelekan maka Allah akan memalingkannya dari urusan tersebut. Muhammad bin Ali az-Zamlakani rahimahullah berkata: “jika seseorang sudah shalat istikharah dua rakaat untuk suatu urusan, maka setelah itu hendaknya dia mengerjakan urusan yang dia ingin kerjakan, baik hatinya lapang/tenang dalam mengerjakan urusan itu ataukah tidak. Karena, pada urusan tersebut terdapat kebaikan walaupun mungkin hatinya tidak tenang dalam mengerjakannya”. Dan beliau juga berkata: “karena dalam hadits (Jabir) tersebut tidak disebutkan adanya kelapangan/ketenangan jiwa” [Thabaqat asy-Syafi’iah al-Kubra: 9/206]. Maksudnya: Dalam hadits Jabir di atas tidak disebutkan bahwa hendaknya dia mengerjakan apa yang hatinya tenang dalam mengerjakannya (wallahu a’lam).</p>
<p>Sebagian orang beranggapan bahwa jawaban istikharah akan Allah sampaikan dalam mimpi. Ini adalah anggapan yang sama sekali tidak berdalil, sebab tidak ada keterkaitan antara istikharah dengan mimpi. Syaikh Masyhur Hasan Salman hafizhahullah mengatakan: mimpi tidak bisa dijadikan acuan hukum fikih. Sebab di dalam mimpi, setan memiliki peluang besar untuk memainkan perannya, sehingga bisa jadi setan menggunakan mimpi untuk mempermainkan manusia. Nabi Muhammad SAW bersabda:</p>
<p>الرُّؤْيَا ثَلاَثَةٌ : فَبُشْرَى مِنَ اللهِ ، وَحَدِيثُ النَّفْسِ ، وَتَخْوِيفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ – أحمد</p>
<p>“Mimpi ada 3 macam, (yaitu) berita gembira dari Allah, dari bisikan hati, dan ketakutan dari setan” [HR. Ahmad].</p>
<p>Beliau juga menjelaskan bahwa mimpi tidak bisa untuk menetapkan hukum, namun hanya sebatas diketahui. Dan tidak ada hubungan antara shalat istikharah dengan mimpi. Karena itu, tidak disyaratkan, bahwa setiap istikharah pasti diikuti dengan mimpi. Hanya saja, jika ada orang yang istikharah kemudian dia tidur dan bermimpi yang baik, bisa jadi ini merupakan tanda baik baginya dan melapangkan jiwanya. Tetapi, sekali lagi, tidak ada keterkaitan antara istikharah dengan mimpi.</p>
<p>Sebagian ulama berpandangan bahwa melakukan istikharah tidak harus dengan shalat khusus, tapi bisa dengan semua shalat sunah. Artinya, seseorang bisa melakukan shalat rawatib, dhuha, tahiyatul masjid, atau shalat sunah lainnya, kemudian setelah mengerjakan shalat dia membaca doa istikharah. Pandangan tersebut didasarkan pada hadits tentang shalat istikharah di atas yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:</p>
<p>فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ</p>
<p>“Kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu…”</p>
<p>Dalam hal ini, Imam an-Nawawi mengatakan:</p>
<p>والظاهر أنها تحصل بركعتين من السنن الرواتب ، وبتحية المسجد، وغيرها من النوافل</p>
<p>“Dan yang jelas, doa istikharah bisa dilakukan setelah melaksanakan shalat rawatib, tahiyatul masjid, atau shalat sunnah lainnya” [Bughyatul Mutathawi’, hlm. 45].</p>
<p>Istikharah boleh dilakukan berulang kali dalam urusan yang kita inginkan untuk mohon petunjuk kepada Allah. Sebab, istikharah adalah doa, dan tentu saja boleh dilakukan berulang kali. Wallahu A’lam.</p>
<p>narasumber utama artikel ini: Zaini Munir Fadloli<br />
Sumber Artikel : http://tuntunanislam.id</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/panduan-lengkap-tata-cara-shalat-istikharah/">Panduan Lengkap Tata Cara Shalat Istikharah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://nawacita.co/wp-content/uploads/2022/07/shalat-istikharah.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Apakah Hanya Fokus Duniawi Cukup dalam Hidup?</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/apakah-hanya-fokus-duniawi-cukup-dalam-hidup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Aug 2024 00:30:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73290</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Dalam era modern yang serba cepat ini, banyak orang merasa terjebak dalam lingkaran&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/apakah-hanya-fokus-duniawi-cukup-dalam-hidup/">Apakah Hanya Fokus Duniawi Cukup dalam Hidup?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Dalam era modern yang serba cepat ini, banyak orang merasa terjebak dalam lingkaran rutinitas yang hanya fokus pada pencapaian materi dan mengejar kesuksesan duniawi. Namun, pertanyaannya adalah: apakah hanya orientasi pada dunia saja sudah cukup untuk mencapai kehidupan yang memuaskan dan berarti?</p>
<p>Kehidupan duniawi sering kali diidentikkan dengan pencapaian materi seperti kekayaan, jabatan, dan status sosial. Banyak orang beranggapan bahwa dengan mencapai semua ini, mereka akan meraih kebahagiaan dan kepuasan hidup.</p>
<p>Memang, memiliki kebutuhan dasar yang terpenuhi dan menikmati kenyamanan hidup dapat memberikan rasa puas dan keamanan. Namun, apakah kepuasan ini bersifat permanen atau hanya sementara?</p>
<p>Islam tidak melarang pencapaian duniawi atau keberhasilan materi, tetapi menekankan bahwa semua pencapaian harus dilakukan dalam batas-batas yang ditetapkan oleh Allah. Dalam Al-Qur&#8217;an, Allah berfirman:</p>
<p><em>&#8220;Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) kehidupan akhirat dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari kehidupan duniawi.&#8221; (</em>QS. Al-Qasas: 77)</p>
<p>Ayat ini menunjukkan bahwa meskipun pencapaian duniawi diperbolehkan, seseorang tidak boleh melupakan tanggung jawabnya terhadap kehidupan akhirat. Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu yang dimiliki di dunia ini adalah titipan dari Allah dan harus digunakan dengan bijaksana.</p>
<p>Penelitian menunjukkan bahwa kepuasan dari pencapaian materi sering kali bersifat sementara dan dapat menurun seiring waktu. Ketika seseorang mencapai satu tujuan, keinginan baru sering muncul, dan siklus pencapaian yang berkelanjutan ini bisa menjadi tanpa akhir. Selain itu, terlalu fokus pada pencapaian materi dapat menyebabkan stres dan kelelahan, dan mengabaikan aspek-aspek penting lainnya dalam kehidupan.</p>
<p>Keseimbangan antara pencapaian duniawi dan aspek spiritual adalah kunci untuk kehidupan yang memuaskan.agama mengajarkan bahwa kehidupan yang bermakna tidak hanya bergantung pada pencapaian duniawi, tetapi juga pada pemenuhan spiritual dan emosional.</p>
<p>Keseimbangan antara kebutuhan fisik dan spiritual dapat memberikan kedamaian batin dan kebahagiaan yang lebih mendalam. Kehidupan spiritual bisa mencakup berbagai bentuk, seperti sholat, berdzikir, berdoa, atau meditasi. Praktik ini dapat membantu seseorang untuk merasa lebih terhubung dengan tujuan hidup yang lebih besar, memberikan makna, dan menemukan kepuasan yang lebih mendalam yang tidak tergantung pada pencapaian materi.</p>
<p>Islam mengajarkan pentingnya keseimbangan antara pencapaian duniawi dan persiapan untuk akhirat. sebagaimana dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang duniawi tidak mempengaruhi akhiratnya, maka dia adalah orang yang beruntung. Namun, jika duniawi mempengaruhi akhiratnya, maka dia adalah orang yang merugi.&#8221;</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Hadits tersebut menekankan bahwa keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat adalah kunci untuk mendapatkan kebahagiaan yang sesunggguhnya. Fokus yang hanya pada aspek duniawi tanpa memikirkan akhirat dapat menyebabkan kerugian spiritual dan emosional.</p>
<p>Selain pencapaian materi dan spiritualitas, hubungan sosial juga memainkan peran penting dalam kesejahteraan seseorang. Hubungan yang sehat dengan keluarga, teman, dan komunitas dapat memberikan dukungan emosional, rasa saling peduli, dan kebahagiaan.</p>
<p>Penelitian menunjukkan bahwa kualitas hubungan sosial dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik secara signifikan. Dalam Islam juga mengajarkan pentingnya tanggung jawab sosial dan etika dalam pencapaian duniawi. Berbuat baik kepada sesama, berbagi rezeki, dan memenuhi hak-hak orang lain adalah bagian dari ajaran Islam yang harus diikuti. Dalam Al-Qur&#8217;an, Allah berfirman:</p>
<p><em>&#8220;Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.&#8221;</em> (QS. Al-Baqarah: 195)</p>
<p>Perbuatan baik dan berbagi rezeki yang diperoleh dari pencapaian duniawi adalah cara untuk mendapatkan keberkahan dari Allah dan memperkuat hubungan sosial</p>
<p>Dalam mencari makna hidup, orientasi hanya pada dunia saja tidaklah cukup. Meskipun pencapaian materi dapat memberikan rasa puas dan keamanan, keseimbangan yang sehat antara pencapaian duniawi, pemenuhan spiritual, dan hubungan sosial sangat penting untuk mencapai kehidupan yang benar-benar berarti dan memuaskan.</p>
<p>Menyadari pentingnya ketiga aspek ini dapat membantu seseorang untuk hidup lebih seimbang dan bahagia. Dalam perspektif Islam, fokus hanya pada pencapaian duniawi tidaklah cukup untuk mencapai kehidupan yang penuh makna dan bahagia.</p>
<p>Keseimbangan antara pencapaian materi, pemenuhan spiritual, dan tanggung jawab sosial sangat penting untuk mencapai kehidupan yang memuaskan dan abadi. Islam mengajarkan bahwa duniawi harus digunakan dengan bijaksana dan tidak boleh mengabaikan tanggung jawab spiritual dan sosial. Dengan mengikuti ajaran Islam, seseorang dapat mencapai keseimbangan yang harmonis antara kehidupan dunia dan akhirat, serta meraih kebahagiaan yang hakiki.</p>
<p><em>Nadiya Alya Syafira</em><br />
<em>Mahasiswi STEI SEBI</em></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/apakah-hanya-fokus-duniawi-cukup-dalam-hidup/">Apakah Hanya Fokus Duniawi Cukup dalam Hidup?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/ilustrasi-_120804170744-983.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Ruwaibidhah, Salah Satu Tanda Kiamat yang Banyak Bermunculan</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/mengenal-ruwaibidhah-salah-satu-tanda-kiamat-yang-banyak-bermunculan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jul 2024 10:36:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Akhir Zaman]]></category>
		<category><![CDATA[Ruwaibidhah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=71729</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ruwaibidhah adalah orang yang bodoh namun berbicara tentang urusan perkara umum</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/mengenal-ruwaibidhah-salah-satu-tanda-kiamat-yang-banyak-bermunculan/">Mengenal Ruwaibidhah, Salah Satu Tanda Kiamat yang Banyak Bermunculan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Ruwaibidhah adalah orang yang bodoh namun berbicara tentang urusan perkara umum.</p>
<p>Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah al-ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab,“Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.”</em> (HR Ibnu Majah).</p>
<p>Hadis ini menggambarkan keadaan di mana nilai-nilai kebenaran dan kejujuran terbalik, serta orang-orang yang tidak layak malah memegang kendali dan berbicara tentang urusan yang penting.</p>
<p>Kata Ruwaibidhah sendiri berasal dari akar kata rabadha dengan banyak makna dalam bahasa Arab, di antaranya bermakna berlutut dan bersandar. Kata rabadha sebagai kata kerja menjadi rabidha atau rabidha sebagai subyek, lalu menjadi kata ruwaibidhah.</p>
<p>Imam Al-Suyuthi menjelaskan, kata al-ruwaibidhah di dalam hadits tersebut merupakan bentuk tashghir (pengecilan) dari al-rabidh yang berarti berlutut. Lalu kata al-rabidh yang makna aslinya berlutut, dipinjam penggunaannya (isti’arah) menjadi makna yang lain, yaitu posisi rendah (inferior).</p>
<p>Seolah-olah hal itu menggambarkan bahwa orang yang berlutut itu sebagai orang yang rendah kemampuan dan keilmuannya, namun banyak berbicara dan mengeluarkan statement tanpa didasari oleh ilmu yang memadai dan dipandang baik oleh para pengagumnya, sehingga memiliki pengaruh dan dampak yang luas.</p>
<p>Dalam Alquran Allah SWT juga telah menegaskan:</p>
<p>وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا</p>
<p><em>“Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, itu semua akan dimintai pertanggung-jawabannya.”</em> (QS Al-Isra&#8217; [17]:36)</p>
<p>Allah SWT juga berfirman dalam Alquran, yang artinya: <em>“Hai umat manusia, makanlah sebagian yang ada di bumi ini yang halal dan baik, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagi kalian. Sesungguhnya dia hanya akan menyuuh kalian kepada perbuatan dosa dan kekejian, dan agar kalian berkata-kata atas nama Allah dalam sesuatu yang tidak kalian ketahui ilmunya.”</em> (QS al-Baqarah : 168-169).</p>
<p>Hadits di atas juga menunjukkan tentang pentingnya kejujuran dan mengandung peringatan dari bahaya kedustaan.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًاوَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِوَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا</p>
<p><em>“Wajib atas kalian untuk bersikap jujur, karena kejujuran akan menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menuntun ke surga. Apabila seseorang terus menerus bersikap jujur dan berjuang keras untuk senantiasa jujur maka di sisi Allah dia akan dicatat sebagai orang yang shiddiq. Dan jauhilah kedustaan, karena kedustaan itu akan menyeret kepada kefajiran, dan kefajiran akan menjerumuskan ke dalam neraka. Apabila seseorang terus menerus berdusta dan mempertahankan kedustaannya maka di sisi Allah dia akan dicatat sebagai seorang pendusta.”</em> (HR Muslim).</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/mengenal-ruwaibidhah-salah-satu-tanda-kiamat-yang-banyak-bermunculan/">Mengenal Ruwaibidhah, Salah Satu Tanda Kiamat yang Banyak Bermunculan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://hidayatullah.com/wp-content/uploads/2024/07/Ghuron-Maqoli.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Hukum KDRT Dalam Islam</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/hukum-kdrt-dalam-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jun 2024 08:36:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[KDRT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=70742</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan kekerasan yang terjadi pada rumah tangga seseorang&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/hukum-kdrt-dalam-islam/">Hukum KDRT Dalam Islam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan kekerasan yang terjadi pada rumah tangga seseorang yang sering terjadi pada perempuan, yang berakibat timbul kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikologis, seksual, dan lain-lain.</p>
<p>Dalam Islam hukum yang berkaitan KDRT ini sudah tertulis didalam al-Qur’an dan Hadis.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, seorang laki-laki itu harus berbuat baik kepada istrinya:</p>
<p>أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا وخيركم خيركم للنساءهم خلقا</p>
<p><em>“Sebaik-baiknya laki-laki adalah laki-laki yang paling baik terhadap istrinya dengan akhlaknya”.</em></p>
<p>Maka hal ini menandakan bahwa seorang laki-laki berstatus baik harus keluar dari lisan istrinya “bahwa suami aku lah yang paling baik”, selama hal itu belum keluar dari lisan istrinya, maka belum ada pengakuan baik. Jika ingin dikatakan baik maka berbuatlah baik terhadap istrinya.</p>
<p>Lalu apa hukum suami yang suka melampaui batas seperti menghina, mencaci, ataupun KDRT?</p>
<p>Dalam QS An-Nisa ayat 19:</p>
<p>&#8230; وعاشروهن بالمعروف فإن كرهتموهن فعسى ان تكرهوا شيئا ويجعل الله فيه خيرا كثيرا (سورة النساء:19)</p>
<p><em>“Pergaulilah mereka dengan cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak di dalamnya.”</em></p>
<p>Maka perlakukanlah pasanganmu dengan baik, jika terdapat keburukan maka bersabarlah. Sebab, bisa jadi di balik keburukan pasanganmu ada kelebihan yang tidak dimiliki oleh wanita lain.</p>
<p>Rasulullah SAW berkata, ”istri itu tercipta dari tulang rusuk yang bengkok” jika seorang terlalu meluruskan itu bisa patah dan jika terlalu membiarkannya maka bertambah bengkok. Maka cara meluruskannya yaitu dengan agama dan nasihat, karena agama adalah nasihat dan jika ingin rumah tangga baik maka ambilah aturan-aturan di dalam al-Qur’an dan Hadis. Di dalam al-Qur’an terdapat aturan-aturan yang mewajibkan suami memuliakan istri, lalu istri juga harus taat dan hormat kepada suami.</p>
<p>Secara umum, Islam memberikan pengertian siapakah orang Muslim itu? Seorang muslim itu adalah orang yang lisan dan tangannya selamat dari menyakiti orang lain. Dengan orang lain saja kita harus menjaga apalagi dengan pasangan sendiri.</p>
<p>Orang kalau sudah bisa berbuat baik kepada orang lain, maka harusnya bisa juga berbuat lebih baik dengan pasangan, karena laki-laki itu adalah pemimpin dia bertanggung jawab karena derajat laki-laki satu lebih tinggi dari pada perempuan, tetapi perempuan juga mempunyai kewajiban taat kepada hukum Allah dan taat kepada suami.</p>
<p>Nah, kewajiban-kewajiban ini sudah diatur, jika ada laki-laki yang menyakiti secara verbal atau non-verbal dengan psikis atau kalimat itu tidak boleh dalam Islam.</p>
<p>Orang yang menikah seharusnya mengetahui ilmu tentang pernikahan, karena menikah itu saling memberikan ketenangan, menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang. Jika didalam rumah tangga itu saling menyakiti, saling menjatuhkan, saling melukai itu bukanlah prinsip pernikahan. Lebih baik mengakhiri dari pada saling menyakiti dan berujung pada melukai fisik.</p>
<p><em>Alifia Luthfia Zahra mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta</em></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/hukum-kdrt-dalam-islam/">Hukum KDRT Dalam Islam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTN_5GtUjDfgvbE2NNipe9LtF0eqKEfOfKA1A&#038;s" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Masih Maraknya Perdukunan di Daerah</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/fenomena-masih-maraknya-perdukunan-di-daerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2017 01:25:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=16213</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Mardhiyatun Nurul Ulfi Kemajuan peradaban manusia, sering kali diukur dengan kemajuan teknologi dan semakin lepasnya&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/fenomena-masih-maraknya-perdukunan-di-daerah/">Fenomena Masih Maraknya Perdukunan di Daerah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Mardhiyatun Nurul Ulfi</p>
<p>Kemajuan peradaban manusia, sering kali diukur dengan kemajuan teknologi dan semakin lepasnya masyarakat dari praktik-praktik berbau tahayul. Namun lain halnya, dizaman sekarang ini praktik perudukunan justru marak bak cendawan di musim penghujan.</p>
<p>Praktik perdukuknan memiliki akar dalam sejarah. Perdukunan memang sudah dikenal lama oleh masyarakat kita. Dan ilmu ini pun turun-temurun saling diwarisi, hingga saat ini dukun masih mendapatkan tempat bukan saja disisi masyarakat tradsional, tetapi juga ditengah lingkungan modern.</p>
<p>Hakikat dukun yang tidak bisa dilepaskan dari keterikatan dengan jin (setan). Sedangkan meminta bantuan kepada jin termasuk syirik yang paling besar terhadap Allah SWT. Meminta bantuan kepada jin dalam beberapa perkara tidaklah akan bisa terjadi kecuali dengan taqarrub(mendekatkan diri) kepada jin tersebut dengan sesuatu yang termasuk peribdatan.</p>
<figure id="attachment_16215" aria-describedby="caption-attachment-16215" style="width: 512px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-16215" src="https://res.cloudinary.com/de5lnco7h/image/upload/v1513646632/Praktik-Perdukunan-dari-Masa-ke-Masa_qcgphq.jpg" alt="" width="512" height="341" /><figcaption id="caption-attachment-16215" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Jika kita telusuri lebih jauh, maka tak dapat dipungkiri bahwa tegaknya bendera kekufuran melalui sihir dan perdukunan jelas mengancam dan merusak akidah umat.</p>
<p>Ironisnya ini terjadi dimasayarakat yang mengaku religius dan agamis. Dan bila kita amati kehidupan ditengah masyarakat maka kita sering mendapati penyakit TBC, yaitu Tahayul dengan hal-hal mistik, Bid’ah dan Khurafat. Itulah sederet fenomena keganjilan dalam permasalahan aqidah yang ada ditengah masyarakat muslimin dimana kita berada didalam nya. Seorang muslim yang jujur ketika ditanya tentang hukum perdukunan, tentu saja akan menjawab bahwa itu adalah hal yang terlarang dan merupakan perbuatan syirik kepada Allah SWT. Yang dimana spekulasi mereka berbanding terbalik dengan apa yang sebenarnya terjadi.</p>
<p>Dukun atau yang sering disebut dengan “orang pinter” adalah suatu profesi yang tidak asing kedengarannya di telinga masyarakat pada umumnya. Walaupun nama atau istilahnya berbeda antar satu daerah dengan daerah yang lainnya, Dukun adalah profesi yang sangat populer. Keterlibatan mereka dalam kehidupan masyarakat selama ini sangat kuat.</p>
<p>Tidak dipungkiri,meski saat ini kita hidup dalam era digital, tetapi pada sebagian masyarakat masih ada saja yang memeprcayai bahwa dukun adalah sosok yang bisa dimintai jasa untuk kepentingan tertentu. Diketahui bahwa dukun merupakan orang yang memiliki kemampuan tertentu untuk membantu seseorang. Dukun yang dimaksud dalam pengamatan atau observasi saya adalah paranormal yang membantu masyarakat dalam masalah jodoh, pelaris bagi pedagang,kekuasaan politik, dan disukai atau dihormati orang lain. Hal tersebut masih sering saya jumpai di daerah tempat tinggal saya.</p>
<p>Fenomena kesyirikan dan pelanggaran tauhid banyak terjadi di masyarakat kita, karena kurangnya pengetahuan mereka tentang masalah tahuid dan keimanan, serta hal-hal yang bisa mendangkalkan bahkan merusak akidah atau keyakinan seorang muslim.</p>
<p>Kenyaataan pahit yang dialami umat islam sekarang ini berupa kebodohan dalam masalah aqidah dan masalah-masalah keyakinan lainnya, serta perpecahan dalam metodologi pemahaman dan pengamalan islam . Apalagi sekarang ini penyebaran dakwah islam diberbagai belahan bumi tidak lagi sesuai dengan aqidah dan manhaj generasi pertama yang telah mampu melahirkan generasi terbaik.</p>
<p>Di zaman yang serba modern masih banyak yang menggunakan dukun sebagai alternatif untuk memeperkaya diri. Menyaksikan hal tersebut, praktek sihir yang sudah merejalela dan transparan khususnya yang berada di setiap daerah, membuat bulu kuduk merinding. Bagaimana mungkin sebuah dosa besar berlangsung sangat transparan dan tidak ada tindakan apapun dari segelinitir orang yang bisa dikatakan lebih paham akan kesesatan yang terjadi.</p>
<p>Kepercayaan masyarakat terkait perdukunan memang mengakar cukup kuat dan menjadi sebuah mitos tersendiri. Nilai spiritual atau mistis sebenarnya selalu ada dalam setiap diri manusia menjadi kebutuhan yang mendasar untuk menyelesaikan masalah kehidupan. Manusia dalam mengahdapi berbagai permasalahan memilih jalan keluar yang rasional, ada pula yang irrasional. Bahkan yang rasional tentu dilakukan berkaitan dengan melalui cara berfikir logis. Namun fakta sosial menyatakan bahwa masyarakat banyak mencari hal-hal mistis. Salah satunya mereka mencari jalan keluar permaslahan hiudpnya melalui penanyaan atau paranormal. Agama seringkali menjadi salah satu jalan keluar dari berbagai persoalan tersebut. Walau begitu, tak sedikit pula yang bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri. Fenomena sebuah fakta sosial yang nyata terjadi dimasayarakat. Sebagai contoh, dari mulai pemilihan kepala desa, pencalonan anggota dewan, bupati, gubernur dan presiden tak bisa dilepaskan dari hal tersebut.</p>
<p>Saya berusaha mempelajari fakta sosial tersebut, adapun pembahasan tidak memasuki wilayah benar arau tidaknya prilaku kepercayaan terhadap paranormal tersebut. Akan tetapi hanya mencoba melalui kajian sosiologis dari adanya kenyataan yang terjadi sebagai sebuah gambaran nyata fenomena tersebut. Sebagaimana kenyataan terjadi didaerah kelahiran saya sendiri yang masih ada atau bisa katakan banyak yang masih percaya kepada dukun dan menggunakan jasa dukun untuk membantu berbagai deret masalah kehidupan.</p>
<p>Istilah dukun biasa disebut paranormal atau sebaliknya masyarakat menyebut paranormal itu dukun tapi pada kenyataan dilapangan, dukun atau paranormal tidak mau dianggap dukun hanya saja sang dukun menganggap dirinya sama saja dengan masyarakat sekitar, hanya saja yang membedakan bahwa sang dukun punya kelebihan indra ke enam sehingga bisa menerawang dan dianggap memiliki kekuatan supranatural.</p>
<p>Dari pengamatan awal didapatkan bebrapa tujuan masyarakat menggunakan jasa dukun. Memperoleh hubungan harmonis dan damai, termasuk soal jodoh, pelaris dagangan bagi pedagang dan mengatur cuaca bagi petani dan masyarakat yang mempunyai hajatan seperti mantu (perkawinan), sunatan (khitanan), bahkan untuk mendapatkan kedudukan politik mereka masih memanfaatkan media perdukunan.</p>
<p>Dari hasil pra survei tersebut dapat dipahami bahwa masyarakat memanfaatkan jasa dukun memiliki beberapa tujuan. Pada praktek perdukunan tersebut, masyarakat memiliki kepercayaan bahwa tujuannya dapat terwujud. Yang berarti masyarakat tidak memiliki aqidah yang kuat, miris memang.</p>
<p>Selama ini memang ada kelompok masyarakat yang merasa sangat terbantu bahkan diuntungkan dengan adanya praktik perdukunan, namun banyak juga yang merasa sangat dirugikan bahkan kecewa dengan adanya praktik ini. Sebagai bukti yang pernah saya alami sendiri bahwa dunia perdukunan tersebut masih dianut oleh masyarakat didaerah saya yang kebetulan daerah pariwisata, dimana adanya persaingan usaha yang tidak sehat dengan cara seseorang meminta jimat pelaris kepada dukun atau yang biasa mereka sebut orang pintar agar diberi kelancaran dalam usaha dagang mereka. Dimana ada salah satu pengunjung yang datang ketempat saya berjualan tetapi mereka tidak melihat apa yang saya jual. Secara logika, hal tersebut tidak masuk akal. Karena apa? Hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh dukun yang sudah jelas bersekutu dengan syaitan. Maka dari itu, walaupun saya yang awalnya tidak mempercayai adanya praktik perdukunan tersebut. Tetapi nyatanya saya pernah menjadi korban keegoisan seseorang yang menghalalkan segala cara untuk kepentingan pribadi.</p>
<p>Secara umum status paranormal dan dukun dalam kacamata masyarakat awam dipandang sebagai sebuath status sosial yang terhormat dan bergengsi. Hal tersebut terlihat dari maraknya kalangan pejabat, pengusaha kecil, konglomerat, pedagang asongan, petani, nelayan, politius hingga PSK, untuk emlancarkan usahanya datang ramai-ramai ke paranormal, duku atau kyai karomah.</p>
<p>Berdasarkan hal yang telah dijabarkan diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab masyarakat mempercayai duku, yaitu mereka tidak berpegang teguh kepada aqidah yang benar, kurang nya kesabaran dalam menerima ujian kemiskinan, dan banyak diantara masyarakat yang ingin keluar dari masalah dengan cara yang instan tanpa memikirkan resiko dan dosa yang diemban. Berdasarkan pernyataan diatas daoat dioahami bahwa kepercayaan terhadap dukun dapat disebabkan oleh beberapa faktor diatas memberikan gambaran yang menjadi landasan pengamatanan saya mengenai dunia perdukunan.</p>
<p>Kenyataannya keberadaan dukun secara fungsional masih tetap dibutuhkan sehingga masyarakat tetap memiliki kepercayaan terhadapnya. Maraknya perdukunan disebabkan oleh lemahnya Aqidah atau imam mereka dan kurang nya pemahaman agama. Hal tersebut merupakan faktor utama bagi seseorang untuk mencari alternatif lain untuk menyelesaikan permasalahan hidup. Meminta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat merupakan solusi yang sebenarnya lebih tepat untuk menyelesaikan masalah.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/fenomena-masih-maraknya-perdukunan-di-daerah/">Fenomena Masih Maraknya Perdukunan di Daerah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bersyukur Itu Penting, Mengeluh Adalah Keputusasaan</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/bersyukur-itu-penting-mengeluh-adalah-keputusasaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 May 2017 17:26:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=11681</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akan datang masa dimana kita Hanya mampu berkeluh dan menyesal Berharap doa dapat memutar waktu,&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/bersyukur-itu-penting-mengeluh-adalah-keputusasaan/">Bersyukur Itu Penting, Mengeluh Adalah Keputusasaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-11682" src="http://res.cloudinary.com/depok-pos/image/upload/v1494091468/nevergiveup1_vqb3io.jpg" width="800" height="418" /></p>
<blockquote><p>Akan datang masa dimana kita<br />
Hanya mampu berkeluh dan menyesal<br />
Berharap doa dapat memutar waktu,<br />
Percalah waktu masih tersisa,<br />
Percayalah hanya kita yang bisa beri nyawa segala harapan.</p></blockquote>
<p>Sudahkah hari ini kita bersyukur?Atas apa yang sudah Tuhan berikan tanpa terhitung. Nyatanya kita masih sering memikirkan tentang betapa ‘tidak beruntungnya’, bukan tentang betapa ‘beruntungnya’. Padahal belum tentu hal itu benar. Padahal banyak karunia-Nya yang perlu disyukuri.</p>
<p>Manusia memang tidak ada satupun yang sempurna. Namun tanpa sadar kita terlalu memimpikan hal-hal yang sempurna. Hinga akhirnya termakan ambisi yang berujung depresi. Setiap manusia pasti memiliki masalah, dari yang mudah hingga sulit untuk dilalui.</p>
<p>Saat masalah yang datang dianggap terlalu berat, kita sering menghujat diri sendiri maupun orang lain, berkeluh kesah dan merasa tak ada satu orangpun mengerti. Sesak didada beradu dengan kesunyian. Putus asa. Akhirnya menyendiri adalah satu-satunya obat yang mampu meredakan.</p>
<p>Ketika mengeluh tentang sesuatu keadaan yang menurut kita tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, semua umpatan, kata-kata negatif pun keluar dari bibir kita, dan juga perasaan yang tidak nyaman dengan keadaan tersebut, akibatnya kita pun enggan untuk bersyukur atas kejadian tersebut, namun jika kita mau mengambil waktu sebentar untuk menyadarinya dengan logika dan akal sehat , percayalah bahwa akan selalu ada kebaikan dalam hal yang kita rasa buruk, bersyukur bahwa kita masih diberi kesempatan untuk merasakan kejadian tersebut sehingga kita dapat belajar, bersyukur bahwa kejadian itu terjadi pada saat ini, bukan diwaktu yang lain, masih banyak hal yang dapat kita ambil untuk terus tetap bersyukur daripada mengeluh</p>
<p>Mungkin kita semua pernah mengalami saat dimana kita merasa terperosok ke dalam lubang yang paling dalam. Masalah sekolah, kerjaan, atau keluarga pasti pernah mengusik ketenangan fikiran.</p>
<p>Sekadar tidak mendapat nilai sempurna dari tugas kuliah, atau melihat kemampuan teman yang begitu hebat, kita sering merasa putus asa. Mengeluh dan menyalahkan diri sendiri. Kenapa sih gue bodoh banget? Kenapa Tuhan enggak kasih gue kemampuan seperti mereka? Gue capek kaya gini terus!Gue emang enggak bisa apa-apa!Gue emang enggak punya apa-apa! Gue emang enggak mungkin bisa kaya mereka!</p>
<p>Semua fikiran dan keluh itu hanya akan membuat kita semakin terpuruk. Memang benar setiap orang memiliki kemampuannya masing-masing, namun seharusnya kita dapat lebih belajar dari mereka. Untuk menjadi pribadi yang lebih baik.</p>
<p>Tidak muda?! Ya, memang tidak akan mudah mengikhlaskan rasa lelah yang sudah menggunung menjadi amarah. Tetapi disanalah kita diuji. Seberapa tangguh hati kita mengubah semua itu menjadi motivasi.</p>
<p>Kenyataanya masih banyak yang perlu disyukuri. Bersyukur adalah hal paling penting dalam hidup, karena dengan bersyukur masalah apapun yang datang akan terlewati lebih mudah. Hari-hari yang kita lalui akan lebih bahagia. Tanpa melupakan apa yang kita miliki belum tentu dimiliki orang lain.</p>
<p>Diluar sana banyak sekali orang-orang yang tidak semudah membuka tutup saji dimeja makan untuk menikmati makanan lezat. Diluar sana masih ada yang melewati malam beratap langit. Diluar sana masih ada yang membaca buku hanya asik dengan gambar tanpa bisa membaca isi tulisannya. Apakah itu semua terlintas dalam benak kita?</p>
<p>Maka bersyukurlah atas semua yang telah dimiliki saat ini, cintailah apa yang kita miliki, dan tingglkan jauh-jauh kebiasaan mengeluh karena ia hanya akan melemahkan potensi serta rasa percaya diri kita. <em><strong>(Siti Anisa/PNJ)</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/bersyukur-itu-penting-mengeluh-adalah-keputusasaan/">Bersyukur Itu Penting, Mengeluh Adalah Keputusasaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjalin Ukhuwah Tanpa Tatap Wajah</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/menjalin-ukhuwah-tanpa-tatap-wajah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 May 2017 15:40:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=11675</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manusia bukanlah makhluk yang dapat hidup sendiri. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/menjalin-ukhuwah-tanpa-tatap-wajah/">Menjalin Ukhuwah Tanpa Tatap Wajah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11676" aria-describedby="caption-attachment-11676" style="width: 830px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-11676" title="Ilustrasi." src="http://res.cloudinary.com/depok-pos/image/upload/v1494085170/ilustrasi-_121211153535-362_eyeb2a.jpg" alt="" width="830" height="556" /><figcaption id="caption-attachment-11676" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Manusia bukanlah makhluk yang dapat hidup sendiri. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk dapat bertahan hidup. Sebagai makhluk sosial, manusia pasti harus berinteraksi dengan manusia lain. Dalam bersosialisasi, manusia pun perlu petunjuk atau pedoman.</p>
<p>Islam, Agama <em>rahmatan lil’alamin</em> hadir sebagai Agama yang mengatur semua kehidupan umatnya, tak terkecuali dalam bersosialisasi. Islam mengajarkan umatnya agar senantiasa menjalin hubungan dengan sesama keluarga, tetangga, masyarakat, maupun negara. Sesuai dengan Firman Allah dalam QS. Al-Hujarat ayat 10:</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّمَا الْمًؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ  وَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ</p>
<p><em>“Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian,  dan bertakwalah kalian  kepada Allah supaya kalian  mendapatkan rahmat.”</em> (QS al-Hujurat :10)</p>
<p>Dalam islam, menjalin hubungan antar sesama dikenal dengan ukhuwah. Ukhuwah yang berasal dari bahasa arab ini mengandung makna persaudaraan. Ukhuwah antar sesama kadang sering diartikan sebagai menjalin hubungan dengan seseorang atau sekelompok individu yang sering berinteraksi secara langsung atau tatap muka.</p>
<p>Namun, kini ukhuwah tak harus melulu tatap muka dalam menjalin komunikasi. Karena pada era yang serba canggih ini, ukhuwah dapat tercipta melalui komunikasi melalui gadget.</p>
<p>Sebagai contoh, kini ada sebuah komunitas baru yang mengajak semua umat muslim di berbagai wilayah yang tersebar di penjuru dunia untuk membaca al-quran satu hari satu juz yang sering disingkat ODOJ (One Day One Juz). Dalam komunitas ini, anggota ODOJ harus tergabung dalam grup whatsapp yang akan dimasukkan oleh admin ODOJ.</p>
<p>Dalam komunitas inilah, para ODOJers (anggota ODOJ) menjalin hubungan ukhuwah. Tak jarang pula komunitas ini mengadakan kajian yang juga dilaksanakan hanya di dalam grup whatsapp saja. Bahkan, grup yang dibatasi antara anggota akhwat (perempuan) dan ikhwan (laki-laki) ini pun menjadi ajang untuk menceritakan keluh kesah yang dialami salah satu anggota tentang pekerjaan atau masalah pribadinya.</p>
<p>Karena, kedekatan itulah hubungan yang hanya dilakukan di dalam gadget dapat menciptakan ukhuwah yang sangat indah dan tetap terjalin tanpa harus bertemu namun tetap saling mengingatkan dalam kebaikan dan mendoakan untuk kebaikan bersama. <em><strong>(Miranda Nur Husna/PNJ)</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/menjalin-ukhuwah-tanpa-tatap-wajah/">Menjalin Ukhuwah Tanpa Tatap Wajah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mewujudkan Keluarga Islami</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/mewujudkan-keluarga-islami/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 May 2017 15:56:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga islami]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=11626</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di awal berkembangnya manusia, dari sejak keluarga Nabi Adam dan Hawwa, fondasi suatu keluarga menjadi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/mewujudkan-keluarga-islami/">Mewujudkan Keluarga Islami</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11627" aria-describedby="caption-attachment-11627" style="width: 680px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-11627" src="http://res.cloudinary.com/depok-pos/image/upload/v1493913250/keluarga-muslim-31o7ms5aq4yaviegwcbci2_hirl1u.jpg" alt="" width="680" height="400" /><figcaption id="caption-attachment-11627" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<p>Di awal berkembangnya manusia, dari sejak keluarga Nabi Adam dan Hawwa, fondasi suatu keluarga menjadi sesuatu yang ditegaskan oleh Allah swt sebagai sebuah sarana untuk menegakkan kehidupan. Dan itulah salah satu tanda kekuasaan allah sejak zaman nabi Adam as sampai Allah mewariskan bumi ini beserta isinya. Dari itulah keluarga merupakan sistem Allah dalam islam, petunjuk Nabi, sekaligus prilaku atau akhlak bagi umat manusia. Karenanya, kehidupan sebuah keluarga muslim menjadi nilai ibadah yang komprehensif, dan tradisi yang harus dihidupkan, dan dibina secara terus menerus.</p>
<p>Keluarga adalah sistem ilahi yang diberikan oleh Allah swt untuk semua mahluk hidup yang telah di ciptak-Nya. Keluarga juga sebagai komponen terpenting dalam masyarakat, adalah cikal bakal yang membentuk karakter suatu bangsa. Jika keluarga terbentuk dengan baik dan benar, berati keluarga,masyarakat dan bangsa pun akan menjadi baik dan benar. Kehidupan keluarga, ibarat sebuah kapal yang membelah lautan. Tujuan yang ingin dijangkaunya sangat jauh, medan gelombang yang akan ditempuh bukanlah hal yang mudah untuk dilewati. Nah, disanalah sebuah keluarga akan diuji dalam mengendalikan arah kapal agar bisa menembus berbagai arah agar sampai ke tujuan. Terutama seorang ayah,yang akan membimbing semua keluarga,terutama istri dan anak-anaknya. Dan kemampuan kendali keluarga yang dipegang oleh seorang ayah, jika tanpa dukungan ketaan pada Allah SWT ,maka akan menjadi sebuah kapal yang mudah di ombang-ambingkan gelombang. Gampang dihanyutkan oleh terpaan angin. Penumpang kapal pun akan selalu berada dalam keadaan takut, khawatir,dan nyaris tidak akan ada kedamaian, ketenangan dan sebuah kenangan yang akan dikenang.</p>
<p>Tetapi kondisi ini tidak akan terjadi pada sebuah keluarga yang selalu kerjasama, taat perintah Allah SWT, beramal shalih dan bertakwa,dan menjadikan keluarga sebagai patner agar lebih dekat denga Allah SWT baik itu antara anak denga orang tua. Dan itulah syarat akan hadirnya sebuah keluarga yang dinaungi ketenangan,kedamaiaan dan menegakkan perintah allah dan menjauhi larangannya. Mengabaikan hak-hak dan peraturan Allah swt, hanya akan memunculkan kondisi yang akan menjauhkan dari kenyamanan. Dan akan mendatangka situasi keluarga yang penuh denga kekerasan, dan ketertekana dari berbagai sisi.</p>
<p>Dan dari sisi inilah kita akan menemukan sebuag garis yang akan mengkaitkan antara ketaatan pada allah swt dan kebahagian sebuah keluarga. Dan dari sini pula kita akan melihat keadaan kondisi umat islam yang saat ini ternyata umat islam sangatlah jauh dari apa yang diinginkan islam. Dimana umat islam berada di masa penuh dengan ketidakadilan, tantangan, godaan, fitnah, kezaliman, dan kemaksiatan bahkan banyak yang terlena dengan dunia.</p>
<p>Hingga, jelas jika kemudian dalam membentuk sebuah keluarga, maka hal itu pun akan menjadi bagian dari menjalankan agama. Memelihara keluarga adalah salah satu wujud keimanan, mencegah wabah yang mengancam keluarga adalah jihad, dan menjaga buah dari hasil kerja keras dalam menjaga keluarga untuk keturunan adalah bagian dari menegakkan syiar-syiar Allah swt.</p>
<p>Artinnya: <em>“hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari apai neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu,” (Qs. At-Tahrim:6)</em>. Sebuah keluarga muslim apabila benar dalam membentuk dan penyiapannya, benar dalam pengamalan dan benar dalam sistem islam dalam kehidupan, maka menjadi batu bata pembentukan masyarakat Muslim yang komitmen dengan aturan Allah dalam kehidupan ini.</p>
<p>Jadi, saat ini keluarga muslim sangat membutuhkan seorang murobbi(pendidik) yang berwawasan luas,yang bisa mengikat atau menyatukan antara pemikiran dan praktik amalnya, berdasarkan prinsip ajaran islam yang jelas. Hal yang sangat penting saat ini adalah sosok pemimpin dalam keluarga yang memahami seluk-beluk tarbiyah (pendidikan dan pembinaan) yang mulia. Sosok pemimpin dalam keluarga itu harus menjadi panutan yang mampu mengatasi berbagai fenomena krisis sebuah keluarga.</p>
<p>Kita sebagai umat muslim harus menyadari perkembangan sosial dan agama yang terus mengancam generasi muda yang membuat mereka lupa tugas utama mereka. Terutama dalam perkembngan sebuah keluarga yang kehilangan rujukan syar’iyyah dan tidak mengetahui perkembngan, tuntutan, perubahan dan dinamika zaman, tidak mungkin bisa mereka memimpin sebuah keluarga.</p>
<p>Harus disadari juga bahwa berbicara tentang keluarga islam,maka akan berkaitan tentang keagungan nilai-nilai islam dalam membangun keluarga, penjelasan peran dan misi tidak ada manfaat jika sebatas bicara belaka tanpa disertai penyusunan,langkah-langkah,konsep, dan program dalam realita keluarga. dah hal ini karena praktik tarbiyah terdapat keluarga adalah proses yang bertahap, berjenjang, dan berkelanjutan dimana setiap fase usia orang-orang di dalam sebuah keluarga tersebut memiliki sarana dan perangkatnya sendiri sangat vital dan tidal bisa disepelekan. Artinnya, proses pembinaan terhadap keluarga merupakan cara paling ideal bagi terwujudnya perbaikkan. (<strong>Lisa Andrina/STEI SEBI)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/mewujudkan-keluarga-islami/">Mewujudkan Keluarga Islami</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bisnis Dalam Kacamata Islam</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/bisnis-dalam-kacamata-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2017 09:44:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=10137</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Fathimah Khoirotun Hisaan Berbicara soal bisnis, siapa sih orang yang tidak akan tergiur dengan keuntungan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/bisnis-dalam-kacamata-islam/">Bisnis Dalam Kacamata Islam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10138" aria-describedby="caption-attachment-10138" style="width: 708px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/business-ethics-jpg/"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-10138" src="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAY2lIenhJb1ZYVDA.jpg" alt="" width="708" height="340" /></a><figcaption id="caption-attachment-10138" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<p>Oleh: Fathimah Khoirotun Hisaan</p>
<p>Berbicara soal bisnis, siapa sih orang yang tidak akan tergiur dengan keuntungan yang melimpah hanya dengan cara – cara sederhana yang sangat mudah untuk dilakukan. Misalnya dengan memainkan gadget saja di zaman sekarang ini sudah bisa menghasilkan jutaan rupiah bahkan milyaran.</p>
<p>Bisnis banyak dilakukan oleh berbagai kalangan dari anak sekolahan sampai orangtua. Bisnisnya pun beragam, ada kuliner, fashion, jasa, pendidikan dan masih banyak lagi. Bisnis mereka pun dengan latar belakang yang berbeda – beda. Ada yang menjadikan bisnis sebagai penghasilan utamanya, ada yang berbisnis karena memang hobi, ada bisnis yang muncul karena memanfaatkan barang – barang yang bagi sebagian orang sudah tidak bermanfaat tetapi ia modifikasi sehingga barang tersebut memiliki nilai jual dan masih banyak lagi. Dengan menerapkan prinsip ATM (Amati Tiru dan Modifikasi) atau ATP (Amati Tiru Plek) siapapun bisa menjadi pengusaha.</p>
<p>Zaman sekarang orang maunya apa-apa yang simpel, pesan makanan cepat saji pake jasa antar pula, beli baju udah tinggal ambil gadget buka online shop pilih deh sesuka hati tanpa harus keluar rumah, mau pergi gak ada kendaraan tinggal buka aplikasi pesan deh antar jemput pake aplikasi dengan hanya bermodalkan gadget. Udah deh pokonya zaman sekarang tuh orang udah gak mau ribet sana, ribet sini cuma buat hal sepele. Kalo ada yang lebih praktis kenapa harus milih yang ribet?</p>
<p>Saya adalah termasuk orang yang menggeluti dunia bisnis meskipun belum sesukses para pengusaha yang profitnya sudah milyaran, tetapi setidaknya banyak jejak yang harus saya ikuti dari mereka. Nah, kita sebagai seorang muslim penting nih memilih bisnis mana yang harus kita jalani agar berjalan sesuai dengan syariatNya.</p>
<p>Dalam ilmu ekonomi bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis berasal dari bahasa inggris business dari kata busy yang berarti sibuk dalam konteks individu, komunitas ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keutungan.</p>
<p>Secara etimologis bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan.</p>
<p>Banyak dari kita berfikir bahwa bisnis itu adalah bagaimana kita mendapatkan laba/keuntungan yang sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil &#8211; kecilnya. Namun dalam pandangan islam bukan seperti itu, kita boleh mencari keuntungan yang sebesar-besarnya tetapi tujuan kita harus tetap satu yaitu menggapai keridhanNya. Untuk apa kita kaya? Bisnis kita sukses? Finansial kita lancar karena bisnis yang kita jalani? Tetapi Allah tidak ridha dengan itu.</p>
<p>Hal pertama yang harus kita perhatikan dalam dalam melakukan bisnis adalah niat. Sebagaimana dalam hadits arba’in yang pertama إنَّمَاالأَعْمَالُ بِاانِّيَاتِ “Sesungguhnya segala perbuatan itu berlandaskan niat..” Ketika niatnya hanya untuk mendapatkan profit yang tinggi ya itulah yang kita dapatkan nantinya, hanya sekedar profi saja. Tetapi ketika kita niatkan dengan bisnis kita Allah ridha dengannya, membuat kita semakin bersyukur dan mendekat padaNya maka insyaallah kita akan mendapatkannya.</p>
<p>Ada sebuah kisah tentang seseorang yang berbisnis pulsa, zaman sekarang berapa sih profit yang didapatkan dari berjualan pulsa? Tidak seberapa mungkin bagi sebagian orang. Tapi disini saya belajar hal yang positif tentang niat. Saya heran mengapa dia mampu bertahan berjualan pulsa dengan profit yang mungkin tidak seberapa, belum lagi ketika ada yang membeli dan membayarnya di akhir. Dia pun bercerita, sebenarnya tidak ada yang membedakan saya dengan penjual pulsa lainnya. Setiap kali ada yang ingin membeli pulsa kepada saya, saya hanya mendo’akan kebaikan kepada pelanggan saya. Misalnya ada anak remaja yang membeli pulsa kepada saya, saya berdo’a Ya Allah mudahkan urusan orang ini, mudah – mudahan dengan pulsa ini menjadiakan dia mudah untuk menghubungi orangtuanya agar kebahagiaan senantiasa hadir dalam keluarganya. Seperti itualah kira – kira singkat kisahnya.</p>
<p>Betapa indahnya ketika segala sesuatu kita niatkan untuk kebaikan, dalam bisnis kita berinteraksi dengan pelanggan, bertemu dengan banyak orang. Bayangkan jika setiap kali kita bertemu dengan pelanggan lalu saling mendo’akan, indah bukan?</p>
<p>Hal yang kedua adalah bermanfaat, bagaimana bisnis yang kita jalani ini bukan hanya sekedar bermanfaat bagi diri kita sendiri namun bagi oranglain. Dengan bisnis kita orang – orang semakin mudah melakukan aktivitasnya, dengan bisnis kita orang – orang semakin dekat dengan Allah. Ada kutipan perkataan dari seorang motivator Edvan M Kautsar dalam bukunya Be a Passionpreneur “Semakin bermanfaat hidup seseorang, maka akan semakin tinggi nilainya di hadapan Tuhan dan manusia.”</p>
<p>Misalnya dalam bisnis dunia pendidikan, seperti bimbingan belajar (bimbel) kita berbagi ilmu yang kita miliki untuk membantu oranglain yang memerlukan ilmu kita. Dalam bisnis transportasi kita membantu orang yang memiliki keterbatasan dalam kendaraan untuk bisa sampai pada tempat tujuannya dengan kendaraan yang kita miliki. Seorang motivator, berusaha memberikan energi positif bagi pesertanya, adalah bentuk usaha yang dilakukan agar memberikan manfaat bagi oranglain.</p>
<p>Hal yang ketiga adalah sistemnya, bagaimana bisnis yang kita jalani ini bersih dari hal-hal yang dilarang dalam syariat. Sistem keuangan kita terhindar dari riba, barang – barang yang kita perjual belikan terbebas dari ihtikar dan gharar. Dimana ihtikar adalah penimbunan barang, ketika permintaan naik kita menimbun barang tersebut dan ketika di pasaran barang tersebut langka kita menjual barang tersebut degan harga yang tinggi, itu dilarang dalam islam. Dan gharar adalah ketidak jelasan, barang yang kita perjual belikan harus jelas kepemilikannya dan akadnya pun harus jelas apakah sebagai pinjaman, pemberian atau yang lainnya.</p>
<p>Rasulullah adalah seorang pengusaha muslim yang kaya raya beliau mengajarkan umatnya untuk menjadi muslim mandiri yang kaya, namun jangan sampai kita salah mengartikan kaya yang dimaksud, jangan sampai kita menjadikan segala cara dihalalkan hanya untuk mendapatkan keuntungan. Beberapa prinsip dalam bisnis yang Rasulullah terapkan.</p>
<p>1. Jujur dalam berbisnis<br />
Kejujuran adalah kunci utama dalam berbisnis, karena kejujurannya Rasulullah mendapat gelar Al – Amin yang memiliki arti terpercaya. Jelaskan apa adanya keadaan barang yang kita jual.</p>
<p>2. Menghormati pelanggan<br />
Rasulullah memperlakukan pelanggan layaknya saudara yang kita memiliki tanggungjawab untuk membantunya. Inti bisnis yang sesungguhnya adalah kegiatan dimana kita membantu seseorang dalam memecahkan masalahnya.</p>
<p>3. Menepati janji<br />
Dalam melayani pelanggan kita harus menepati janji, seperti ketika kita membuat deadline pembayaran, sudah seharusnya kita menepatinya sesuai dengan kesepakatan antara kedua pihak</p>
<p>4. Hanya menjual produk yang berkualitas<br />
Barang yang kita jual adalah barang yang memang layak untuk dijual jangan sampai kita menjual barang yang rusak atau cacat sehingga menimbulkan kerugian bagi pelanggan kita.</p>
<p>5. Tidak menjelek – jelekkan pesaing<br />
Pesaing dalam dunia bisnis adalah hal yang wajar, ingatlah Allah telah mengatur rezeki setiap hambaNya. Karena pada hakikatnya prinsip bisnis adalah memberikan kepuasan kepada pelanggan bukan menjatuhkan pesaing.</p>
<p>6. Jangan sampai bisnis mengganggu aktivitas Ibadah<br />
Bisnis bukanlah semata – mata yangharus dikejar. Ada banyak orang yang melupakan shalat dan bahkan lupa membayar zakat karena sibuk dalam bisnisnya. Justru hal terpenting adalah bagaimana Allah ridha atas apa yang kita kerjakan.<br />
Untuk itu marilah kita menjadi pembisnis muslim yang senantiasa menerapkan sunah – sunahNya dan semoga bisnis yang kita jalani terhindar dari apa yang dilarang dalam syariat.<br />
Wallahu’alam bi sawwab.. (Fathimah Khoirotun Hisaan)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/bisnis-dalam-kacamata-islam/">Bisnis Dalam Kacamata Islam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
